Kondisi itu pun dikeluhkan karena aktivitas warga seperti untuk mandi, mencuci, hingga memasak pun jadi terganggu. Sejumlah warga bahkan mengaku sampai mengungsi keluar.
“Air PDAM-nya mampet sejak Minggu (26/4), ini sudah hari ketiga. Mau aktivitas rumah tangga jadi susah, utamanya mandi dan memasak. Terpaksa beli air curah,” ujar Yayuk, 58, ibu rumah tangga, warga Kelurahan Petungasri.
Keluhan senada diutarakan Hadi, 29. Kondisi seperti ini disebutkannya jarang terjadi. Biasanya, mampet sebentar. Tapi, kali ini sudah tiga hari air tak mengalir. “Apalagi ini di tengah puasa. Tentunya kami sebagai pelanggan merasa dirugikan,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur PDAM Kabupaten Pasuruan Za’ary mengaku, sudah mendapat laporan terkait kondisi itu. “Tidak mengalirnya air sementara karena masih dalam penanganan perbaikan. Yakni di jaringan ke perumahan Batumas. Setelah semuanya selesai, pasti normal kembali seperti sedia kala,” janjinya. (zal/mie) Editor : Jawanto Arifin