Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bagaimana Memahami Sudut dan Angle Pengambilan Foto?

Jawanto Arifin • Sabtu, 18 September 2021 | 22:00 WIB
Zainal Arifin/Radar Bromo
Zainal Arifin/Radar Bromo
Oleh: Zainal Arifin, Fotografer Jawa Pos Radar Bromo




SALAH satu teknik agar foto kita lebih menarik adalah menempatkan objek pada sepertiga bagian dari bidang foto (rule of third). Dalam dunia fotografi, bidang foto dibagi menjadi sembilan bagian yang sama. Pengambilan foto dengan aturan 1/3 bagian akan memunculkan kesan foto artistik.

Tidak hanya perlu mengerti teknik tersebut. Seorang fotografer juga harus tahu di mana dia harus berdiri. Artinya, fotografer harus mengerti sudut pengambilan seperti apa untuk mengabadikan suatu objek atau momen.

Berikut beberapa teknik pengambilan gambar yang harus dilakukan dari sudut-sudut pemotretan (angle).

Photo
Photo
Zainal Arifin/Radar Bromo

  1. Pandangan Sebatas Mata


Teknik ini merupakan pemotretan yang paling sering atau sudah umum dilakukan. Pemotretan sebatas mata pada posisi berdiri dan hasilnya biasa saja. Sebab, umumnya kamera berada sejajar dengan subjek. Teknik ini biasanya disebut normal angle dan kebanyakan dilakukan untuk hal-hal yang bersifat formal.

 

  1. Pandangan Burung (Bird Eye Viewing)


Ini teknik memotret dari atas objek. Memberikan kesan merendahkan objek. Biasanya digunakan untuk memotret lokasi atau landscape (pemandangan). Juga untuk memperlihatkan ekspresi kepolosan bagaimana anak kecil saat memandang dunia. Perubahan perspektif yang ditimbulkan tampak jelas karena pengambilannya dari atas. Biasanya disebut dengan mata elang.

Photo
Photo
Zainal Arifin/Radar Bromo

  1. Pemotretan Dilakukan dari Bawah (Low Angle Camera)


Teknik pengambilan angle ini menimbulkan kesan objek sebagai sosok pribadi yang besar, tinggi, kokoh, angkuh, dan berwibawa. Biasanya digunakan untuk pemotretan panggung, orang pidato di atas mimbar, atau foto bangunan.

 

  1. Pandangan Sebatas Mata Katak (Frog Eye Viewing)


Pada teknik ini, posisi kamera diarahkan ke atas, tetapi mendatar dan dilakukan sambil tiarap. Teknik memotret dengan cara mengangkat kamera tinggi-tinggi dengan kedua tangan tanpa membidik atau high handheld position. Pemotretan seperti ini sering dilakukan untuk memfoto keramaian atau menembus kerumunan. (*) Editor : Jawanto Arifin
#sudut foto #angle foto #klinik fotografi