SIDOARJO, Radar Bromo-Sopir pikap Suzuki Carry nopol F 8250 HS yang 5 kali terlibat tabrak lari dari Sidoarjo hingga Mojokerto sejauh ini masih dirawat di RS.
Sopir bernama Rian Dwi Laksmana, 25 asal Dusun Nangger, Desa Regenan, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo itu kini dipindah.
Awalnya, sopir melakukan melakukan tabrak lari dari daerah Juanda sampai Mojokerto itu dirawat di RS Sidowaras Mojokerto. Namun, per Jumat (8/3) ia dipindah ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
“Pelaku dipindahkan untuk mempermudah dimintai keterangan karena kejadiannya lebih banyak di Sidoarjo,” ujar AKP Ridho Ronaldo Harahap Kasat Lantas Polres Mojokerto Kabupaten seperti dikutip Radio Suara Surabaya.
Diketahui, Pikap Suzuki Carry nopol F 8250 HS yang dikemudikan Rian Dwi mengacak-acak jalanan sepanjang Sidoarjo sampai Mojokerto, Kamis (6/3) malam.
Suasana jalan yang diguyur hujan deras kian mencekam lantaran kendaraan yang disopiri Rian Dwi Laksmana, 25, itu tak mau berhenti setelah menabrak sedikitnya enam mobil dan motor.
Aksi ugal-ugalan sopir asal Dusun Nangger, Desa Regenan, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, tersebut akhirnya terhenti di Bypass Mojokerto di Desa Kenanten, Kecamatan Puri.
Bukan menyerah, namun pikap hitam tanpa muatan ini terlibat adu banteng dengan pikap lain.
Kecelakaan sekitar pukul 21.00 itu terjadi saat Rian melaju zig-zag dari arah utara atau Surabaya. Dia menyalip truk dari sebelah kiri, lalu banting setir ke kanan hingga menabrak median jalan.
’’Kemudian pikap masuk ke jalur lawan,’’ kata Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Ridho Rinaldo Harahap seperti dikutip dari Radar Mojokerto.
Pada saat bersamaan, dari arah selatan atau Jombang, melaju pikap L300 nopol L 8707 AI yang disopiri Achmad Lutfi, 29, asal Desa Kepadangan, Tulangan, Sidoarjo.
Tabrakan adu banteng pun tak terhindarkan. Rian mengalami patah kaki kiri, sedangkan bibir Lutfi sobek parah. ’’Kedua pengemudi dievakuasi ke Rumah Sakit Sidowaras, Bangsal,’’ imbuhnya.
Sebelum mengalami celaka, Rian sudah menjadi buruan para pengendara di Sidoarjo.
Pemuda itu dilaporkan melakukan tabrak lari terhadap pengendara motor dan mobil sejak di kawasan Juanda, Sidoarjo. Seorang pejalan kaki bahkan dilaporkan tewas akibat disambar sopir ngawur tersebut.
Bukannya berhenti, Rian justru tancap gas ke arah Mojokerto melewati Terminal Purabaya, Jalan Raya Sepanjang, Taman, Krian, dan Balongbendo.
Seorang perempuan lanjut usia (lansia) yang jadi salah satu korban tabrak lari pun dilaporkan meninggal.
’’Mungkin dia takut dimassa, jadi kabur terus,’’ ujar Dimas Angga Winadi, warga Juanda yang mengejar pikap sampai Mojokerto.
Polisi belum menyimpulkan motif Rian melakukan aksi tabrak lari.
Kanitlaka Satlantas Polres Mojokerto Ipda Beni Hermanto menyatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Termasuk kemungkinan Rian mengemudi dalam kondisi mabuk.
’’Ada kemungkinan (pengaruh alkohol atau lainnya), namun yang bisa memastikan hanya tim medis,’’ tandasnya.
Di sisi lain, salah satu petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Mojokerto mencium aroma alkohol dari Rian, pengemudi mobil pikap yang melakukan tabrak lari dari Juanda sampai Mojokerto.
“Petugas yang mendampingi pelaku di ruang belakang ambulans bilang, pelaku ngomongnya melantur dan bau alkohol,” kata Didik, petugas PMI Mojokerto pada Jumat (7/3). (adi/fen/RadarMojokerto)
Editor : Muhammad Fahmi