Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ini Tiga Masalah Besar di Balik Gagalnya Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 14 Oktober 2025 | 23:53 WIB

 

Menyoroti nasib pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert usai gagal membawa Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.
Menyoroti nasib pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert usai gagal membawa Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.

Radar Pasuruan - Kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke Piala Dunia 2026 tengah menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan publik Tanah Air.

Situasi ini terjadi setelah hasil buruk di Round 4, membuat posisi pelatih Garuda, Patrick Kluivert, semakin goyah dari kursinya.

Dua kekalahan beruntun melawan Arab Saudi dan Irak menempatkan skuad Garuda di posisi terbawah klasemen Grup B, sekaligus memastikan langkah mereka terhenti dalam perebutan tiket menuju Piala Dunia 2026.

Sementara itu, desakan untuk memecat Kluivert menggema di media sosial, mencerminkan kekecewaan mendalam para penggemar Timnas Indonesia.

Di tengah situasi tersebut, Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, memastikan akan ada langkah tegas melalui mekanisme resmi PSSI.

Sumardji menegaskan bahwa setiap keputusan harus berdasarkan hasil rapat Komite Eksekutif, bukan sekadar tekanan publik.

“Ya kalau soal itu, sekali lagi ya, soal Patrick Kluivert, saya kira nanti akan diputuskan dalam rapat Exco PSSI,” ujar Sumardji kepada awak media di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin, 13 Oktober 2025.

Berkaca dari kondisi ini, masa depan Patrick Kluivert sebagai pelatih Garuda kini menyisakan tiga isu besar yang menjadi sorotan publik sepak bola nasional. Berikut di antaranya:

Menanggapi kegagalan Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2026, Sumardji menyatakan siap melaporkan hasil evaluasi lengkap tim pelatih kepada PSSI.

Ia menyebut akan berbicara secara jujur tanpa menutupi fakta, termasuk tentang strategi, persiapan tim, dan performa para pemain.

“Saya akan sampaikan apa adanya di rapat Exco. Saya tidak akan tutup-tutupi mana yang baik, mana yang tidak baik. Semua akan saya sampaikan apa adanya,” tegasnya.

Laporan tersebut juga akan mencakup evaluasi menyeluruh terhadap pelatih dan staf pendukung.

Sumardji menegaskan, transparansi menjadi faktor penting agar keputusan yang diambil PSSI benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan.

Sorotan publik tidak hanya tertuju pada hasil buruk. Patrick Kluivert juga dinilai gagal menunjukkan sikap sportif usai Timnas kalah 0-1 dari Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Minggu, 12 Oktober 2025.

Banyak yang menyoroti momen ketika para pemain menghampiri suporter untuk memberikan apresiasi, sementara Kluivert memilih tetap duduk di area bangku cadangan.

Sikap tersebut menuai kecaman keras. Sebagian publik menilai Kluivert tidak menghargai pendukung setia yang rela datang jauh-jauh ke Arab Saudi.

Sebaliknya, Jay Idzes mendapat pujian karena menunjukkan teladan dengan menyapa suporter meski dalam kekalahan.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum PSSI 1, Zainudin Amali, menyatakan pihaknya menunggu laporan lengkap dari manajer tim terkait insiden tersebut.

“Itu yang kami tunggu laporan dari Pak Sumardji. Jadi kita tunggu keseluruhan perjalanan timnas, karena beliau ikut sejak awal,” ucap Amali kepada awak media di Jakarta, pada Senin, 13 Oktober 2025.

Tagar #KluivertOut kini menjadi tren di media sosial X. Kekecewaan suporter bukan hanya karena hasil buruk, tetapi juga karena dianggap hilangnya karakter permainan yang dulu dibangun oleh Shin Tae-yong.

Publik menilai Kluivert belum menemukan pola permainan yang cocok untuk skuad Merah Putih.

Menanggapi tekanan itu, Kluivert akhirnya buka suara melalui akun Instagram pribadinya, @patrickkluivert9, pada Minggu, 12 Oktober 2025.

Kluivert mengaku bertanggung jawab penuh atas kegagalan Timnas Indonesia dan menyebut kekalahan dari Arab Saudi dan Irak sebagai pengalaman pahit.

“Untuk Indonesia, saya merasakan sakit hati dan kekecewaan yang sama seperti Anda. Sebagai pelatih kepala, saya bertanggung jawab penuh,” tulis Kluivert.

Pelatih asal Belanda itu juga menegaskan, timnya telah bekerja keras dengan sepenuh hati dan berkomitmen membangun fondasi baru bagi masa depan sepak bola Indonesia.

Beberapa nama mulai mencuat sebagai calon pengganti jika Kluivert benar-benar didepak oleh PSSI.

Di antaranya Jean-Paul van Gastel, Jesus Casas, dan Shin Tae-yong. Ketiganya dianggap memiliki kapasitas dan pengalaman internasional untuk kembali membangkitkan semangat Garuda.

Meski gagal membawa Indonesia ke Piala Dunia 2026, perjalanan ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi total.

Publik berharap PSSI dapat belajar dari pengalaman ini dan menata ulang sistem pembinaan agar mimpi tampil di panggung dunia tak lagi hanya sebatas angan.*

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#KluivertOut #masalah #pssi #timnas #patrick kluivert