Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Achmad Junaidi Kini Buka Warung-Jadi Pelatih

Jawanto Arifin • Minggu, 13 September 2020 | 15:30 WIB
Photo
Photo
Nama Achmad Junaidi tidak akan asing bagi para pecinta sepak bola. Pesepak bola asal Kota Probolinggo ini sempat melanglang buana ke banyak klub sebagai striker. Namun, sebelum berhenti menjadi pesepak bola profesional, ia kembali dan pensiun di Persipro.

--------------

ACHMAD Junaidi sudah tidak muda lagi. Usia bapak empat anak ini telah menginjak 48 tahun. Namun, masih terlihat bugar. Kini, ia tinggal di RT 3/RW 1, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Jun, begitu Achmad Junaidi biasa disapa, memulai karirnya sebagai pesepak bola profesional pada 1993. Ia berjuang melalui Persipro Probolinggo, ketika usianya masih 21 tahun. Dengan posisinya sebagai tukang “suntik,” ia berusaha tampil produktif. “Dari dulu posisi saya striker,” ujarnya, Sabtu (12/9).

Kelihaiannya memainkan si kulit bundar, membuat Jun dilirik tim-tim besar. Pada 1996, ia dipercaya memperkuat Persebaya Surabaya. Semangatnya semakin menggebu-gebu. Mengingat, Persebaya Surabaya merupakan salah satu tim Jawa Timur yang berada di papan atas Liga I. Setahun kemudian, Jun dipinang Mitra Surabaya.

“Di Mitra Surabaya, saya setahun. Pada 1998 hingga 2000, saya di Pupuk Kaltim, Bontang,” terangnya. Jun terus melanglang buana ke sejumlah klub. Pada 2001, dipercaya sebagai lapisan tim dari Arema Malang. Namun, selang setahun kembali ke Persebaya Surabaya. “Pada 2001 di Arema dan 2002 ke Persebaya lagi. Makanya, saya banyak kenal pemain di Arema dan juga Persebaya,” ujarnya.

Usai pindah-pindah klub di Jawa Timur, pada 2003-2005, Jun dipercaya menjadi bagian dari Perseden Denpasar. Kemudian, pada 2005 terbang ke PSM Makassar. “Pada 2006 saya di Persekapas Pasuruan dan pada 2008 di PSPS Pekanbaru. Terakhir, mulai 2011 hingga 2014, saya di Persipro,” jelasnya.

Banyak menjajaki tim, membuat pengalamannya tentang sepak bola semaki kaya. Ia mengaku bersyukur karena bisa merasakan merumput mulai dari Liga I hingga III. “Tentunya setiap liga memiliki sensasi tersendiri. Meski yang paling menarik ada di Liga I dan hal itu wajar. Sebab, Liga I termasuk kasta tertinggi,” ujarnya.

Meski pensiun jadi pemain sepak bola, Jun belum bisa lepas dari dunia sepak bola. Bahkan, pada 2015 hingga 2017, ia sempat meniti karir sebagai pelatih di PSIL Lumajang. Dilanjutkan pada 2018 di Persewangi, Banyuwangi. Mulai tahun kemarin, dipercaya sebagai pelatih di klub Polres Probolinggo Kota dan Polres Lumajang.

“Kegiatan saya cukup padat. Soalnya saya juga tergabung dalam sejumlah klub all star atau legend. Mulai dari All Star Persipro, Arema, dan Persebaya. Bahkan, ketika Persebaya all star dan Arema all star tour melawan all star daerah lain, saya juga ikut. Seperti pekan lalu saya ikut Arema all star main di Gelora Bung Tomo Surabaya,” ujarnya.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo Sabtu (12/9) siang, ia sudah bersiap berangkat ke Situbondo. Old All Star Persipro akan melawan Old All Star Situbondo. “Pukul 12 siang ini kami akan berangkat ke Situbondo. Old All Star Persipro uji coba di sana,” katanya.

Tentu kehidupan pria 48 tahun itu tak melulu tentang bola. Di rumahnya, Jun juga membuka sejumlah toko. Semula toko olahraga, namun kemudian menjadi warung makan.

“Jika mau ngopi dan ngobrol, silakan datang saja ke sini, saya temani. Apalagi mau membahas tentang sepak bola. Nanti bisa ngobrol sampai lupa waktu,” ujarnya sebelum berangat ke Situbondo.

 

Dirikan Klub Selebriti

JIWA atlet Achmad Junaidi mengalir kepada anaknya. Namun dari empat buah hatinya, tidak semunya tertarik pada sepak bola. Sejauh ini, baru anak pertama dan keempat yang mulai terlihat tertarik pada dunia olahraga.

Anak pertamanya, Salsa Billah Junaidi, 20, menekuni anggar. Sementara, Benzema Junaidi, anak keempatnya yang masih berusia 6 tahun lebih menyukai sepak bola seperti dirinya.

“Memang ayah dan kakek saya pesepak bola. Makanya saya suka sepak bola. Anak-anak, sepertinya yang suka olahraga yang pertama dan terakhir. Hanya saja yang suka bola anak saya yang terakhir ini. Setiap kali saya latihan selalu ikut. Termasuk ketika bermain bersama All Star Arema dan Persebaya,” ujarnya.

Tak mau meninggalkan sepak bola, Jun mendirikan Klub Selebriti FC. Melalui klub ini semua orang yang ingin bermain sepak bola dipersilakan bergabung. “Kami mainnya Rabu dan Sabtu sore. Bahkan, pemain Persipro yang sekarang belum ada kegiatan, ikut main bersama,” katanya.

Sebagai mantan pemain profesional dan kini jadi pelatih, Jun memiliki harapan dan motivasi kepada para pemain muda di Kota Probolinggo. Terutama untuk menjaga kebugaran. Katanya, dulu meski tidak ada liga, masih terus berlatih untuk mempersiapkan diri ketika masa liga.

“Dengan begitu, ketika menjelang liga pelatih tidak berurusan lagi dengan masalah kebugaran. Tidak lagi berbicara tentang kebugaran. Namun, sudah berbicara teknik dan lainnya,” ujarnya. (rpd/rud)

 

KARIR JUN

Pemain

1993 - Berjuang melalui Persipro Probolinggo
1996 - Persebaya Surabaya
1998-2000 - Pupuk Kaltim, Bontang
2001 - Arema Malang
2002 - Persebaya Surabaya
2003-2005 - Perseden Denpasar
2005 - PSM Makassar
2006 - Persekapas Pasuruan
2008 - PSPS Pekanbaru
2011-2014 - Persipro, Probolinggo

 

Pelatih

2015-2017 - Pelatih di PSIL Lumajang
2018 - Pelatih di Persewangi, Banyuwangi
2019 - sekarang - Pelatih di klub Polres Probolinggo Kota dan Polres Lumajang Editor : Jawanto Arifin
#persipro #achmad junaidi #pesepak bola probolinggo