Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bupati Iskandar Semprot Satpol PP di Tengah Banjir Bandang Aceh Timur

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 3 Desember 2025 | 22:45 WIB

 

Menyoroti penuturan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky terkait proses evakuasi para korban banjir bandang di wilayahnya.
Menyoroti penuturan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky terkait proses evakuasi para korban banjir bandang di wilayahnya.

Radar Bromo - Banjir bandang yang menerjang Aceh Timur, Provinsi Aceh, menyisakan duka mendalam bagi warga setempat. Sebelumnya, bencana ini merendam 18 kabupaten/kota di Aceh, menyebabkan ratusan korban jiwa serta merusak berbagai infrastruktur. Hingga saat ini, sejumlah area masih sulit diakses.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky, menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) lantaran minimnya dukungan bagi warga terdampak banjir bandang. Hal itu disampaikan dalam apel bersama ASN di Idi, Aceh Timur, pada Rabu, 3 Desember 2025.

Dalam arahannya, Iskandar menegaskan bahwa selama tiga hari pertama bencana melanda, tidak ada satu pun personel Satpol PP yang berinisiatif membawa truk ke posko utama di Idi.
"Untuk Satpol PP, saya kecewa. Saya tidak bisa terhubung dengan kepala Satpol PP, karena sinyal hilang," ujar Iskandar.

Ia menambahkan bahwa baru di hari keempat dan kelima personel Satpol PP mulai terlihat di posko. Padahal, truk sangat diperlukan untuk mengangkut bantuan bagi korban banjir.
"Saya kecewa sekali, tidak satu pun inisiatif datang bawa truk. Kita butuh truk untuk mengangkut bantuan,” katanya.

Iskandar bahkan menyebut dirinya bersedia membawa truk sendiri apabila sopir Satpol PP enggan melakukannya.
“Kalau sopir Satpol PP tidak mau bawa truk, tidak apa. Serahkan ke kami truknya, saya bawa sendiri, atau TNI Polri atau relawan lain yang membantu menjadi sopir,” lanjutnya.

Sebelumnya, Tim Pemkab Aceh Timur telah berupaya memasuki kawasan yang terisolasi untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Iskandar mengungkapkan tantangan besar yang mereka hadapi saat mencoba menembus akses yang terputus.
"Jika pemerintah daerah tidak berupaya menerobos, ribuan warga yang wilayahnya terisolasi karena banjir akan kelaparan," ujarnya.

Hingga saat ini, bantuan telah disalurkan ke empat kecamatan yang terisolasi, yaitu Serbajadi, Peunarun, Simpang Jernih, dan Pante Bidari. Tim dibagi menjadi empat kelompok untuk memastikan distribusi kebutuhan pokok, air bersih, dan obat-obatan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak.

Iskandar mengatakan bahwa masih terdapat banyak warga yang belum tersentuh bantuan karena akses darat terputus total akibat banjir bandang. Untuk mencapai wilayah tersebut, ia bersama rombongan menggunakan kendaraan taktis dan sempat terjebak hampir dua jam di beberapa titik.
"Kami menerobos dua kecamatan, yaitu Peunaron dan Serbajadi, karena menjadi daerah paling parah terdampak banjir bandang," jelas Iskandar.
"Longsoran tanah menutup seluruh akses jalan utama, sementara beberapa jembatan putus tersapu arus sungai yang meluap," sambungnya.

Upaya distribusi bantuan melalui jalur laut juga terus dilakukan. Dua kapal besar milik Kemenhub RI, KN SAR Purworejo 101 dan KN Antares, diberangkatkan dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, membawa berbagai kebutuhan penting. Kepala Dishub Aceh, Teuku Faisal, memantau langsung proses pemuatan logistik tersebut.
“Kami memastikan bantuan ini segera sampai ke tangan masyarakat terdampak. Logistik yang dibawa ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak di Banda Aceh,” katanya.

Kedua kapal itu membawa pasokan vital seperti makanan, obat-obatan, pakaian, tenda, alat komunikasi, dan genset, sebelum menuju pesisir timur Aceh dengan titik bongkar di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara. Selain itu, bantuan untuk Kabupaten Aceh Timur juga telah disalurkan melalui Kuala Idi menggunakan kapal nelayan dengan pengamanan ketat dari TNI AL dan Korps Kepolisian Perairan dan Udara.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#satpol pp #banjir bandang #bantuan #Bupati Aceh Timur