Tidak hanya Gubernur Jatim. Festival itu juga dihadiri ulama KH Anwar Zahid. Di tengah 300-an anggota komunitas VW dan Vespa dari seluruh Jatim, kiai asal Kabupaten Bojonegoro itu memimpin doa sekaligus menyampaikan kesan kepada komunitas VW dan Vespa.
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf juga menyampaikan sambutannya. Dia meminta maaf atas persiapannya yang belum sempurna. Sebenarnya, lanjut dia, acara ini akan ditempatkan di Gedung Kesenian. Namun, karena persiapan belum benar-benar matang, akhirnya acara dipindah di Gradhika.
”Di sini juga terbatas dan peserta juga ada yang di luar. Untuk itu saya mohon maaf,” katanya.
Gus Ipul menambahkan, dirinya sangat bangga dengan semangat komunitas VW dan Vespa yang ikut menyemarakkan HUT Pemprov Jatim di Kota Pasuruan.
Salah satu anggota VW, Jimmi Eka Pratama, 40, mengungkapkan bahwa susah senang itu dirasakan bersama oleh para anggota. Jadi, dengan adanya momen seperti ini, solidaritas dan loyalitas antar anggota komunitas terjalin.
”Saat di jalan, di mana pun, kita adalah teman. Baik di Indonesia maupun di luar negeri,” ujar warga Pamekasan itu.
Hal senada diungkapkan Ketua Komunitas VW Sidoarjo sekaligus anggota komunitas Vespa Frans Lintin, 53. Dia menyatakan banyak hikmah yang dipetik saat mengikuti komunitas VW dan Vespa ini. Sejak tahun 2009, dirinya selalu mendapat teman dari berbagai daerah. Apalagi ada even seperti ini.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyatakan saat ini mereka (Komunitas VW dan Vespa) akan melakukan berbagai kegiatan di Jatim. Ini juga bagian dari rangkaian peringatan HUT K-77 Pemprov Jatim. Sebelumnya, mereka minta bisa langsung mengadakan konvoi ini saat bertemu di Kota dan Kabupaten Madiun.
”Mereka menyampaikan, ’Bu, apa boleh kita bikin konvoi kayak gini, tapi dilepas di Gradhika?’ Saya pun mengiyakan,” jelasnya.
Kemudian, Gubernur Khofifah pun menghubungkan mereka dengan Gus Ipul dan Gus Muhdlor, bupati Sidoarjo. Transit pertama mereka di Pendapa Delta Wibawa Sidoarjo. Kemudian, berlanjut ke Gradhika Kota Pasuruan serta Pandaan Kabupaten Pasuruan. (mg/far) Editor : Jawanto Arifin