Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cara Meluapkan atau Mengendalikan Amarah agar Tidak Memicu Penyakit

Jawanto Arifin • Sabtu, 25 Juni 2022 | 20:21 WIB
KENDALIKAN EMOSI: Yoga dipercaya bisa menjadi metode untuk mengendalikan emosi sekaligus menjadikan tubuh sehat dan bugar. (Foto M. Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)
KENDALIKAN EMOSI: Yoga dipercaya bisa menjadi metode untuk mengendalikan emosi sekaligus menjadikan tubuh sehat dan bugar. (Foto M. Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)
BERBAGAI problema menjadi kendala. Beragam kesulitan kerap menghadang. Bermacam keadaan sering tidak sesuai keinginan. Amarah pun tak menyelesaikan masalah. Bagaimana menyikapinya?

Amarah merupakan bagian dari emosi yang dimiliki semua orang. Sama halnya dengan senang, sedih, cemas, dan sebagainya. Tetapi, tahukah Anda bahwa amarah yang berlebihan bisa berdampak buruk. Ada berbagai risiko kesehatan yang bisa terjadi akibat sering marah-marah. Risiko itu muncul dalam berbagai tingkatan. Dari yang tingkatannya rendah hingga tinggi.

  1. Meningkatkan Risiko Stroke
    Anda sebaiknya lebih waspada bila mulai merasa sering marah-marah. Sebab, emosi yang tidak terkendali itu bisa meningkatkan risiko stroke. Saat ledakan amarah terjadi, bisa memicu pendarahan di dalam otak.

  2. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
    Sering marah-marah juga bisa berakibat buruk pada kesehatan jantung. Amarah yang berlebih bisa memicu perubahan fisiologis yang memengaruhi darah. Efeknya dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Kondisi itu diakibatkan hormon stres yang terpacu saat marah. Sehingga adrenalin memacu detak jantung lebih cepat. Tekanan darah pun naik.

  3. Merusak Paru-Paru
    Peningkatan hormon stres saat marah bisa menimbulkan peradangan pada saluran pernapasan. Sehingga kualitas paru-paru orang yang sering marah-marah cenderung lebih buruk.

  4. Mudah sakit


Selain menyebabkan depresi, sering marah-marah juga membuat seseorang lebih rentan sakit. Karena memori dari pengalaman yang memicu kemarahan bisa memicu penurunan kadar antibodi. Padahal, antibodi merupakan garda pertahanan pertama dalam melawan infeksi.



Dengan berbagai risiko kesehatan akibat sering marah tersebut, tidak mengherankan bila orang tua kita dulu selalu mewanti-wanti. ”Jangan marah-marah, nanti cepat tua.” Mengapa? Kondisi saat seseorang marah atau emosional bisa memicu banyak otot wajah untuk bekerja. Misalnya, dahi yang mengeryit.

Di sisi lain, meluapkan amarah ternyata juga tidak melulu berdampak negatif. Bahkan, ada penelitian yang menyebutkan, dengan mengekspresikan amarah tubuh bisa menjadi lebih baik. Sebab, emosi negatif yang dikeluarkan membuat diri kita lebih peka dan membuat kemampuan kognitif otak meningkat.

Berbagai sumber menyebutkan, beberapa manfaat yang bisa didapat dari meluapkan amarah. Misalnya, kemampuan berpikir menjadi lebih tajam, semakin mengenali diri sendiri, serta merasa lebih nyaman dan bahagia.

Photo
Photo
KENDALIKAN EMOSI: Yoga dipercaya bisa menjadi metode untuk mengendalikan emosi sekaligus menjadikan tubuh sehat dan bugar. (Foto M. Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Yoga Bisa Menjadi Pilihan

Bagaimana meluapkan amarah agar tidak berdampak negatif? Perlu diketahui bagaimana seharusnya teknik dan media meluapkan amarah. Agar kemarahan tidak berisiko buruk terhadap kesehatan. Caranya bisa dengan hal-hal yang sederhana. Bila sudah merasa kesal dan diselimuti amarah, cobalah menarik napas panjang. Lakukan berkali-kali sehingga emosi negatif berkurang. Cara lainnya adalah mendinginkan tubuh. Anda bisa membasuh muka untuk memberikan sensasi dingin terhadap tubuh yang memanas karena amarah.

Di samping itu, meluapkan amarah juga bisa dilakukan dengan berbagai aktivitas fisik.



Sebagian orang memiliki sansak untuk melatih fisik sekaligus sasaran ketika amarah sedang meletup. Dengan cara ini, Anda bisa meluapkan kemarahan tanpa menyinggung perasaan orang lain. Manfaat lainnya tentu tubuh lebih sehat.

Selain itu, ada juga cara untuk meluapkan amarah. Yakni, melakukan yoga secara rutin. Sebab, yoga merupakan olahraga tubuh dan pikiran. Dengan menggabungkan latihan pernapasan, meditasi, serta gerakan yang dirancang untuk memberikan efek rileks dan mengurangi stres.

Ely Erlina Arianti misalnya, sudah beberapa tahun terakhir mengikuti yoga. Olahraga yang satu itu disebutnya bukan sekadar menjadi olahraga, tetapi juga media mengenali diri sendiri serta mengukur kemampuan diri.

Menurut Ely, melakukan yoga bisa bermanfaat untuk menurunkan stres, meningkatkan kesehatan jantung, menambah kekuatan tubuh dan kualitas hidup, serta memperbaiki pernapasan. Kemudian memperbaiki postur tubuh, menjaga berat badan ideal, dan membuat pola makan lebih sehat.

”Jadi nggak cuma mengolah fisik saja, tetapi juga jiwa dan pikiran. Menjadi lebih sehat, happy, dan damai,” katanya. (busthomi-dari berbagai sumber) Editor : Jawanto Arifin
#mengendalikan amarah #yoga