Perempuan cantik yang tinggal di jalan Banjar Patoman, Desa Amadanom, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang ini, masih beruntung. Karena tabrakan dengan kendaraan besi baja itu, tak sampai merenggut nyawanya. Ia hanya menderita nyeri di punggungnya dan harus menjalani perawatan di RS Masyitoh Bangil.
Insiden nahas itu bermula, saat dirinya hendak menjemput suaminya yang bekerja di wilayah Gempol. Yola tidak sendirian mengendarai mobil Yaris nopol DK 974 JD itu. Ia bersama adiknya, Retno Ayu Adiningsih, 19. Yola duduk di kemudi. Sementara adiknya, ada disampingnya.
"Keduanya dari rumah rekannya di wilayah Pogar," sampai Kanitlantas Polsek Bangil, IPTU Yudi.
Semula, semuanya lancar. Namun, celaka itu mendatangi keduanya, saat mereka melintas di jalur perlintasan KA Pogar, Kecamatan Bangil. Diduga, ia tak menyadari kereta datang dari arah Surabaya.
Kebetulan, tidak ada palang pintu. Early warning system yang ada di perlintasan setempat pun tidak tersedia. Jarak yang dekat, membuat tabrakan tak bisa dihindarkan.
Brakkkk... Bodi belakang Yaris diseruduk KA Sri Tanjung nomor KA 303. Tabrakan keras kereta yang dimarsinisi oleh Larasandi itu, membuat mobil Yaris, langsung terepntal ke parit.
"Saat melintas di jalur KA, pengemudi Yaris diduga kurang hati-hati. Kebetulan, tidak ada palang pintu di perlintasan setempat. Dan relawan yang berjaga, sedang istirahat dan pergi makan," ulasnya saat mendampingi Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP Dwi Nugroho.
Tabrakan keras yang terjadi sekitar pukul 15.30 itu, membuat bodi belakang Yaris ringsek. Sementara, pengemudi Yaris, dilarikan ke RS Masyitoh lantaran mengalami nyeri di punggungnya. Sementara adiknya, tidak mengalami cidera. (one/fun) Editor : Fandi Armanto