LUMAJANG, Radar Bromo-Kecelakaan maut minibus tertabrak Kereta Api (KA) Probowangi di Klakah, Lumajang kembali mengingatkan problem klasik dalam hal transportasi.
Yakni, masih banyak perlintasan kereta api (KA) yang belum dilengkapi palang pengaman.
Di Jawa Timur saja, tercatat masih ada seribu lebih perlintasan KA sebidang.
Pasca kecelakaan minibus versus kereta api Probowangi di Lumajang, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, di Jawa Timur, tercatat 1.300 perlintasan kereta.
Dengan rincian 1.135 perlintasan sebidang dan 165 perlintasan tidak sebidang.
Sementara untuk mengendalikan lalu lintas pada perlintasan tanpa palang pintu kereta api di Kabupaten/Kota di seluruh Jatim, Khofifah mengungkapkan, Pemprov Jatim proses membangun palang pintu pada tahun 2023 total 37 unit.
Dia menyebutkan, pembangunannya menggunakan dana Perubahan APBD (P-APBD) pada bulan November - Desember tahun 2023.
“Ada beberapa daerah di Jatim yang masih banyak memiliki perlintasan kereta api tanpa palang pintu dan penjagaan. Ini menjadi bahan evaluasi kita bersama. Dan penting untuk segera kita tindak lanjuti bersama agar keselamatan berlalu lintas senantiasa terjaga,” kata Khofifah.
“Kami mengapresiasi kabupaten/ kota yang sudah gerak cepat memasang Early Warning System (EWS) di sekitar perlintasan kereta api serta menugaskan penjaga,” paparnya.
“Mari bersama-sama menjaga masyarakat yang melintas di perlintasan kereta api,” imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan terjadi di perlintasan kereta tanpa palang di Dusun Prayuana Desa Ranupakis Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (19/11) malam.
Mobil minibus elf tertabrak Kereta Api (KA) Probowangi jursan Banyuwangi - Surabaya. Akibatnya 11 orang tewas.
Korban tewas merupakan penumpang minibus dengan nomor polisi (nopol) nopol N 7646 T.
Dilansir Jawa Pos Radar Jember, Suyit warga setempat mengatakan, elf berwarna biru itu melaju dari arah selatan menuju ke utara.
Sesampai di perlintasan KA tanpa palang itu, muncul kereta api dari arah timur (Banyuwangi). "Suara benturannya kencang," katanya ke Jawa Pos Radar Jember.
Di sisi lain, kecelakaan KA Probowangi dan Minibus di Klakah mengungkap fakta baru. Yakni, tidak fungsinya sinyal atau alarm di perlintasan KA tersebut.
EWS memiliki fungsi untuk memberikan tanda-tanda peringatan datangnya kereta api pada petugas penjaga perlintasan dan melakukan pengamanan terhadap pengguna jalan yang akan melintasi perlintasan sebidang.
Perlintasan KA di Dusun Prayuana, Desa Ranupakis, Kecamatan Klakah, Lumajang itu memang tanpa palang pintu otomatis seperti pada umumnya. Alarm EWS sendiri pun tak berfungsi.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, alarm EWS itu pun tak nyala lagi.
"Karena setiap diperbaiki kadang tidak lama. Sudah tidak berfungsi lagi, mungkin karena baterainya yang ada di EWS itu dicuri," beber Sohip, 55, warga sekitar. (JawaPos/Radar Semeru)
Editor : Muhammad Fahmi