Kedua pekerja yang meninggal ditemukan dalam kondisi terpanggang di salah satu areal pabrik yang terbakar.
Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono menjelaskan, setelah memadamkan api dan sterilisasi lokasi kebakaran, polisi dibantu tim petugas pemadam kebakaran (damkar) berhasil mengevakuasi jasad dua pekerja PT. Jawa Lily Furniture.
Kedua korban meninggal sama-sama warga Kabupaten Probolinggo. Yaitu, Hosriati, 29, warga Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto dan Nurhofifah, 19, warga Dusun Klampekan, Desa Mentor, Kecamatan Sumberasih.
Tubuh kedua karyawati itu ditemukan meninggal dengan luka bakar parah. Bahkan wajahnya tidak dikenali. Jasad keduanya ditemukan di dua titik berbeda, di bawah reruntuhan puing kebakaran ruang finishing PT. Jawa Lily Furniture.
“Korban meninggal akibat terjebak api di ruang finishing. Ada dua orang yang meninggal,” terang AKP Heri.
Selain itu, seorang karyawan mengalami luka bakar serius. Yaitu, Budi Eko Prasetyo. Budi menjalani perawatan di Puskesmas Wonomerto kemarin.
Selanjutnya, dua jasad korban meninggal dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo untuk diotopsi. Kedua jasad korban diangkut ke kamar jenazah menggunakan satu ambulans.
Sayangnya, sampai berita ini ditulis PT Jawa Lily tidak mau memberikan keterangan apapun tentang kebakaran yang terjadi. Pintu gerbang pabrik ditutup rapat selama proses pemadaman dilakukan, Rabu (30/9) siang.
Wartawan tidak boleh masuk atau mendekat ke lokasi pabrik. Hanya petugas damkar, petugas Kepolisian dan TNI yang boleh masuk.
Kebakaran sendiri diketahui terjadi pukul 08.30. Sumber api yang membakar pabrik disebut berasal dari bagian finishing.
“Sebelum api berkobar, sempat terdengar suara ledakan di bagian finishing,” terang Sri Wahyuni, 22, pekerja asal Desa Sepuh Gembol, Kecamatan Wonomerto.
Mendengar suara ledakan yang diikuti kobaran api, sejumlah pekerja langsung berhamburan keluar. Termasuk dirinya. “Soal kejadian pastinya, saya kurang tahu. Soalnya saya di bagian veneer gudang A,” imbuhnya.
Baca Juga: Blarr, Pabrik Kayu di Wonomerto Terbakar, 2 Tewas
DA, 22, salah satu pekerja di bagian finishing menjelaskan, bagian finishing bersebelahan dengan bagian packing. Dua bagian ini ada dalam satu gedung dengan luas sekitar 300 meter persegi.
Pekerja di bagian finishing ada sekitar 80 orang dan tidak ada sistem shift. Mereka semua masuk pukul 06.30 dan pulang pukul 18.00.
“Saat kebakaran terjadi menurut DA, semua pekerja berlarian keluar. Namun, dua teman tidak ditemukan dan tidak terlihat,” terang perempuan asal Pohsangit Lor itu.
Dua pekerja yang dimaksud DA tidak lain Hosriati dan Nurhofifah. Bahkan, lanjut DA, orang tua Hosriati dan Nurhofifah kemarin datang ke pabrik. Mereka mendapat informasi bahwa pabrik kebakaran. Mereka pun berusaha menelepon keduanya, namun tidak bisa dihubungi. Akhirnya, mereka datang ke pabrik untuk mengecek.
“Jadi orang tuanya datang ke sini untuk mengecek. Tapi karena kondisinya masih ruwet, jadi siapapun termasuk keluarga tidak bisa masuk,” tambah DA.
Sampai pukul 14.30, proses pemadaman masih terus dilakukan. Total ada empat mobil damkar milik Pemkot dan Pemkab Probolinggo yang memadamkan api. Mobil-mobil itu bolak-balik keluar masuk mengisi air.
Arus lalu lintas di lokasi Desa Sepuh Gembol pun mengalami kemacetan panjang. Warga sekitar dan pengguna jalan banyak yang berhenti untuk melihat. Selain itu, pihak keluarga karyawan terus berdatangan ke lokasi kebakaran untuk memastikan keluarganya selamat.
Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono menjelaskan, saat ini produksi pengolahan pabrik kayu itu dihentikan sementara waktu. “Ya, dihentikan sementara untuk kepentingan penyelidikan,” tandas Heri singkat. (rpd/hn) Editor : Jawanto Arifin