Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hierarki Tipografi

Jawanto Arifin • Sabtu, 20 Agustus 2022 | 17:30 WIB
Achmad Syaifudin/Radar Bromo
Achmad Syaifudin/Radar Bromo
Oleh: Achmad Syaifudin, Desain Grafis Jawa Pos Radar Bromo




SAAT dalam perjalanan, kita sering menemui papan reklame, spanduk, poster, atau selebaran yang dibagikan di lampu-lampu merah. Di dalamnya ada dua elemen, yaitu gambar dan teks.

Dua elemen itu saling bertaut untuk menarik perhatian audiens. Sayangnya, tidak jarang, pesan yang ingin disampaikan lewat gambar dan teks itu gagal diterima. Terlalu rumit untuk dipahami dan menimbulkan frustrasi. Penyebabnya adalah pengaturan tata letak (layout) yang kurang tepat.

Nah, di sini, kita akan berbagi sedikit tentang seni memilih dan menata huruf atau disebut dengan hierarki tipografi. Teknik ini dikenal paling ampuh untuk memberikan solusi dalam kebuntuan merangkai susunan huruf. Di dalam hierarki tipografi, ada tiga tingkat, yaitu level satu (headline), level dua (subheads), dan level tiga (body text).

Photo
Photo
Ilustrasi

Apakah itu hanya berlaku di koran dan majalah? Tentu saja tidak. Tiga level hierarki tipografi tersebut bisa digunakan dalam mendesain poster, brosur, bahkan media online.

Bagaimana cara membentuk hierarki tipografi dan mengatur secara visual desain Anda. Ada beberapa tip berikut.



  1. Atur Ukuran Font


Ukuran adalah cara terbaik untuk membentuk kontras di antara elemen tipografi yang berbeda pada desain Anda. Terutama jika Anda hanya menggunakan satu jenis huruf.

Dengan tiga level tipografi, ukuran font secara umum dimulai dengan yang paling besar pada bagian teratas (level satu; informasi Anda yang paling penting) dan penurunan ukuran seiring mata turun ke bawah halaman.

Karena kita membaca dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah, hierarki dari atas ke bawah adalah yang paling alami untuk pembaca bernavigasi. Ini adalah tata letak yang paling umum yang akan Anda lihat di berbagai buku dan majalah sampai artikel pada situs.

Perhatikan contoh nomor satu. Harga dari penawaran spesial terlihat menonjol karena ukurannya yang besar berhubungan dengan teks pada bagian kanan tata letak. Menggunakan warna terang merah sebagai highlight dari promosi juga merupakan pilihan yang cerdas.

 

  1. Pilih Beberapa Jenis Huruf yang Kontras


Pikirkan tentang headline koran. Tebal, bentuk huruf sans-serif kontras secara dramatis. Rasakan dalam benak Anda bahwa Anda tidak ingin memilih terlalu banyak jenis huruf, yang hanya akan membuat desain justru berantakan dan padat.

Dua atau tiga jenis huruf sudah cukup untuk tata letak pada umunya. Anda juga ingin memastikan bahwa pilihan Anda cocok dengan gaya dan konteks desain.

Perhatikan contoh nomor dua. Anda tidak akan mengatur informasi penting, seperti waktu dan tanggal sebuah acara, dengan font yang funky. Terlalu canggih dan sulit dibaca. Atau, memilih sebuah font script untuk teks paragraf yang panjang. Itu akan sama susahnya untuk mata.



  1. Bereksperimen dengan Gaya dan Berat yang Berbeda


Ada banyak font dengan berbagai pilihan gaya dan berat. Gaya yang berbeda, termasuk italic, cap kecil, atau versi kental atau padat.

Berat huruf (font) mengacu pada keringanan secara visual atau berat dari jenis font. Jika huruf yang Anda gunakan memiliki versi yang ringan, sedang, tebal, dan berat, itulah yang dikenal dengan perbedaan berat. Perhatikan contoh nomor tiga.

 

  1. Tambahkan Beberapa Warna


Layaknya gaya font dan berat, warna juga salah satu cara yang berperan dalam beberapa bagian untuk membuat desain Anda menonjol. Karena warna terkadang membawa arti tersendiri, Anda ingin memastikan bahwa pilihan Anda sudah cocok dengan merek dan/atau tujuan dan nuansa desain. Perhatikan contoh nomor empat.

 

  1. Perhatikan Jarak Ruang


Pada sebuah desain, jarak antara elemen tipografi –jarak huruf dan jarak kalimat– dapat membuat perbedaan. Di antaranya keseimbangan. Desain mudah dibaca atau malah membuat tampilan terkesan berantakan dan membingungkan.

Misalnya, jarak yang cukup (beriringan dengan berbagai macam font kreatif dan kalimat yang tertata rata) membuat tipografi terlihat seimbang, bahkan pada ruang sekecil label pakaian.

Ketika melihat tata letak dengan jarak yang bagus, Anda langsung dapat melihat ke mana harus membaca atau mendapatkan informasi dari desain yang dimaksudkan. Perhatikan contoh nomor lima.



  1. Perhatikan Jarak, Kedekatan


Jarak tidak hanya tentang memisahkan elemen tipografi, tapi juga kedekatan, atau memindahkan item yang saling bertautan agar lebih dekat. Mengurangi jarak di antara potongan teks adalah cara visual untuk membantu pembaca bernavigasi. Terutama, desain konten yang berat, seperti infografis. Kedekatan adalah kunci dari membangun sebuah keseimbangan desain yang membuatnya memiliki rasa visual. Perhatikan contoh nomor enam.

 

  1. Bermain dengan Orientasi


Kadang, tidak harus menggunakan teks yang lurus-lurus saja untuk menarik perhatian. Miringkan atau lengkungkan teks yang ingin ditonjolkan untuk menarik perhatian ekstra.

Biasanya, Anda akan menggunakan metode-metode ini untuk membuat hierarki tipografi pada proyek desain tunggal. Menggunakan ukuran font yang kontras dengan jenis huruf, warna, jarak, dan kedekatan, serta orientasi menjadikannya satu efek yang baik. Perhatikan contoh nomor tujuh.

Nah, dengan menerapkan teknik-teknik tersebut, desain Anda tidak hanya akan semakin menarik, tetapi juga ramah untuk digunakan. Jadi, ketika Anda bekerja dengan tipografi untuk sebuah proyek desain, cobalah beberapa teknik di atas. Selamat mendesain! (*) Editor : Jawanto Arifin
#desain grafis #tipografi