Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ini Strategi SMAN 10 Surabaya Bikin Program Makan Bergizi Gratis Tetap Fresh dan Aman

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 30 Oktober 2025 | 01:50 WIB

 

Sejumlah siswi SMA Negeri 10 Surabaya membantu menyiapkan makanan program MBG untuk dibagikan kepada seluruh pelajar.
Sejumlah siswi SMA Negeri 10 Surabaya membantu menyiapkan makanan program MBG untuk dibagikan kepada seluruh pelajar.

Radar Bromo - Tak dapat dimungkiri, kabar tentang temuan makanan basi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat menimbulkan kekhawatiran di sejumlah sekolah. Namun, hal tersebut tidak terjadi di SMA Negeri 10 Surabaya.

Sekolah yang terletak di Jalan Jemursari I No.28, Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya ini memiliki cara tersendiri untuk mencegah hal serupa terjadi di lingkungannya.

PIC MBG di SMAN 10 Surabaya, Laily Eka Pradina, menjelaskan bahwa setiap harinya lebih dari seribu ompreng berisi menu MBG dikirim dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonocolo.

"Jumlah siswa di sini 1182. Nah setiap hari itu pasti dikasih satu paket MBG tambahan untuk tester, untuk dicicipi guru. Kalau dirasa aman, baru dibagikan ke siswa," tutur Laily kepada JawaPos.com, Rabu (29/10).

Namun, bila ditemukan tanda-tanda makanan kurang layak, seperti rasa berubah atau buah yang mulai asam, SMAN 10 Surabaya akan segera melaporkannya ke pihak dapur penyedia, yakni SPPG Wonocolo.

"Karena dulu waktu awal-awal ada MBG, buahnya itu pakai buah kupas. Waktu dimasukkan ke ompreng kan teroksidasi, rasa buahnya jadi masam, anak-anak banyak yang protes saat itu," imbuhnya.

"Pas kami mencicipi, ternyata buahnya asam, kami langsung sampaikan ke anak-anak 'jangan dimakan karena buahnya sudah asam', karena takutnya nanti kenapa-kenapa kan," tambah guru Biologi berusia 27 tahun itu.

Laily menuturkan, tes cicip atau tester dilakukan secara bergantian oleh tujuh guru yang menjadi tim MBG SMAN 10 Surabaya. Langkah tersebut sudah diterapkan sejak program ini diluncurkan pada 13 Januari 2025 lalu.

"Sejauh ini menerapkan tester, alhamdulillah nggak pernah ada kasus di sini. Jadi sangat membantu untuk antisipasi, memastikan makanan yang dikonsumsi anak sudah aman, layak, dan bergizi," tegas Laily.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 10 Surabaya, Teguh Santoso, mengaku tidak terlalu khawatir dengan maraknya pemberitaan mengenai makanan MBG yang basi. Ia meyakini dapur SPPG Wonocolo selalu menjaga kualitas dan higienitas makanan yang dikirimkan.

"Saya meyakini dapur SPPG Wonocolo ini sudah memenuhi standar. Kemarin kami datang ke dapur untuk meyakinkan lagi, melihat mereka mencuci ompreng, menyiapkan bahan, memasak, hingga packing," tutur Teguh. Bahkan, kata Teguh, proses memasak di SPPG Wonocolo dibagi menjadi dua sesi untuk menjaga kualitas makanan. Sesi pertama dimulai pukul 2 dini hari untuk sekolah yang menyajikan MBG pada jam istirahat pertama.

"Lalu untuk sekolah yang MBG-nya pas jam istirahat kedua atau siang, seperti kita (SMAN 10 Surabaya), itu dimasaknya mulai jam 8 pagi. Jadi kami yakin, menu makanan yang disajikan fresh dan bergizi," tambahnya.

Secara khusus, Teguh menilai Makan Bergizi Gratis merupakan program yang sangat baik, terutama bagi siswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah yang tidak membawa bekal dari rumah.

"Sebenarnya kan sayang ya kalau program bagus begini, terus banyak kasus keracunan, lalu programnya ditutup kan sayang. Banyak yang merasa butuh. Buktinya anak-anak selalu antusias dan lahap," pungkasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) juga berkomitmen memperluas jangkauan program MBG ke wilayah lain. Langkah ini bertujuan agar siswa di berbagai daerah mendapatkan akses makanan sehat yang merata.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi tersebut memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#tester #guru #Mbg #surabaya