Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Saat Jelly Roger Jadi FOMO

Achmad Syaifudin • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 19:00 WIB

 

Ilustrasi
Ilustrasi

SOBAT Desain, sejatinya ada dua versi yang popular di dunia komik yaitu versi Amerika (Marvel, DC) dan Jepang (Manga). Di Indonesia, versi paling popular adalah Manga atau versi jepang.

Para komikus modern di Indonesia cenderung mengadopsi Manga, mulai gaya gambar atau alur cerita. Budaya komik di tanah air mulai popular sejak era 80-an. Diawali munculnya film-film animasi Jepang yang diangkat dari komik, di antaranya Dragon Ball, Doraemon, Astro Boy, Dash Yongkuro (Tamiya), dan One Piace yang kini menjadi viral setelah bendera Jolly Roger One Peace berkibar menjelang 17 Agustus.

Fenomena bendera Jolly Roger One Peace sejatinya mengulang budaya “FOMO”  komik Dash Yonkuro, yang lebih masif dan bertahan dari era 80-an hingga saat ini.

Munculnya serial televisi Dash Yonkuro, menjadi fenomena di era 80-90-an. Hingga mainan Tamiya menjadi mainan wajib anak se-Indonesia kala itu. Bahkan, hingga kini para kolektor dan komunitas Tamiya masih ada.

Berbeda bendera Jolly Roger One Peace, saat ini memang muncul dan membuat seisi negeri ramai. Bahkan, saat unjuk rasa besar-besaran di Kabupate Pati, bendera ini kerap terekam berseliweran.

Namun, FOMO bendera Jelly Roger ini diprediksi tak akan bertahan lama. Kemungkinan hanya saat momen 17 Agustusan. Sebagai bentuk “FOMO” ekpresi remaja terhadap kondisi politik bangsa saat ini.

FOMO adalah singkatan dari "Fear of Missing Out", yang dalam bahasa Indonesia berarti "takut ketinggalan". FOMO merujuk pada perasaan cemas atau khawatir seseorang tidak mengikuti atau mengalami tren, aktivitas, atau pengalaman yang sedang populer di kalangan orang lain. 

Perasaan ini seringkali muncul karena paparan media sosial yang menampilkan kehidupan orang lain dan membuat seseorang merasa tertinggal atau kurang berpartisipasi. 

Sobat Desain, terlepas dari Jelly Roger dan Dash Yongkuro, komik Jepang adalah karya yang terinspirasi dari komik Amerika.

Pasca-Perang Dunia II, lahirnya manga modern, Jepang kalah perang (1945) dan diikuti banjirnya budaya Amerika, termasuk komik dan animasi Disney.

Tokoh Osamu Tezuka (“God of Manga”) menciptakan gaya panel sinematik dengan pengaruh film Hollywood, mempopulerkan mata besar ala Disney.
Karya Osamu Tezuka pada awalnya: New Treasure Island (1947)  dan Astro Boy (1952).

Rupanya, Jepang hingga kini masih terpengaruh budaya Amerika. Tidak hanya komik, dunia fashion pun demikian. Di antara brand-brand terkenal dunia, berasal dari Jepang yang berkiblat dari Amerika.

Di antaranya brand “Bape” bathing ape, yang salah satu desain produk sepatunya mirip sekali dengan “Air Force One” Nike. Hingga Nike menang dalam gugatan hukum.

Tak hanya itu, brand sepatu Asics, yang dalam sejarahnya tak lepas dari Nike Amerika. Brand fashion Uniqlo, brand asal Jepang yang terispirasi gaya hidup simple barat.

Sobat Desain, jangan-jangan FOMO Jelly Roger (bendera bajak laut) juga ada Amerika-nya. He…he…he... Bagaimana menurut Sobat Desain? (asa/fun)

Editor : Abdul Wahid
#main desain #one piace #anime #manga