ANAK yatim dan kaum duafa di Probolinggo, turut mendapatkan perhatian dari Paguyuban Sound System Probolinggo (PSSPRO). Memasuki Muharam 1445 Hijriah, PSSPPRO memberikan santunan kepada anak yatim dan duafa.
Tercatat ada 50 anak yatim piatu dan 150 duafa yang disantuni. Mereka berasal dari Kecamatan Kedopok dan sekitarnya. Santunan diberikan di Sekretariat PSSPRO di Jalan Kyai Syafi’I 183, RT 07/RW 03, Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Rabu (2/8) malam.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat. Termasuk Camat Kedopok Imam Cahyadi yang mewakili Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin. Dibalut dengan pembacaan ayat suci Alquran dan hiburan live music Islami, penyerahan santunan ini begitu meriah. Maklum saja, beginilah bila PSSPRO gabungan para juragan perlengkapan EO punya gawe.
Semua all out turut menyukseskan kegiatan malam itu. Baik perlengkapan, sarana, hingga prasarana adalah perhatian dari semua anggota secara bergotong-royong. Ada yang menyiapkan panggung, sound system, lighting, seperangkat alat musik, hingga dekorasi.
Sejauh ini, ada 42 anggota yang bergabung dalam PSSPRO. Sejak berdiri tahun 2018, paguyuban ini rutin menggelar santunan. Setidaknya, setahun 2 kali. Yakni, ketika Muharam dan Ramadan.
Kesuksesan acara ini didulang berkat kerjasama baik dengan Pemkot Probolinggo melalui BAZNAS Kota dan KTNS Koperasi Tani Nelayan Sejahtera. Kesempatan ini juga dimanfaatkan baik oleh sejumlah warga untuk ikut memberikan perhatian kepada anak yatim dan duafa.
“Awalnya sasaran kami anak yatim dan kaum duafa se-Kelurahan Kedopok saja. Namun, ternyata antusiasme masyarakat begitu luar biasa. Kami tidak bisa menolak saat warga sekitar juga ingin mendapat santunan dalam kegiatan ini. Alhamdulillah, mudah-mudahan kegiatan selanjutnya bisa lebih meriah lagi dan bisa dihadiri Bapak Wali Kota,” ujar Ketua PSSPRO Ridjal Syaiful.
Tak hanya PSSPRO, apresiasi juga disampaikan Ketua BAZNAS Kota Probolinggo beserta anggota pengurus yang hadir. “Masyarakat begitu antusias, mereka begitu menanti-nanti. Memang ini adalah tahun pertama setelah adanya keterbatasan karena pandemi. Program kami banyak, namun santunan ini salah satu bantuan konsumtif yang kami berikan karena dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Kedopok juga hadir. Ridjal Syaiful berharap, bantuan yang diberikan bermanfaat dan dapat meringankan beban anak yatim dan duafa.
“Semoga perhatian ini membawa keridaan Allah SWT. Sebagai tabungan pahala bagi kami semua dan diakui sebagai pengikut Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Amin,” ujarnya. (adv)
Editor : Ronald Fernando