------------------------------------------------------------------------------------------------------
SEJUMLAH lokasi takjil di Kota Probolinggo diserbu pembeli. Mereka berburu makanan dan minuman untuk santapan saat berbuka puasa. Tidak hanya lauk pauk, ada pula warga yang sengaja membeli makanan ringan.
Rata-rata keuntungan mereka naik hingga lipat dua dibanding hari-hari biasa. “Kalau hari biasa cuma dapat Rp 60 ribu. Selama dua hari Ramadan, dapat Rp 120 ribu. Jualannya sama setelah Asar,” ujar salah seorang penjual es di Jalan Argopuro, Hanifah. Esnya dibandrol Rp 5.000 per porsi.
Adanya penjual takjil ini membuat sejumlah warga terbantu. Terutama mereka yang mempunyai kesibukan dan tak sempat memasak di rumah. “Kalau memasak, butuh waktu. Saya pagi udah berangkat kerja, lebih efisien dengan membeli saja. Jadi tinggal masak nasi,” kata salah seorang pembeli takjil asal Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Ani.
Tak hanya di Kota Probolinggo, di Kabupaten Probolinggo, penjual takjil juga menjamur. Mereka bisa ditemui di Alun-alun Kraksaan, Pasar Paiton, dan Masjid Pajarakan Land. Termasuk di sisi timur Jembatan Pancarglagas, Desa/Kecamatan Pakuniran.
“Setiap Ramadan pasti ada penjual dadakan. Semuanya murni dari warga sekitar sini. Ada yang jual lauk pauk dan minuman. Ada juga buah-buahan hasil panen warga. Seperti di Pakuniran ini ada durian. Sekarang masih musim,” ujar salah satu warga Pakuniran, Mahdi.
Bazar takjil yang cukup ramai pengunjung di Alun-alun Kraksaan. Para pedagang merupakan pemilik UMKM dan pedagang kaki lima. Bukan pedagang dadakan. Mereka dikoordinasi oleh Paguyuban Pedagang Kaki Lima Kraksaan. “Ada 130 pedagang. Mulai dari PKL maupun UMKM. Kebanyakan mereka dari Kraksaan. Sehari pengunjung yang datang bisa sampai 1.000 orang,” ujar Ketua Panitia Bazar Takjil, Moh. Fauzi. (riz/mu/zen/rud)
Siapkan Bazar Sampai Menjelang Lebaran
PEDAGANG takjil terus bermunculan. Bahkan, ada yang disiapkan khusus oleh pemerintah. Seperti di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya di Alun-alun Kraksaan.
Bazar yang diisi sejumlah UMKM dan PKL ini, selalu ramai pembeli. Rencananya akan dibuka hingga 25 Ramadan. “Lima hari sebelum Hari Raya (Idul Fitri) sudah tidak ada lagi,” ujar Ketua Panitia Bazar Takjil Moh. Fauzi.
Di bazar ini tercatat ada 130 pedagang. Tidak hanya pedagang kuliner, juga ada pedagang kain dan sejumlah pemilik usaha permainan anak.
Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Kabupaten Probolinggo Mahdinsareza mengatakan, warga cukup antusias mendapati adanya bazar Ramadan. Kondisi ini dapat meningkatkan sektor perekonomian. “Antusiasme masyarakat sangat tinggi,” ujarnya.
Di Kota Probolinggo, belum dibuka bazar khusus. Pemkot baru akan memulainya pada 27 Maret sampai 14 April. Kepala DKUP Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, ada 100 pedagang yang akan ditampung dalam bazar ini. Serta, 20 pedagang akan berpartisipasi dalam pasar murah. Mereka akan berjualan di Alun-alun Kota Probolinggo. (riz/rud)
Jangan Berlebihan Menyantap Takjil
TAKJIL identik dengan makanan manis yang disantap saat berbuka. Jenisnya beragam. Mulai dari kolak, kue manis, makanan berlemak, hingga minuman dingin. Tujuannya, melepaskan dahaga usai seharian berpuasa.
Dokter spesialis penyakit dalam Novita Lavi mengatakan, soal takjil yang sehat, Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan dengan kebiasaan mengonsumsi kurma berjumlah ganjil saat berbuka puasa. Saat berbuka, tubuh membutuhkan makanan yang dengan cepat memberikan energi. Kurma adalah pilihan yang tepat.
Ditinjau dari segi medis, kata Novita, kurma mengandung berbagai elektrolit yang dibutuhkan tubuh. Juga tinggi serat. Salah satunya kalium yang dibutuhkan untuk gerak otot. Kalori per biji kurma sekitar 20 sampai 40 kkal.
“Bila takjil mendapatkan porsi 10 sampai 20 persen dari total asupan kebutuhan kalori per hari, maka kita bisa mengonsumsi empat sampai lima biji kurma per hari,” ujar perempuan asal Jalan Brantas, Kecamatan Kademangan, ini.
Namun, bagi penderita penyakit diabetes melitus, harus berhati-hati. Mengonsumsi kurma berlebihan akan memicu lonjakan gula darah. Bagi penderita gagal ginjal, membatasi makanan yang mengandung kalium untuk mencegah gangguan fungsi otot jantung.
Takjil yang sehat, selain pengolahannya yang bersih, kandungan dan jumlahnya juga harus diperhatikan. Pilihan takjil sebaiknya memiliki sumber energi yang cukup. Mengandung banyak air dan mengandung serat. Seperti semangka, pepaya, atau pisang.
Hindari makanan yang menghasilkan gas di saluran cerna. Misalnya, buah plum, pir, jamur, atau kembang kol. Olahan takjil yang mengandung banyak lemak, minyak, dan santan juga sebaiknya diperhatikan. Karena dapat menstimulasikan produksi asam lambung yang berlebih.
Lambung akan lebih sensitif dalam merespons jenis makanan yang masuk saat berbuka usai tidak terisi seharian. Kalori per takaran saji sebaiknya diperhatikan untuk menghindari lonjakan berat badan saat Ramadan.
Terlepas dari sudut pandang medis, ditinjau dari kacamata Islam, sebaik-baiknya berbuka adalah tidak berlebihan. Baik dari jumlah, jenis, dan kandungan. Sebaiknya dikonsumsi secukupnya. Demi menghindari gangguan kesehatan selama Ramadan.
“Dengan menjaga pola makan saat sahur dan berbuka, menyesuaikan jam tidur, asupan cairan yang cukup, serta aktivitas fisik teratur,” ujar dokter yang praktik di Apotek Sumber Baru ini. (riz/rud)
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lokasi Pasar Takjil di Probolingo dan Pasuruan
------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Kota Probolinggo
Jalan Argopuro
Jalan Maramis
Jalan Cokroaminoto
Jalan Supriyadi
Jalan Basuki Rahmat
Alun-alun Kota Probolinggo
------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Kabupaten Probolinggo
Alun-alun Kraksaan
Rest Area Tongas
Sub Terminal Jorongan
Pasar Paiton
Masjid Pajarakan Land
Jembatan Pancarglagas, Pakuniran
------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Kota Pasuruan
Jalan Bangilan
Jalan Dipenogoro
Jalan Raden Patah
Jalan Sultan Agung
Jalan Margo Utomo
------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Kabupaten Pasuruan
Sekitar Pasar Gondanglegi, Beji
Kawasan Alun-alun Bangil
Jalan Kancil Mas, Kalirejo, Bangil
jalan Pandean, Kiduldalem, Bangil
------------------------------------------------------------------------------------------------------
*) Data sebagian dari pantau Jawa Pos Radar Bromo Editor : Ronald Fernando