Radar Pasuruan - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan kembali pengalaman masa lalunya yang pernah bekerja sebagai field engineer di Schlumberger Overseas (SA).
Kisah itu ia ungkapkan dalam siniar YouTube Gita Wirjawan pada Rabu, 3 Desember 2025. Purbaya mengaku bekerja di sana selama lima tahun, mulai 1989 hingga 1994.
Ia mengatakan pekerjaan di lapangan membuatnya merasa jenuh meskipun pendapatannya besar. Menkeu RI itu menuturkan betapa beratnya tuntutan pekerjaan di sektor minyak dan gas, bahkan ia pernah tidak tidur hingga lima hari lima malam.
Menurut Purbaya, pekerjaan tersebut memaksanya sering begadang dan terus berada di lapangan. Hal ini membuatnya akhirnya memutuskan berhenti dan melanjutkan pendidikan.
Setelah keluar dari pekerjaannya sebagai insinyur, Purbaya memilih fokus menempuh pendidikan hingga meraih gelar Master dan Doktor di bidang Ekonomi dari Purdue University, Amerika Serikat. Ia mengaku mulai tertarik pada ilmu ekonomi setelah meninggalkan dunia teknik.
Saat ini, Purbaya dikenal sebagai salah satu menteri baru di Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto. Meski baru dilantik pada September 2025, sebuah survei dari Indonesia Political Opinion (IPO) pada Oktober 2025 menempatkannya sebagai menteri dengan kinerja terbaik.
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menjelaskan bahwa Purbaya mendapatkan skor tertinggi dalam survei kinerja menteri. Ia berada di posisi pertama dengan 17,5 persen, disusul Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Luar Negeri Sugiono.
Di kesempatan lain, Purbaya juga pernah mengenang rutinitas masa kecilnya saat tinggal di Bogor. Ia mengaku sudah terbiasa bangun pagi dan berjalan kaki sejauh dua kilometer menuju depan kampus, sesuai didikan orang tuanya.
Pengalaman itu diyakininya membentuk kedisiplinan dan keteguhan mental yang membantunya menghadapi tantangan hidup.
Menurutnya, kebiasaan bangun pagi dan berjalan kaki adalah bentuk tempaan yang membuatnya terbiasa disiplin sejak dini. Ia menyebut rutinitas tersebut menjadi salah satu hal yang membentuk karakter kuat yang dimilikinya hingga kini.
Editor : Moch Vikry Romadhoni