Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

297 Karya Inovasi Bersaing di EJIES 2025, Dipilih 10 Terbaik Tiap Cabang Dinas Pendidikan

Muhammad Fahmi • Kamis, 29 Mei 2025 | 17:24 WIB
RAKOR JURI : Dewan juri EJIES 2025 melakukan rapat koordinasi persiapan penilaian di kantor Jawa Pos Radar Bromo, Rabu (28/5).
RAKOR JURI : Dewan juri EJIES 2025 melakukan rapat koordinasi persiapan penilaian di kantor Jawa Pos Radar Bromo, Rabu (28/5).

PROBOLINGGO, Radar BromoEvent East Java Innovation Education Summit (EJIES) 2025 memasuki tahap penilaian. Ada 297 karya inovasi yang mendaftar.

Selanjutnya akan dipilih 10 terbaik dari masing-masing cabang dinas pendidikan, untuk dinilai di tahap selanjutnya.

“Dari karya inovasi yang masuk sangat variatif. Peserta mengirimkan karya-karya terbaiknya untuk bersaing di tingkat daerah dan Jawa Timur,” jelas Hana Susanti, Pemred Radar Bromo yang didapuk menjadi salah satu juri lomba.

Perlu diketahui, event yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Jawa Pos dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini.

Dalam lomba ini, setiap peserta mengirimkan karya tulis dan video deck vlog.     

“Peserta dari wilayah cabang dinas pendidikan Pasuruan 103 karya. Sedangkan Probolinggo 194 karya,” jelas Hana.

Selain dari Jawa Pos Radar Bromo, karya inovasi peserta akan dinilai oleh dewan juri dari cabang dinas pendidikan wilayah Probolinggo dan Pasuruan. 

Rabu (28/5), para dewan juri bertemu di kantor Jawa Pos Radar Bromo. Dalam rapat koordinasi tersebut, dibahas teknis penilaian untuk menentukan 10 peserta terbaik.

“Ini menjadi tantangan bagi kami untuk menentukan karya terbaik peserta,” ujar salah satu dewan juri Agus Nurjito dari cabang dinas pendidikan wilayah Probolinggo.

Menurut Agus, event ini berdampak positif bagi dunia pendidikan. Karena, para guru dan tenaga kependidikan, didorong untuk berinovasi dalam melaksanakan tugasnya.

“Ini juga menjadi wadah unjuk karya praktik baik para guru dan tenaga kependidikan,” jelasnya. 

Selain itu,  event EJIES bisa menjadi acuan pengawas untuk mengevaluasi sekolah binaan dalam mengembangkan inovasi pendidikan.

“Apakah program sekolah selaras dengan tujuan EJIES, seperti peningkatan kualitas pembelajaran atau dampak sosialnya,” jelasnya Arini Hidayati, salah satu dewan juri dari cabang dinas pendidikan wilayah Pasuruan ini. 

Pengawas sekolah, lanjut Arini, juga bisa memanfaatkan EJIES untuk memperkuat perannya dalam mendorong transformasi pendidikan di sekolah-sekolah binaan.

“Dengan mengarahkan sekolah untuk berperan serta, berarti membantu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inovatif dan kompetitif di Jawa Timur,” ujarnya. (syt)

Editor : Muhammad Fahmi
#pasuruan #dinas pendidikan #karya inovasi #jawa pos #ejies 2025 #probolinggo