Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Menu MBG Disebut Jatah Dua Hari, SPPG Bekasi Buka Fakta Sebenarnya

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 20 Januari 2026 | 16:48 WIB

 

Kepala SPPG Kota Bekasi, Kecamatan Mustika Jaya, Ageng Wicaksono, menyampaikan klarifikasi terkait polemik video menu kering Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral di media sosial
Kepala SPPG Kota Bekasi, Kecamatan Mustika Jaya, Ageng Wicaksono, menyampaikan klarifikasi terkait polemik video menu kering Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral di media sosial

Radar Pasuruan - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bekasi wilayah Mustikasari 4, Kecamatan Mustika Jaya, Ageng Wicaksono, memberikan klarifikasi terkait viralnya video menu kering Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Video tersebut ramai diperbincangkan karena dinilai tidak memenuhi standar gizi seimbang dan disebut sebagai jatah konsumsi selama dua hari.

Ageng menegaskan bahwa narasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ia menjelaskan, pada Kamis (15/1) terdapat dua jenis menu yang didistribusikan secara bersamaan ke MI Nurul Anwar, yakni menu basah dan menu kering.

Namun, menu kering yang seharusnya dikonsumsi untuk satu hari justru disalahartikan oleh wali murid dan kemudian diviralkan di media sosial.

“Ada kesalahpahaman terkait menu saat itu, karena memang saat itu hari Jumat tidak ada distribusi, jadi paket hari Sabtu maju menjadi Kamis. Sedangkan di hari Kamis masih memberikan menu basah terdiri dari spageti saus daging bolognese, tahu crispy, sawi hijau, wortel, jeruk,” ujarnya, Senin (19/1).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak SPPG telah melakukan diskusi dan mediasi dengan Person in Charge (PIC) yang bertanggung jawab di lapangan. Dari hasil mediasi itu, disepakati bahwa persoalan diselesaikan secara damai.

“Saat ini kondisi sudah kondusif dan aman. Semua pihak sudah menyepakati untuk berdamai agar masalah ini tidak menjadi berlarut-larut,” kata Ageng.

Ke depan, evaluasi akan difokuskan pada peningkatan sosialisasi kepada orang tua murid agar tidak terjadi kesalahpahaman serupa. Sejumlah catatan terkait keberlanjutan Program MBG juga telah dirumuskan sebagai bahan perbaikan.

Sementara itu, PIC MI Nurul Anwar, Azizah, turut menyampaikan permohonan maaf kepada pihak SPPG atas polemik yang terjadi. Ia menilai unggahan video oleh wali murid memicu kesalahpahaman karena menyebut menu kering sebagai jatah dua hari.

“Sebelumnya kami memohon maaf kepada pihak SPPG Mustikasari bahwa tindakan dari kejadian ini dari wali murid kami yang mem-posting video bernarasi menu keringan itu dua hari, padahal kenyataannya itu (buat) satu hari. Itu pun saya sudah komunikasi dengan pihak-pihak tersebut,” jelasnya.

Azizah menambahkan, para wali murid yang sempat mengunggah video tersebut telah melakukan klarifikasi ulang melalui media sosial. Selain itu, pihak SPPG juga memberikan tambahan menu pengganti serta melakukan pemesanan ulang sebagai bentuk tanggung jawab.

“Mereka juga sudah mengklarifikasi dan mem-posting kembali apa yang mereka dapatkan. Tadi juga hari ini sudah mendapatkan tambahan menu pengganti hari Sabtu dan sudah dibuat pesanan baru lagi,” lanjut Azizah.

Sebelumnya, video menu MBG di Bekasi sempat menuai sorotan publik karena dinilai jauh dari standar kelayakan gizi dan disebut untuk konsumsi dua hari. Dalam video tersebut, menu yang ditampilkan berupa satu buah pisang, setengah potong ubi ungu, serta kental manis dalam kemasan plastik.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#bekasi #Mbg #SPPG #klarifikasi