Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Empat Ledakan Kagetkan Warga Nguling, Lalu Temukan Kotak Ini

Jawanto Arifin • Senin, 28 September 2020 | 15:11 WIB
Photo
Photo
NGULING, Radar Bromo - Satik, 43, sungguh terkejut Sabtu (26/9) siang itu. Tiba-tiba, suara ledakan keras terdengar dari rumahnya di Dusun Gunung Bukor, Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Tidak hanya sekali, tapi beberapa kali.

Satik yang sedang santai di teras rumahnya pun panik. Karena tinggal di dekat Kolatmar TNI AL Grati, dia pun menduga sedang ada latihan di sana. Maka, Satik cepat-cepat masuk ke dalam rumahnya. Dia takut dirinya terkena peluru nyasar.

"Saya mendengar empat kali suara ledakan Sabtu siang itu. Ledakannya keras sekali. Kami khawatir ada peluru nyasar dan kena warga," ungkapnya.

Tidak hanya Satik. Warga lain di dusun setempat juga mendengar suara ledakan yang sama, antara pukul 13.00 - 14.00. Kurang lebih ada empat kali ledakan yang warga. Bahkan, banyak anak kecil yang menangis ketakutan gara-gara mendengar suara ledakan itu.

Setelah bunyi ledakan tak lagi terdengar, warga berinisiatif mencari asal suara. Sekitar 500 meter dari pemukiman, warga menemukan tabung yang diduga tempat mortir. Tidak hanya satu, tapi empat. Tabung itu ditemukan di tegalan, masuk RT 28 dan RT 29/ RW 12.

Photo
Photo
LOKASI LATIHAN: Sebelumnya warga juga mendengar ada ledakan sebanyak 4 kali pada Sabtu (26/9) lalu. (Foto: Istimewa)

Ada empat warga yang beriniatif mencari sumber suara ledakan itu. Yaitu, Satik, Sami, Alif Imanuddin dan Sumarto.

Sebelum mendatangi tegalan, Alif langsung mencari informasi tentang suara ledakan itu. Dia lantas bertemu Bebun, 50, warga setempat. Pada dirinya Bebun bercerita bahwa prajurit TNI AL sedang latihan.

“Pak Bebun cerita ada prajurit TNI AL yang sedang buang air ke toilet. Prajurit ini bilang ke Pak Bebun bahwa sedang ada latihan," sebut Alif

Pada Alif, Bebun mengaku melihat saat prajurit TNI AL sedang latihan. Mereka melepaskan tembakan senjata. Kebetulan saat itu, Bebun yang seorang juru kunci makam sedang membersihkan makam di Dusun Gunung Bukor. Jaraknya sekitar berjarak 200 meter dari lokasi latihan. Ia melihat ada empat senjata yang diduga mortir, ditembakkan oleh TNI AL.

Dari informasi ini, Alif bersama tiga warga lain mendatangi lokasi tegalan. Di sana, mereka menemukan empat tabung berukuran besar. Warga menduga, tabung itu tempat mortir. Saat ini, empat tabung itu dibawa oleh keempat warga tersebut. Yaitu Alif, Satik, Sami dan Sumarto.

"Menurut saksi (Bebun) yang tahu, senjata dilepaskan ke arah utara agak ke barat. Senjata meluncur jauh ke atas. Namun, yang terakhir gagal meluncur dan jatuh dekat dengan tempat peluncuran berjarak sekitar 100 meter. Ini kan sangat membahayakan," jelas Alif.

Menurutnya, warga takut kejadian peluru nyasar yang terjadi di Desa Wates dan Desa Pasinan, Kecamatan Lekok akan kembali terjadi.

“Kami berharap, tidak ada lagi latihan di dekat areal permukiman warga. Sebab, hal ini sangat membahayakan,” tuturnya.

Sementara itu Camat Nguling, Bunardi menjelaskan, saat ada latihan militer TNI AL, pihak kecamatan dan desa biasanya diberi surat pemberitahuan oleh TNI AL. Surat ini menjelaskan tentang lokasi dan jam latihan militer.

Biasanya, di surat juga diminta agar warga tidak mendekati areal latihan dan menjaga jarak aman. Termasuk, latihan militer yang digelar Sabtu (26/9), juga ada pemberitahuan dari TNI AL.

"Kami dari kecamatan dan pihak desa selalu diberitahu kalau ada latihan militer oleh TNI AL. Pemdes yang biasanya menindaklanjuti dengan menyampaikan langsung ke warga agar mereka tahu ada latihan militer TNI AL," sebut Bunardi.

Jawa Pos Radar Bromo sendiri sudah berupaya meminta keterangan dari pihak Kolatmar TNI AL Grati. Yaitu pada Pasi Intel Kolatmar TNI AL Grati, Letkol Marinir Suprihatin. Namun, telepon dan pesan pendek dari wartawan media ini yang ditujukan padanya, belum direspons. (riz/hn) Editor : Jawanto Arifin
#makolatmar #uniwara #puslatpur tni al #tni al