Dalam antisipasi ini, TNI dan Polri begitu kompak. Sedikitnya kepolisian dari Polres Pasuruan Kota dan Kodim 0819, mengerahkan 500 personel. Mereka nantinya akan ditempatkan di sejumlah lokasi. Mulai dari objek vital, jalur tol, tempat ibadah hingga lokasi keramaian.
Langkah antisipasi itu dilakukan sejak 23 Desember lalu. Kemarin, para petinggi dari jajaran Polres Pasuruan Kota dan Kodim 0819 dan jajaran pemerintah daerah, mengecek persiapannya.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, lokasi pertama yang dikunjungi adalah exit tol Gempol-Pasuruan, Kebonagung. Nampak Kapolresta Pasuruan AKBP Dony Alexander, Dandim 0819 Letkol Arh Burhan Fajari Arfian dan PLt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo. Di exit tol Kebonagung, mereka bahkan ikut memantau arus yang keluar dan masuk.
Setelah exit tol, rombongan beralih ke tempat ibadah umat Nasrani. Diantaranya gereja Elkana dan gereja Padova di terminal lama. Rombongan lainnya ikut menyisiri sejumlah tempat ibadah lainnya. Aparat melakukan sterilisasi sebelum misa Natal digelar.
Menurut kapolresta Pasuruan AKBP Dony Alexander, antisipasi ini merupakan bagian dari oprasi Lilin Semeru 2019. “Ini bentuk kesiapsiagaan kami sampai tahun baru berlangsung. Bukan hanya keamanan tempat ibadah maupun obyek vital. Tapi juga untuk menciptakan rasa aman, yang mengarah pada unsur ketertiban di Pasuruan. Termasuk kejahatan jalanan unsur teror, narkotika, miras, balapan liar dan kejahatan,” beber eks Kapolresta Malang tersebut.
Hal yang sama diunghkapkan Dandim Letkol Arh Burhan Fajari Arfian. Dia menyebutkan, TNI dan Polri siap mengamankan Pasuruan. “Kami meyakinkan bahwa Pasuruan benar-benar aman. Ini merupakan langkah deteksi dan cegah dini, kemungkinan untuk aksi teror sampai dengan tahun baru nanti,” beber Dandim.
Selama antisipasi ini, aparat keamanan juga banyak dibantu pemerintah daerah, termasu organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. “Satu gereja dijaga 10 personel Polri dan 5 TNI. Kami juga dibantu tim relawan, seperti Banser dari NU dan Kokam dari Muhammadiyah,” terang Dony Alexander. (ube/fun) Editor : Jawanto Arifin