Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kepala Tak Pakai Safety, Pria asal Sukorejo Tewas usai Terjatuh Dari Sepeda saat Gowes di Hutan

Fandi Armanto • Selasa, 7 Juli 2020 | 01:28 WIB
Photo
Photo
PURWODADI, Radar Bromo– Nahas menimpa Sugianto, 46. Pria asal Dusun Gendol, Desa Pakukerto, Kecamatan Sukorejo, tewas saat gowes atau bersepeda. Insiden itu terjadi Minggu (5/7) sekitar pukul 11.00 siang, dengan TKP di wilayah Perhutani, tepatnya di petak 7B KPH Lawang Timur, Desa Dawuhansengon, Kecamatan Purwodadi.

Siang itu, korban bersama sejumlah rekannya bersepeda gunung. Korban melaju dari Tutur dengan tujuan Purwodadi. Setibanya di TKP mengalami kecelakaan, di dalam kawasan hutan dan seketika itu tewas di lokasi kejadian.

“Korban jatuh dari sepedanya, saat bersepeda gunung. Kepala bagian depan mengenai setir. Saat kejadian tidak dilengkapi peralatan safety yang memadai,” ungkap Kanitreskrim Polsek Purwodadi, Aipda Moh. Daikhil Akbar.

Mengetahui korban sudah tidak bernyawa, rekan-rekan korban yang dibantu warga sekitar, sesaat kemudian membawa jasadnya ke Puskesmas Purwodadi. Tak lama berselang, dari Puskesmas Purwodadi, selanjutnya dibawah ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan.

“Tewasnya korban murni karena kecelakaan tunggal saat bersepeda gunung. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi, dan bersedia membuat surat pernyataan,” katanya.

Sementara itu, Kades Pakukerto Surateman di hubungi Jawa Pos Radar Bromo via telepon. Ia membenarkan salah seorang warganya meninggal karena kecelakaan saat bersepeda gunung.

“Korban setahu kami tiap harinya sebagai karyawan di pabrik air mineral dalam kemasan. Kecelakaan sepeda gunung sekitar pukul 11.00 siang, kemudian dimakamkan di TPU Gendol jelang sore sekitar pukul 14.30.” imbuhnya.

Sepengetahuannya saat kejadian, korban bersepeda gunung bersama enam orang rekannya. Selama ini rutin gowes tiap Minggu, touring dari satu tempat ke tempat lain. Utamanya ke medan yang agak ekstrim tuturnya.

“Jatuhnya korban saat jumping, melintas jalan yang ada gundukan tanah. Karena kepalanya membentur setir, sehingga terjadi pendarahan dimulut dan hidung,” ujarnya. (zal/fun) Editor : Fandi Armanto
#tewas usai terjatuh #bersepeda #gowes terjatuh lalu tewas #gowes #polsek purwodadi