Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Polres Turunkan Tim, DLH Pastikan Busa di Kaliputih Akibat Limbah B3

Fandi Armanto • Kamis, 29 Oktober 2020 | 11:25 WIB
TERCEMAR: Busa di Kaliputih yang dipenuhi busa. Inset: Sejumlah drum berisi gliserin ditemukan di eks gudang PT Klampis Ireng, di dekat kolam penampungan air cucian drum di Desa Sumbersuko. (Foto: DLH Kabupaten Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)
TERCEMAR: Busa di Kaliputih yang dipenuhi busa. Inset: Sejumlah drum berisi gliserin ditemukan di eks gudang PT Klampis Ireng, di dekat kolam penampungan air cucian drum di Desa Sumbersuko. (Foto: DLH Kabupaten Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)
GEMPOL, Radar Bromo- Tercemarnya Sungai Kaliputih, di Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, pertengahan Agustus lalu, ternyata telah diselidiki Polres Pasuruan. Namun, sampai kejadian kali kedua, Selasa (27/10) lalu, penyidik belum menetapkan siapa yang harus bertanggung jawab.

Setelah kejadian kali kedua, Polres Pasuruan, kembali menurunkan tim ke lapangan melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter). Mereka mengecek sungai dan mendatangi gudang eks pabrik PT Klampis Ireng, yang enjadi tempat pemicu munculnya busa.

“Kasus pencemaran lingkungan ini dalam proses lidik (penyelidikan). Baik kejadian yang pertama maupun kedua masih berjalan,” ujar Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adrian Wimbarda.

Dalam kasus ini, Adrian mengaku sudah memeriksa penyewa gudang eks PT Klampis Ireng, Ali. Warga Jombang, itu pernah menggunakan gudang eks PT Klampis Ireng, sebagai tempat pencucian drum bekas gliserin atau deterjen. Sampai kemarin, ia masih berstatus sebagai saksi.

“Belum ada yang kami tetapkan tersangka maupun ditahan dalam kasus ini. Proses lidik tidak sebatas hanya pada pemilik usaha cucian drum, tetapi sekaligus kami usut asal muasal drum. Isinya masuk kategori limbah B3 (bahan berbahaya beracun). Mestinya tidak bisa diperjual belikan bebas,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan, menurutnya, pada kejadian pertama, busa yang mengalir ke Sungai Kaliputih, berasal dari luberan kolam penampungan air bekas cucian drum saat hujan. Sehingga, tumpah ke sungai yang berada di sisi timur kolam penampungan.

Sedangkan, kejadian kedua, dari penelusuran tim di lapangan, berasal dari sejumlah drum yang tidak ditutup. Sehingga, tumpah dan mengalir ke Sungai Kaliputih. Karenanya, Sungai Kaliputih, kembali berbusa.

“Penyebabnya dari sumber yang sama, tapi beda kronologinya. Ini terus kami dalami dan ke depan akan melibatkan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Pasuruan, untuk uji sampling serta lain-lain,” katanya.

Terpisah, Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Farianto mengatakan, setelah kejadian pertama, pihaknya langsung mengeluarkan sanksi penutupan tempat usaha. Serta, aktif melakukan pengawasan secara berkala. Selama pengawasan, tidak didapati adanya aktivitas pencucian drum bekas berisi gliserin.

“Sanksi penutupan tempat usaha sudah kami lakukan, tapi untuk administrasi dan lainnya masih belum. Karena kasusnya masih dalam proses penyelidikan Satreskrim Polres Pasuruan,” ujarnya.

Untuk kejadian yang kedua, Heru mengatakan, berasal dari lokasi yang sama. Itu terjadi karena proses pembersihannya belum maksimal. Sehingga, ketika hujan kembali menimbulkan busa.

Ia memastikan, limbah jenis gliserin termasuk kategori limbah B3. Aturan penanganannya harus dilakukan permbersihan secara menyeluruh. “Sampai saat ini TKP masih di-police line. Pemilik usaha pencucian drum ini dalam proses penanganan di Polres Pasuruan. Sehingga, kami masih harus menunggu hasil proses yang ditangani Polres Pasuruan,” jelasnya.

Rabu (28/10), Sungai Kaliputih, belum bebas dari busa. Di sejumlah titik masih terlihat busa yang cukup melimpah. Namun, tidak separah sehari sebelumnya. (zal/rud)

  Editor : Fandi Armanto
#sungai tercemar busa #kaliputih berbusa #sungai tercemar limbah #pemkab pasuruan #kali tercemar busa #kaliputih gempol