Siang itu, korban bersama sejumlah rekannya bersepeda gunung. Korban melaju dari Tutur dengan tujuan Purwodadi. Setibanya di TKP mengalami kecelakaan, di dalam kawasan hutan dan seketika itu tewas di lokasi kejadian.
“Korban jatuh dari sepedanya, saat bersepeda gunung. Kepala bagian depan mengenai setir. Saat kejadian tidak dilengkapi peralatan safety yang memadai,” ungkap Kanitreskrim Polsek Purwodadi, Aipda Moh. Daikhil Akbar.
Mengetahui korban sudah tidak bernyawa, rekan-rekan korban yang dibantu warga sekitar, sesaat kemudian membawa jasadnya ke Puskesmas Purwodadi. Tak lama berselang, dari Puskesmas Purwodadi, selanjutnya dibawah ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan.
“Tewasnya korban murni karena kecelakaan tunggal saat bersepeda gunung. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi, dan bersedia membuat surat pernyataan,” katanya.
Sementara itu, Kades Pakukerto Surateman di hubungi Jawa Pos Radar Bromo via telepon. Ia membenarkan salah seorang warganya meninggal karena kecelakaan saat bersepeda gunung.
“Korban setahu kami tiap harinya sebagai karyawan di pabrik air mineral dalam kemasan. Kecelakaan sepeda gunung sekitar pukul 11.00 siang, kemudian dimakamkan di TPU Gendol jelang sore sekitar pukul 14.30.” imbuhnya.
Sepengetahuannya saat kejadian, korban bersepeda gunung bersama enam orang rekannya. Selama ini rutin gowes tiap Minggu, touring dari satu tempat ke tempat lain. Utamanya ke medan yang agak ekstrim tuturnya.
“Jatuhnya korban saat jumping, melintas jalan yang ada gundukan tanah. Karena kepalanya membentur setir, sehingga terjadi pendarahan dimulut dan hidung,” ujarnya. (zal/fun) Editor : Fandi Armanto