Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

H.M. Rusdi Sutejo Tergerak Nyaleg setelah Banjir Dukungan Masyarakat

Ronald Fernando • Kamis, 13 April 2023 | 15:40 WIB
PIMPINAN DEWAN: H.M. Rusdi Sutejo, yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan. (Foto: dok Pribadi)
PIMPINAN DEWAN: H.M. Rusdi Sutejo, yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan. (Foto: dok Pribadi)
Dukungan masyarakat terhadap H.M. Rusdi Sutejo untuk menjadi anggota DPRD, membuatnya luluh. Pria kelahiran Pasuruan 20 Januari 1986, ini pun memantapkan niat menjadi anggota legislatif. Sejauh ini sudah tercatat dua periode.

------------------------------------------------------------------------------------------------------

PARTISIPASI masyarakat Kalianyar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, dalam kontestasi pemilu cukup tinggi. Namun, tidak ada keterwakilan di legislatif. Kondisi ini membuat Rusdi tergerak untuk maju sebagai calon legislatif (caleg). Hingga akhirnya terpilih sebagai salah satu wakil rakyat. 

“Apalagi, Kalianyar merupakan salah satu wilayah yang rentan terjadinya banjir. Saya ingin menyuarakan aspirasi masyarakat untuk mengatasi persoalan banjir yang sebelumnya terjadi. Alhamdulillah, sekarang tidak lagi parah. Banyak program yang bergulir untuk mengatasi persoalan banjir di Kalianyar dan sekitarnya,” ujarnya.

Suami drg. Merita Ariestya Yudi ini mengungkapkan, kehidupannya sebagai politisi memang tidak bisa dilepaskan dari bekal yang didapatkan di pesantren. Pendidikan disiplin dan mandiri di pesantren, membawanya menjadi pribadi yang seperti saat ini. 

Rusdi mulai menimpa pendidikan di pesantren sejak lulus SD. Ia bersekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) 1 Tambak Beras, Jombang. Di bawah naungan Pesantren Bahrul Ulum Jombang, politisi Partai Gerindra ini menimba ilmu formal sekaligus ilmu agama.

“Dari keluarga saya tidak ada yang berasal dari pesantren. Tapi, dalam benak saya sejak kecil ada keinginan untuk mondok,” katanya.

Awalnya, Rusdi hanya berkeinginan mondok di pesantren di sekitaran Bangil atau Pasuruan. Agar tak terlalu jauh dari keluarga. Namun, akhirnya menempuh pendidikan ilmu agama di sejumlah pesantren di Jombang. 

Photo
Photo
SANTRI: H.M. Rusdi Sutejopernah mondok di naungan Pesantren Bahrul Ulum Jombang. (Foto: dok Pribadi)

Rusdi masih ingat saat awal-awal mondok. Jauh dari keluarga membuatnya merasa tak betah. Apalagi pendidikan di pesantren berbeda dengan pendidikan di sekolah. Harus menjaga kedisiplinan dan kemandirian. Seperti harus mencuci pakaian sendiri.

Bangun pagi sebelum subuh, menjadi kewajiban. Bila tidak, siap disanksi. Rusdi pernah mengalaminya. Ketika itu kelelahan, keblablasan bangun subuh. “Saya harus bersih-bersih halaman pondok,” kenangnya. 

Namun, beratnya pendidikan pondok itulah yang membuat mental dan karakternya kuat seperti sekarang. Dari yang semula tidak betah, lambat laun merasa nyaman dan kerasan. Ketika lulus MTs, Rusdi juga meneruskan pendidikannya di pesantren. Menempuh pendidikan SMA di Ponpes Darul Ulum Peterongan, Jombang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ponpes Njoso.

Di pesantren ini, Rusdi belajar banyak hal. Tidak hanya pendidikan umum ataupun agama, tetapi juga aktif di organisasi. “Saya terlibat dalam OSIS dan MIPA untuk lomba di sekolah,” ujar bapak tiga anak ini. 

Pada 2004, Rusdi menuntaskan pendidikan tingkat SMA. Kemudian melanjutkan studinya di salah satu universitas swasta di Kota Surabaya. Mengambil jurusan ekonomi. Lulus pada 2009, ia memilih berwirausaha. Berbisnis di bidang perikanan. Jual beli udang dan perikanan lainnya. 

Pada 2014, banyak warga Kalianyar, Kecamatan Bangil, yang menghendakinya maju sebagai anggota DPRD. Alasannya, partisipasi warga Kalianyar cukup tinggi dalam setiap kontestasi pemilihan. Sayang kala itu tidak ada perwakilan dari Kalianyar.

“Apalagi, persoalan banjir menjadi hal yang terjadi terus menerus. Hal ini yang membuat saya tergerak untuk memperjuangkan aspirasi warga. Agar persoalan banjir bisa diatasi,” ujar lelaki 37 tahun ini.

Rusdi terjun ke dunia politik praktis diawali dengan menjadi kader Partai Gerindra. Rusdi memiliki alasan tersendiri bergabung dengan partai besutan Prabowo Subianto. Ada kaitannya dengan almarhum K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Ketika memilih partai, saya memilih pimpinan partai tersebut. Gus Dur pernah menyampaikan, orang yang paling ikhlas adalah Pak Prabowo. Itu alasan saya memilih Partai Gerindra,” ujar pria yang mengaku sebagai muhibbin Gus Dur ini.

Putra pertama dari tiga bersaudara pasangan HM. Sutrisno Umar dan Hj. Siti Masliha Hasbullah, ini menjadi anggota DPC Partai Gerindra Kabupaten Pasuruan. Juga menduduki Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) pada tahun 2014. Dari partai berlogokan kepala garuda ini, Rusdi kemudian maju sebagai calon anggota legislatif pada pileg 2014.

Hasilnya, masyarakat benar-benar mendukungnya. Saat itu, ia menjadi pemilik suara individu tertinggi dalam pileg Kabupaten Pasuruan. Karena itu, dengan lapang melenggang ke kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. Kala itu, ia juga didapuk sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan. 

Lima tahun kemudian, dalam Pileg 2019, Rusdi kembali maju. Hasilnya sama. Kembali dipercaya masyarakat dan menjadi pemilik suara individu terbanyak untuk pileg Kabupaten Pasuruan. 

Sejak terpilih kembali itu, karirnya di dunia politik semakin moncer. Tidak hanya dipercaya untuk menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan. Tetapi, juga didapuk menjadi Ketua DPC Gerindra. Jabatan ini diemban sejak 2022 hingga sekarang. 

“Bagi saya mondok memberi arti besar bagi kehidupan. Khususnya dalam melatih kedisiplinan dan kemandirian. Dari pondok pesantren itu pula saya bisa mendapatkan ilmu formal sekaligus ilmu agama yang jelas mempengaruhi kehidupan,” jelasnya. (one/rud/*) Editor : Ronald Fernando
#politisi santri