MENGAPA Logo dan Seragam tentara Jerman pada World War II terlihat paling keren? Ayo kita bedah dari segi analisis desain, psikologi, dan propaganda. Bukan pembenaran ideologi.
Sobat Desain, banyak orang terutama pecinta sejarah, desain, film, dan game pernah bertanya, “Kenapa seragam dan simbol tentara Jerman di perang dunia (PD) II terlihat lebih keren dibanding negara lain?”
Pertanyaan ini sering disalahartikan sebagai kekaguman terhadap Nazi. Padahal, yang sedang dibahas adalah estetika visual, bukan ideologi.
Artikel ini membedah mengapa secara visual desain mereka tampak unggul. Sekaligus menegaskan bahwa kekejaman rezim Nazi tetap tidak bisa dibenarkan dalam bentuk apapun.
Seragam Jerman dirancang dengan prinsip desain modern, Berbeda dengan banyak negara lain yang mengutamakan fungsi saja, Jerman Nazi secara sadar memperlakukan seragam militer sebagai alat visual kekuasaan.
Dengan sengaja mengusung ciri desain utama diantaranya. Potongan ramping dan tegas, bahu lebar, pinggang mengecil sehingga menciptakan siluet dominan.
Selain itu simetri tinggi, simetri secara psikologis diasosiasikan dengan stabilitas dan kontrol. Struktur tajam dan kaku dan memberi kesan disiplin dan ketegasan, bukan fleksibilitas.
Seragam ini mengikuti filosofi modernisme Eropa awal abad ke-20. Di mana bentuk harus sederhana, fungsional, dan menyampaikan pesan kekuasaan.
Tahukan Sobat Desain, fakta yang sering disebut, Hugo Boss terlibat dalam produksi seragam (bukan perancang ideologi). Hugo Boss adalah rumah mode desainer global asal Jerman yang terkenal dengan pakaian, aksesori, alas kaki, dan parfum mewah untuk pria dan Wanita hingga saat ini.
Jerman memiliki industri tekstil dan produsi pakaian terbaik di Eropa saat itu. Tentu ini menghasilkan standar jahitan yang presisi, material berkualitas serta proporsi tubuh yang terlihat “ideal”
Walhasil, seragam militer yang secara visual setara dengan pakaian elit, bukan sekadar baju perang. Hmm… keren sekali ya Sobat Desain.
Pemilihan warna dan psikologi visual bukan dipilih secara acak. Dengan warna utama Hitam yang mengesankan otoritas, intimidasi, kekuasaan absolut serta abu-abu & hijau gelap yang netral, dingin, dan profesional.
Dalam psikologi warna, warna gelap lambang “tidak bisa dibaca”, dan misterius. Tampilan visual yang kontras tinggi sehingga mudah diingat.
Itulah sebabnya seragam tentara hitam sering dianggap “ikonik”, meskipun secara moral itu adalah simbol kejahatan.
Berbicara soal simbol dan logo yang sangat kuat, simbol Nazi dirancang mengikuti prinsip branding modern.
Coba perhatikan Iron Cross (Swastika) terlihat sederhana, geometris, dan mudah dikenali. Elang Reich adalah simbol dominasi dan kekaisaran. Serta pemilihan Tipografi Fraktur yang tajam, agresif, khas Jerman.
Dengan desain yang sederhana namun kuat maka mudah diaplikasikan ke apapun (bendera, medali, poster). Ini membawa keuntungan yaitu mudah diingat, mudah ditiru, dan kuat secara visual.
Taukah Sobat Desain, Nazi adalah salah satu rezim pertama yang benar-benar memahami kekuatan media visual massal.
Dengan teknik propaganda: Parade raksasa dengan barisan sempurna, Sudut kamera rendah (sehingga tentara tampak lebih besar), Komposisi simetris dalam film dan poster, dan Pencahayaan dramatis.
Film karya Leni Riefenstahl menggunakan teknik sinematik yang hingga kini masih dipelajari di sekolah film lho Sobat Desain.
Visual tentara Jerman tertanam kuat dalam ingatan kolektif, Kesan “kuat” dan “tak terkalahkan” tercipta, walau realitasnya tidak selalu demikian.
Nah pertanyaannya mengapa mengapa seragam sekutu terlihat “kurang keren”?
Hal ini disebabkan desain fokus pada produksi massal cepat, fungsi dan kenyamanan, serta efisiensi logistik
Misalnya seragam tentara Amerik Serikat terlihat longgar dan praktis, Seragam Inggris yang konservatif dan seragam Soviet yang kasar dan utilitarian (mengikuti selera mayoritas)
Seragam sekutu bukan karena buruk desain. Tapi prioritasnya berbeda: Menang perang, bukan memenangkan kesan visual.
Keindahan desain yang estetika militer Jerman Perang Dunia II sangat berpengaruh ke budaya Pop era 80 an, game perang, desain pasukan fiksi lahir dari ke elokan desain tentara Jerman.
Misalnya Stormtrooper (Star Wars) terinspirasi langsung dari estetika Nazi, Desain pasukan Empire yang disiplin, dingin, anonym dan karakter Bison dalam game Street Fighter adalah perwira tentara Nazi. Desain ini dipisahkan dari ideologinya, tapi bahasa visualnya tetap dipakai.
Nah, pekan depan kita akan melihat dan menilai desain seragam dari negara lain pada perang dunia II. Bagaimana menurut Sobat Desain… (asa/fun)
Editor : Abdul Wahid