Yang membuat heboh, ada warga yang melihat bahwa buaya itu tak hanya satu ekor saja. Melainkan ada empat ekor totalnya. Kemunculannya tentu membuat warga di desa setempat gempar.
Karena sering nampak, di lapangan kini menjadi tontotan atau hiburan tersendiri bagi warga setempat. Mulai dari kalangan anak-anak, remaja, orang dewasa bahkan manula. Bahkan warga kerap berbondong–bondong melihat kemunculan hewan melata tersebut.
“Kemunculan dan penampakan buaya muara ini sudah satu minggu terakhir. Jumlahnya ada empat. Pernah muncul bareng, tapi jarang. Malah yang sering satu hingga dua saja. Naik ke daratan tepi sungai sepertinya untuk berjemur,” ucap Mul Bahrudin, 43, warga setempat.
Untuk kemunculannya sendiri, tidak setiap jam waktu. Paling sering pagi jelang siang sekitar pukul 11.00. Kemudian sore jelang petang, sekitar pukul 15.00 dan 16.00 sore. Untuk melihatnya harus hanya dari jarak kejauhan, lebih dulu naik tanggul dengan jalan kaki.
“Naik ke daratan tepi Kali Porong paling lama hanya 15-20 menit saja. Hanya dibawah, dan tak sampai naik keatas. Begitu ada orang dan terdengar suara bising, masuk lagi ke sungai,” tuturnya.
Empat ekor kawanan buaya muara tersebut, dua diantaranya berukuran cukup besar dengan panjang hingga dua meter. Sisa dua ekor lainnya masing-masing panjang sekitar 1,5 meter. (zal/fun) Editor : Fandi Armanto