Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Catat ya, Kenaikan Kelas untuk Siswa SD dan SMP Pakai Nilai Rapor

Jawanto Arifin • Sabtu, 25 April 2020 | 18:22 WIB
Photo
Photo
MAYANGAN, Radar Bromo - Pandemi virus korona yang sedang terjadi, juga berdampak pada kegiatan pendidikan. Salah satunya, tidak ada lagi ujian kenaikan kelas (UKK) untuk siswa SD dan SMP. Khususnya, kelas I-V dan kelas VII dan VIII.

Di Kota Probolinggo, penilaian untuk kenaikan kelas menggunakan portofolio nilai tugas sebelumnya. Seperti yang disampaikan Moch Maskur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo.

Menurutnya, dalam situasi normal memang ada UKK untuk semester genap. Karena pandemi korona, saat ini tidak ada UKK.

Sebagai gantinya, penilaian UKK mengacu pada nilai-nilai tugas yang sudah diberikan. “Kenaikan kelas juga menggunakan nilai semester sebelumnya,” tambahnya.

Hal serupa dilakukan di Kota Pasuruan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Mualif Arif menegaskan, pihaknya mengikuti aturan pemerintah pusat sepenuhnya untuk kenaikan kelas. Mengingat wabah Covid-19 yang sampai sekarang belum mereda.

Nilai untuk kenaikan kelas dilakukan dengan mengevaluasi nilai rapor dan tugas yang diperoleh sebelumnya. Misalnya tugas harian atau ulangan melalui daring.

"Kebetulan untuk kenaikan kelas, ujian semester satu kan sudah. Jadi, itu yang jadi acuan kenaikan kelas. Ditambahkan dengan nilai ulangan harian dan tugas pembelajaran daring," beber dia.

Saat ini pihaknya juga tengah membahas rencana penerimaan peserta didik baru (PPDB). Sesuai jadwal, PPDB dibuka sekitar bulan Juni. Karenanya, Pemkot tengah menyiapkan mekanisme PPDB di tengah kondisi saat ini.

"Sekarang masih kami bahas, nanti bagaimana teknisnya. Tapi yang sistemnya masih zonasi," tegasnya. (put/tom/hn/fun) Editor : Jawanto Arifin
#kenaikan kelas saat wabah #pendidikan saat wabah korona