SAAT sobat desain menciptakan grafis untuk media sosial atau mendesain sesimpel sebuah undangan untuk event yang akan berlangsung, pengaplikasian desain grafis bisa menjadi momok yang menakutkan bagi desainer pemula. Pasti awal mulanya akan merasa bingung atau justru ribet.
Dari memasangkan font dan skala, menerapkan clipart yang unik, menyusun bagan infografis, sampai menyusuri ruang putih, dan lain sebagainya. Lalu menyatakan bahwa dunia desain itu kompleks.
Tetapi bagi para pemula tidaklah perlu berfikir serumit di atas. Cukup ikuti panduan berikut ini yang saya rangkum dari berbagai sumber.
Batasi Jenis Huruf
Ketika memilih jenis huruf atau font untuk heading, subtitle, dan body teks, gunakan font yang mudah dibaca untuk ide desain grafis yang sederhana dan efektif. Sebab mata kita merasa terlalu sulit untuk memindai jenis huruf dalam jumlah banyak. Jadi, pilihlah font-font yang sederhana dan mudah terbaca.
Jangan Takut dengan Skala
Aplikasikan desain berdasarkan skala pada huruf, bentuk, hingga fitur komposisi akan membantu menekankan proporsi.
Gunakan warna-warna yang pantas untuk memperluas dalam penggunaan tehnik ini dan pastikan jenis hurufnya cocok sehingga tampilannya bagus ketika ukurannya diperbesar.
Hargai Ruang dari Elemen yang Lain
Gunakan spasi huruf untuk memenuhi ruang mati, mensejajarkan teks, atau meringkaskan kata-kata yang terlalu memakan banyak ruang.
Meskipun begitu, hati-hati untuk tidak mengurangi ruang spasi huruf terlalu banyak sampai tidak bisa dibaca. Atau meningkatkannya terlalu banyak sampai huruf menempel satu sama lain.
Cerdaslah dengan Warna-warna
Pilihlah sebuah skema warna yang memiliki 1-3 warna primer dan tambahan 1-3 warna sekunder yang kontras dan melengkapi satu sama lain. Bisa jadi pilihan, fungsikan palet warna sebagai panduan.
Gunakan tone yang berbeda pada warna yang sama untuk konsistensi dengan menyesuaikan kecerahan untuk kontras. Jenis huruf yang baik akan membutuhkan perbedaan yang kontras dengan background.
Bersih, Kering, Jelas
Memompa kontras dengan mengatur kecerahan dari gambar background sehingga offset dengan warna teks, membuat desain jelas dan mudah untuk dibaca.
Ini adalah cara yang bagus untuk mengaplikasikan teks warna merah atau hitam diatas gambar guna membentuk sebuah efek ‘memotong’ yang kuat.
Font juga Punya Perasaan
Jenis huruf dengan ujung bulat biasanya ramah untuk ”catatan”, Jenis huruf Quicksand sangat populer sebagai mepecah masalah desain yg rumit.
Font dengan ujung-geometris (sans serif) yang tajam dan kuat; sementara serif menyampaikan tampilan elegan dan canggih.
Menciptakan Urutan dengan Penjajaran
Aplikasikan sebuah garis atau hiasan untuk menyeimbangkan desain dan komposisi sobat. Di sini, sebuah garis dari kiri teks memberikan mimik garis margin dan jangka dari teks yang diblok.
Tetap Sederhana
Tetap sederhana tapi jangan lupa dengan prinsip dasar ya, sobat desain. Pastikan setiap elemen memiliki alasan untuk berada di dalam desain dan tetap jaga nomor penggunaan dari font, warna, bentuk dan bingkai seminimum mungkin.
Gunakan kombinasi warna tonal yang kontras pada teks agar tajam dan mudah dibaca. Gunakan bingkai padat untuk menampung salinannya untuk meluaskan struktur komposisional dari desain
Sulap Multi-Halaman
Cara yang paling mudah untuk memastikan kesatuan aestetis di sepanjang sebuah dokumen atau presentasi adalah dengan menduplikat halaman kemudian mengedit teks dan mengganti gambarnya.
Bermain dengan Simetris
Gunakan garis horizontal dan vertikal untuk menyesuaikan dengan elemen desain yang lain. Untuk keseimbangan dan proporsi, pastikan ketebalan elemen cocok dengan ketebalan dari font.
Ruang Putih yang Menakjubkan
Buatlah desain ”cair” oleh kata-kata di sekitar dengan ruang putih yang menjadi elemen bernapas.
Pengaplikasian ruang di sekitar kotak teks, gambar dan elemen grafis yang lain membuat desain mudah untuk dibaca. Ini juga lebih menarik perhatian dibandingkan komposisi yang berantakan. (asa/fun)
Editor : Abdul Wahid