Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Banyak yang Buru Perhiasan Emas karena Ingin Tampil Cantik saat Lebaran

Ronald Fernando • Rabu, 5 April 2023 | 16:19 WIB
DIPILIH: Sejumlah konsumen memilih perhiasan emas di Toko Emas Nawawi, Kota Probolinggo. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
DIPILIH: Sejumlah konsumen memilih perhiasan emas di Toko Emas Nawawi, Kota Probolinggo. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
MAYANGAN, Radar Bromo - Menjelang Lebaran 1444 Hijriah, sejumlah toko emas di Kota Probolinggo ramai pembeli. Tidak hanya ingin membeli perhiasan emas, ada juga yang menjual untuk kebutuhan hari raya.

Rata-rata mereka yang membeli karena ingin terlihat cantik dan berbeda saat Lebaran. Apalagi, sudah menjadi tradisi saat hari raya semua yang dimiliki harus serba baru. Seperti yang diungkapkan Aminah, 42, warga Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Ia mengaku biasa membeli emas saat menjelang Lebaran. Ini sudah dilakukannya selama beberapa tahun terakhir. Sebab, momen Lebaran identik dengan hal yang serbabaru. Tidak hanya pakaian dan perangkat salat, perhiasan emas yang digunakan juga harus baru. 

Katanya, memiliki emas baru membuatnya menjadi lebih percaya diri. “Jadi, terlihat lebih cantik. Ini sudah tradisi. Kan apa-apa harus baru. Perhiasan emas juga tidak boleh ketinggalan untuk baru. Ini juga bisa menjadi investasi,” terangnya.

Pernyataan serupa disampaikan Fatmawati, 44, warga Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Ia sudah mengagendakan jauh-jauh hari untuk membeli perhiasan emas sebagai persiapan Lebaran. “Biar lebih cantik saat momen Idul Fitri,” katanya.

Pemilik Toko Emas Nawawi Nunung Qudratilah mengatakan, harga emas saat ini relatif. Tergantung model. Emas 70 persen harganya Rp 700 ribu dan emas 85 persen bisa Rp 800 ribu per gram.

Hingga minggu kedua Ramadan, kata Nunung, pembeli meningkat. Tapi, tidak terlalu signifikan. Justru yang meningkat mereka yang hendak menjualnya. “Kalau dari pengalaman tahun lalu, pembeli mulai ramai pada minggu ketiga. Sekarang lebih banyak yang jual. Pembeli ada peningkatan, tapi paling 10 persen,” katanya.

Photo
Photo
RAMAI: Suasana di Toko Emas Gajah, (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Kondisi berbeda terjadi di Toko Emas Gadjah. Pembelinya meningkat hingga 40 persen dibanding sebelum Ramadan. Sebelum Ramadan, pembeli rata-rata 50 orang per minggu. Kini, bisa mencapai 75 orang. 

Rata-rata yang dibeli emas muda. Harganya relatif lebih murah. Emas muda enam karat dihargai Rp 380 ribu dan delapan karat Rp 461 ribu per gram. Sedangkan, emas sembilan karat Rp 476 ribu dan emas tua, Rp 755 ribu per gram.

“Emas muda ini rata-rata naik Rp 10 ribu dari sebelum Ramadan. Kalau emas tua naik hingga Rp 20 ribu. Yang jual dan yang beli sama banyaknya. Ya karena mau Lebaran,” ujar Kepala Toko Emas Gadjah Muhammad Usman Buali. (riz/rud) Editor : Ronald Fernando
#beli emas #emas perhiasan