Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tujuh Orang di Desa Sentul Kena DBD, Dinkes Fogging Perkampungan Warga

Jawanto Arifin • Sabtu, 25 Januari 2020 | 16:00 WIB
Photo
Photo
GADING, Radar Bromo - Demam berdarah dengue (DBD) memang mengancam masyarakat saat musim hujan terjadi. Terbukti, dua minggu belakangan sudah sebanyak tujuh warga di Dusun Krajan, Desa Sentul terkena DBD.

Untuk mengantisipasi penyebaran semakin meluas, Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo melakukan fogging di lingkungan tempat tinggal warga yang terkena DBD. Jumat (24/1) siang misalnya, fogging dilakukan di sejumlah permukiman.

Kepala Desa Sentul Timbul Sujatmoko mengatakan, DBD menjangkit pada satu keluarga yang rumahnya berdekatan satu dengan yang lain. “Warga yang terkena DBD ini kebetulan satu keluarga, dimana sakitnya bergantian. Saat ini masih ada dua warga saya yang masih dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan,” ujarnya.

Menurutnya, lingkungan tempat tinggal warga tersebut memang sedikit lembap dan ditemukan banyak genangan air ketika hujan turun. Sehingga, dirinya menganjurkan pembuangan genangan air agar tidak menjadi sarang nyamuk. “Rumahnya memang banyak ditemukan genangan air, apalagi saat hujan,” pungkasnya.

Photo
Photo
WARGA SUDAH KENA: Fogging tersebut dilakukan setelah ada tujuh warga sekitar yang kena DBD. (Foto: Kepala Desa Sentul For Jawa Pos Radar Bromo)

 

Karena khawatir DBD semakin meluas, kemudian pihak desa menyampaikan hal ini kepada puskesmas untuk dilakukan fogging, supaya tidak menyebar kepada warga yang lain. “Kami sampaikan jika beberapa warga postif DBD. Akhirnya, hari ini (kemarin, Red) Dinas Kesehatan melakukan fogging,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Anang Budi Yoelijanto menuturkan bahwa pelaksanaan fogging memang perlu dilakukan jika ditemukan pasien yang memang positif terkena DBD. “Hal ini memang perlu dilakukan setelah ditemukan beberapa pasien yang memang benar-benar positif terkena DBD dan dibuktikan dengan hasil pemeriksaan laboratorium,” ujarnya.

Namun, sebelum dilakukan fogging¸ terlebih dahulu dilakukan kegiatan pencegahan dengan abatisasi. Yakni, dengan menaburkan bubuk larvasida (abate) ke dalam bak-bak penampungan air. “Abatisasi dilakukan sebelum fogging, bubuk abate ini dapat diperoleh di puskesmas terdekat, hal ini dilakukan untuk mematikan jentik nyamuk yang ada di bak-bak penampungan air di rumah,” ujarnya.

Tak hanya itu, masyarakat harus membiasakan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Serta membiasakan melakukan kegiatan 3M Plus yaitu menguras tempat penampungan air, menutup penampungan air, dan mengubur/mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

“Tindakan pencegahan bisa dilakukan dari lingkungan paling kecil yakni lingkungan rumah, perhatikan tempat dan ruang yang berpotensi menampung air hujan. Jika masyarakat paham pencegahannya, maka DBD bisa dihindari,” paparnya. (ar/fun) Editor : Jawanto Arifin
#musim dbd #dbd kabupaten probolinggo #aedes aegypti #pasien dbd