Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dikira Begal, Warga asal Nguling Nyaris Dimassa dan Motornya Dibakar

Fandi Armanto • Kamis, 19 Maret 2020 | 06:43 WIB
Photo
Photo
LEKOK, Radar Bromo- Bidin, warga Desa Sedarum, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan nyaris menjadi bulan bulanan massa. Itu sempat ditangkap warga di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, lantaran diduga membegal di jalan kembar di Desa setempat, Rabu malam (18/3).

Peristiwa ini diketahui terjadi sekitar pukul 20.00. Malam itu, lima pemuda baru saja pulang dari pantai Lekok. Mereka berboncengan dengan menggunakan tiga buah motor. Setibanya di Jalan Kembar, Desa Gejugjati, tiba tiba mereka dihentikan oleh lima pria tidak dikenal.

Ada dua versi yang terjadi dalam insiden ini. Versi pertama, saat kelompok pemuda yang dari pantai Lekok ini pulang, mereka dicegat lima orang yang menjadi kelompok Bidin. Nah, saat itu, ada yang menyebut, kelompok yang mencegat ini, hendak membegal. Hingga kemudian ada yang berteriak meminta tolong, sehingga warga datang. Sampai akhirnya terjadi insiden pembakaran motor, karena ada yang emosi saat Bidin hendak diamankan polisi.

Namun ada versi kedua,  yang menyebutkan insiden terjadi akibat aksi blayer motor, yang dilakukan kelompok pemuda yang baru pulang dari pantai Lekok. Karenanya, mereka dicegat oleh kelompok pemuda lain, yang diantaranya ada Bidin. Nah, saat itulah kedua kelompok pemuda, bentrok. Hingga kemudian Bidin mengeluarkan celurit dan mengancam. Ketika bentrok, ada yang berteriak meminta tolong. Hingga kemudian Bidin diamankan di rumah salah seorang Kades, kemudian hendak dibawa polisi. Hingga akhirnya terjadi insiden pembakaran motor karena massa kecewa saat Bidin diamankan polisi.

Proses evakuasi Bidin sempat berjalan alot. Lantaran warga yang masih naik pitam ingin tidak puas dengan langkah dari kades yang memilih mengamankan pelaku di rumahnya. Massa yang kesal lantas melampiaskan amarahnya dengan membakar motornya. Bidin lantas berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Bidin lantas dibawa ke Mapolres Pasuruan Kota dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Pasuruan Kota, Kompol Mario Prihatikno. Polisi juga mengamankan lima pemuda yang Mapolres Pasuruan Kota untuk dimintai keterangan terkait aksi pembegalan ini.

 

Photo
Photo
DIHADANG MASSA: Personel kepolisian dihadang ratusan massa yang hendak mengamankan pelaku begal ke mapolresta. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Salah seorang saksi mata, Bambang Supriyanto mengungkapkan, dia juga sempat mendengar bahwa insiden Rabu malam itu, mulanya dikira begal.  "Usai dapat informasi, warga langsung mengejar pelaku sambil meneriaki maling....maling.... Satu orang bernama Bidin berhasil ditangkap, sementara keempat temannya melarikan diri,"ungkapnya.

Kapolsek Lekok, AKP Miftahul menjelaskan, semula polisi juga mendapat laporan bahwa terjadi aksi begal. Hingga ada satu orang yang dikira pelaku, berhasil diamankan. Dan saat petugas polsek Lekok yang datang bersama personel Polres Pasuruan Kota, hendak membawa Bidin, ada massa yang emosi.

"Cuma pengamanan satu pelaku ini sempat terhambat. Ada ratusan warga yang mencoba menghalangi. Cuma syukur pengamanan berjalan lancar usai diback up oleh Polres Pasuruan Kota dan polsek jajaran,"sebut Miftahul. (riz/fun) Editor : Fandi Armanto
#begal dimassa #begal lekok #polsek lekok #polres pasuruan kota #motor begal dibakar