Jembatan milik desa ini terletak di RT 2/RW 2. Selama ini jembatan berukuran 10 x 3 meter ini merupakan akses utama dari Dusun Pilanan ke Dusun Kopian. Jembatan ini diperkirakan ambruk pada Selasa (7/1) malam saat hujan deras. Namun, baru diketahui Rabu (8/1) pagi.
Diperkirakan jembatan ambruk karena sudah lapuk dimakan usia. Tambah hujan deras yang turun pada Selasa malam. Sehingga, jembatan tidak kuat.
Ambruknya jembatan ini membuat 25 kepala keluarga (KK) terdampak. Selain itu, 37 siswa harus memutar sejauh empat kilometer untuk menuju sekolah mereka. Yakni, dengan melintasi RW 11 di Desa Nguling.
Dandim 0819 Letkol Burhan Fajri menduga, penyebab jembatan ambruk karena hujan deras. Sebab, hujan sempat melanda wilayah setempat mulai sore hingga malam hari. Di sisi lain, kayu jembatan sudah dimakan usia.
Jembatan pun tidak mampu menahan intensitas curah hujan yang tinggi. Akibatnya, jembatan pun ambruk. TNI bersama anggota Polri langsung ke lokasi dan melakukan evakuasi di jembatan setempat.
Demi kelancaran warga yang melintas antardusun, pihaknya langsung membangunkan jembatan darurat dari kayu. Lokasinya terletak di dekat jembatan yang ambrol. Sebab, banyak warga yang menggunakan jembatan ini sebagai jalan perlintasan utama.
"Kami sudah melaporkan hal ini pada instansi terkait. Sementara kami bangunkan jembatan darurat. Ada 31 siswa dan 25 KK yang menggunakan jalur ini," sebut Burhan.
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan Tectona Jati menyebutkan, pihak kecamatan sudah melaporkan hal ini pada BPBD. Pihaknya memastikan jembatan ini akan diperbaiki tahun ini.
"Informasi dari Camat Nguling memang jembatan ini sudah keropos. Tahun ini diperbaiki melalui PU Bina Marga," sebut pria yang juga menjabat sebagai Camat Winongan ini. (riz/hn/fun) Editor : Jawanto Arifin