Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Anang Budy Yoelijanto menjelaskan, santri asal Desa Tukul, Kecamatan Sumber, itu memang langsung dikarantina saat mudik. Sehingga, tidak banyak orang yang berinteraksi dengannya. Itulah mengapa, hasil tracking-nya juga tidak banyak. Tidak sampai 10 orang.
Saat datang ke Kabupaten Probolinggo, menurutnya, dia dijemput di Leces. Kemudian, langsung karantina di rumah pengawasan. Sehingga, tidak banyak yang berinteraksi dekat dengan santri tersebut.
”Tidak sampai 10 orang tracking-nya. Hanya lingkup keluarganya. Mereka hasil tracking, kini juga dikarantina,” terangnya.
Seperti yang pernah diberitakan, kasus positif Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Probolinggo bertambah, per 1 Mei 2020. Kasus ke-19 itu adalah remaja 18 tahun asal Desa Tukul, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. ia terinfeksi korona dari klaster ponpes Temboro di Kabupaten Magetan. (mas/hn/fun) Editor : Jawanto Arifin