Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kenalkan Wisata Kab Probolinggo lewat Lomba Layang-Layang Hias

Jawanto Arifin • Senin, 28 September 2020 | 15:06 WIB
Photo
Photo
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menarik pengunjung dan mengenalkan potensi wisata. Salah satunya dengan mengadakan perlombaan yang dapat diikuti masyarakat umum. Seperti yang dilakukan Dinas Pemuda Olaharaga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo.

----------------

KABUPATEN Probolinggo memiliki potensi wisata yang tersebar di seluruh wilayah hingga pelosok desa. Salah satunya di Kecamatan Krucil dan Tiris yang saat ini secara bertahap terus dikembangkan oleh Disporaparbud Kabupaten Probolinggo.

Dalam proses pengembangan, upaya promosi terus gencar dilakukan. Seperti dengan menggelar Lomba Layang-Layang Hias di Rest Area Desa Betek, Kecamatan Krucil, Sabtu (26/9) lalu.

Lomba layang-layang dipilih dengan pertimbangan, layang-layang merupakan olahraga sekaligus hobi yang banyak digandrungi masyarakat ketika musim kemarau. Mulai anak-anak hingga dewasa banyak yang menyukai layang-layang.

Tidak hanya itu, bermain layang-layang juga dapat mengasah kreativitas, terutama dalam pembuatannya. Serta, memerlukan ketangkasan agar layangan yang telah dibuat dapat mengudara dengan baik. Karenanya, kegiatan ini memiliki manfaat yang beragam, baik untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan perekonomian dari sektor wisata.

Photo
Photo
SAMBUTAN: Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto memberikan sambutan dalam pembukaan Lomba Layang-layang Hias, Sabtu (26/9).

 

“Lomba ini merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan dan mempromosikan wisata yang ada di Kabupaten Probolinggo. Harapannya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat desa,” ujar Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto.

Lomba ini juga turut diundang jajaran Forkopimda, Forkompika Krucil dan Tiris, dan tokoh masyarakat. Serta, sejumlah pihak yang turut membantu menyukseskan terselenggaranya kegiatan ini.

Photo
Photo
SUHU TUBUH: Sejumlah peserta harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh ketika memasuki area acara dan sebelum mengikuti lomba.

 

Meski masih suasana pandemi Covid-19, antuasiasme peserta dan penonton masih cukup tinggi. Karenanya, panitia menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat.

Saat memasuki areal perlombaan, peserta dan penonton diwajibkan menggunakan masker. Setelah itu, harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh. Selama perlombaan berlangsung, panitia tak henti-hentinya mengawasi dan mengimbau hadirin untuk tetap menjaga jarak dan tidak berkerumun.

Photo
Photo
CUCI TANGAN: Penonton harus cuci tangan sebelum memasuki area perlombaan. Semua ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

 

“Perlombaan betul-betul menerapkan protokol kesehatan. Pengurangan peserta dilakukan dan pelaksanaannya dilakukan secepat mungkin menghindari kerumunan yang berlebihan,” ujar Sugeng.

Photo
Photo
Tepat pukul 09.00, lomba dimulai. Ada tujuh tim yang terdiri dari 21 peserta yang bertanding. Mereka berasal dari wilayah Kabupaten Probolinggo. Mereka membawa layangan dengan berbagai corak untuk diterbangkan dilangit Rest Area Betek. Para peserta bekompetisi mengadu kreativitas dalam pembuatan layangan dan ketangkasan dalam mengendalikannya ketika berada di langit.

“Mayoritas berupa burung, barong, orang, dan abstrak. Namun, harus tetap mematuhi ukuran yang telah disepakati,” ujar salah satu juri Firman Maulana Nursafri.

Menurutnya, ada 3 poin penilaian yang dilakukan dalam Lomba Layang-Layang Hias. Pertama, penilaian bawah. Berkaitan dengan keindahan, kerapian, dan kerumitan corak layangan. Selanjutnya, berhasil mengudara dan bergerak bebas saat telah berada di awan. Terakhir, saat diturunkan harus dapat ditangkap oleh tangan peserta dan tidak boleh menyentuh tanah.

“Pada prinsipnya aspek yang dinilai kreativitas dan teknik bermain. Layangan yang baik akan mengudara dengan baik, ketika sudah berada di atas akan berdansa mengikuti ritme angin yang berhembus,” tuturnya.

Selama 2,5 jam peserta berlomba menggunakan layangan andalan serta menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Akhirnya, setelah seluruh tim menerbangkan layangan, dewan juri merekapitulasi hasil penilaiannya.

Photo
Photo
MUSPIKA: Muspika Krucil dan Tiris, Kabupaten Probolinggo, turut hadir dalam Lomba Layang-Layang Hias gelaran Disporaparbud.

 

Diputuskanlah, ada tiga peserta yang mendapatkan nilai tertinggi. Nama layangan Mbah Kliwon, dengan nomor urut 16, milik Abdul Latif, warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Paiton, menjadi juara 1.

Disusul Buto Ijo, nomor urut 14, milik Ahmad Baihaki, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kotaanyar, juara 2. Juara 3, diraih oleh layangan Covid-19, nomor urut 19, milik Pravasta Arga, warga Desa/Kecamatan Krucil.

Photo
Photo
APRESIASI: Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto menyerahkan trofi dan piagam penghargaan kepada Abdul Latif, peraih juara 1 Lomba Layang-layang Hias, Sabtu (26/9).

 

Abdul Latif mengaku telah beberapa kali mengikuti lomba layang-layang hias. Namun, pada Lomba Layang-Layang Hias dalam rangka dua tahun Nawahati ini berhasil menjadi juara dan mendapatkan hadiah utama berupa satu unit televisi 32 inchi.

“Tentu bangga bisa menjadi juara dalam lomba yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Semoga nanti kreativitas meningkat dan wisata semakin diminati pengunjung,” ujarnya.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan, para pemenang yang dibagi menjadi beberapa kategori juara, juara harapan, dan nominasi mendapatkan hadiah, trofi, dan piagam penghargaan.

“Semoga event ini menjadi pemacu kreativitas masyarakat, khususnya peserta. Kami rencanakan kegiatan serupa akan dilakukan di wilayah lain agar wisatanya dikenal serta dibanjiri pengunjung,” ujarnya. (ar/rud/adv) Editor : Jawanto Arifin
#layang hias probolinggo #pemkot probolinggo #lomba layang hias