Atau, ketika sebuah gambar berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain, warna gambar berubah. Sebab, setiap perangkat menafsirkan nilai yang berbeda.
Gamut (rentang warna) mereka berbeda. Beberapa warna yang dihasilkan oleh tinta tidak dapat ditampilkan pada monitor. Dan, beberapa warna yang dapat ditampilkan pada monitor tidak dapat direproduksi menggunakan tinta di atas kertas.
Memang, tidak mungkin mencocokkan semua warna secara sempurna pada perangkat yang berbeda. Namun, Anda dapat menggunakan manajemen warna untuk memastikan bahwa sebagian besar warna sama atau cukup mirip sehingga tampak konsisten.
Red, Green, Blue (RGB)
Saat bekerja dengan warna dalam grafis, tentu Anda sudah mengenal beberapa kelompok warna yang paling umum. Di antaranya, RGB dan CMYK.
RGB, spektrum warna ini mencampurkan cahaya berwarna merah, hijau, dan biru (red, green, blue) dalam berbagai proporsi dan intensitas. Di mana warna tumpang tindih, mereka menciptakan cyan, magenta, dan kuning.
Warna RGB disebut warna aditif karena bisa menciptakan warna putih dengan menambahkan R, G, dan B bersama-sama. Yaitu, semua cahaya dipantulkan kembali ke mata. Warna aditif digunakan untuk penerangan, televisi, monitor komputer, dan monitor handphone Anda. Perangkat tersebut menciptakan warna dengan memancarkan cahaya melalui fosfor merah, hijau, dan biru.
Dalam mode RGB, setiap komponen dapat menggunakan nilai mulai dari 0 (hitam) hingga 255 (putih). Misalnya, warna merah cerah mungkin memiliki nilai R 246, nilai G 20, dan nilai B 50. Jika nilai ketiga komponen sama, hasilnya adalah bayangan abu-abu. Ketika nilai semua komponen adalah 255, hasilnya adalah putih murni. Dan, ketika semua komponen memiliki nilai 0, hasilnya adalah hitam murni.
Cyan, Magenta, Yellow (CMYK)
Jika model RGB bergantung pada sumber cahaya untuk menciptakan warna, model CMYK didasari kualitas tinta dalam menyerap cahaya yang dicetak di atas kertas. Saat cahaya putih mengenai tinta tembus pandang, sebagian spektrum diserap. Warna yang tidak terserap dipantulkan kembali ke mata anda.
Menggabungkan pigmen C, M, dan Y murni akan menghasilkan warna hitam dengan menyerap atau mengurangi semua warna. Untuk alasan ini, mereka disebut warna subtraktif (mengurangi komposisi semua warna).
Tinta hitam (K) ditambahkan untuk kerapatan bayangan yang lebih baik. (Huruf K, akhir dari kata black, digunakan sebagai kode warna hitam. Karena, huruf awal B sudah dipakai untuk blue).
Anda dapat bekerja dengan nilai warna menggunakan mode warna CMYK, yang didasari model warna CMYK. Dalam mode CMYK, setiap tinta proses CMYK dapat menggunakan nilai mulai dari 0 hingga 100%.
Warna paling terang diberi persentase kecil dari warna tinta proses. Warna yang lebih gelap memiliki nilai persentase yang lebih tinggi. Misalnya, merah terang mungkin mengandung 2% cyan, 93% magenta, 90% kuning, dan 0% hitam. Dalam objek CMYK, persentase tinta rendah lebih dekat ke putih. Dan, persentase tinta tinggi lebih dekat ke hitam. (Lihat gambar nomor 2.)
Nah, gunakanlah CMYK saat menyiapkan desain yang akan dicetak menggunakan tinta proses. Dan, pakailah RGB untuk desain presentasi yang menggunakan layar monitor, tanpa dicetak.
Selamat mendesain… (*) Editor : Jawanto Arifin