PENGALAMAN meminta bantuan kepada petugas Damkar ini barangkali tak akan pernah dilupakan Ayu, 27 tahun, dan sahabatnya, Queen, 30 tahun ( keduanyabukan nama sebenarnya). Niat hati ingin mencari solusi atas motor yang tak kunjung menyala, keduanya justru pulang membawa cerita yang hingga kini selalu mengundang tawa setiap kali dikenang.
Semuanya bermula dari sebuah undangan di luar kota. Agar perjalanan lebih praktis, Queen mengusulkan agar mereka hanya menggunakan satu sepeda motor. Motor milik Ayu pun dititipkan di area parkir kantor kepolisian, tempat yang sudah cukup akrab bagi mereka karena urusan pekerjaan.
"Daripada ribet naik dua motor, mending dititipkan saja di sana," kenang Queen saat itu.
Rencana itu berjalan mulus. Sejak siang hingga malam, mereka menikmati acara tanpa sedikit pun memikirkan motor yang ditinggalkan. Keduanya asyik bercengkerama dengan teman-teman seprofesi, berkeliling menikmati lokasi acara, hingga tak terasa hari mulai larut.
Masalah baru muncul ketika mereka kembali ke parkiran. Ayu mengambil kunci motornya, memasukkannya ke lubang kontak, lalu memutar perlahan. Tidak ada respons. Dicoba sekali lagi, hasilnya tetap sama. Berkali-kali kunci diputar, namun motor itu tetap diam seolah mogok bekerja sama.
Rasa panik pun mulai muncul. Apalagi sebelumnya kontak motor Ayu memang dikenal cukup rewel. Sesekali sulit digunakan untuk membuka jok. Pengalaman itulah yang membuat Ayu dan Queen semakin yakin sumber persoalannya ada pada kontak motor.
Karena berbagai upaya tak membuahkan hasil, mereka memutuskan meminta bantuan ke markas Damkar yang letaknya tak jauh dari lokasi. "Kami tahu Damkar sekarang bisa membantu banyak hal. Kebetulan jaraknya juga dekat, jadi kami langsung ke sana," tutur Queen.
Di markas, Ayu menceritakan kronologi yang dialaminya kepada petugas. Ia juga menjelaskan bahwa kunci yang digunakan bukanlah kunci asli, melainkan kunci duplikat. Informasi itu membuat dugaan awal semakin mengarah pada kerusakan di bagian kontak.
Beberapa petugas kemudian ikut menuju lokasi parkir. Dengan telaten mereka mencoba memeriksa motor tersebut. Kunci dipasang, diputar, dilepas, lalu dicoba kembali. Berkali-kali. Tetap tidak berhasil.
Semakin lama suasana berubah semakin canggung. Ayu mulai kebingungan. Berbagai kemungkinan bermunculan di kepalanya hingga akhirnya ia memutuskan menghubungi sang adik untuk datang membantu.
Tak berselang lama, adiknya tiba di lokasi. Belum sempat ikut memeriksa motor, matanya langsung tertuju pada anak kunci yang sedang dipegang salah seorang petugas Damkar. Ekspresinya berubah. Ia tampak menahan sesuatu sebelum akhirnya meminta maaf kepada para petugas.
"Adiknya langsung bilang kalau itu bukan kunci motor yang ini. Sepertinya kakaknya salah ambil kunci," cerita Queen sambil tertawa.
Kalimat sederhana itu sontak membuat Ayu terdiam. Tanpa banyak bicara, ia buru-buru mengacak isi tasnya. Hingga akhirnya, di dasar tas, ia menemukan sebuah anak kunci lain. Kunci yang benar.
Dengan wajah yang mulai memerah, Ayu memasukkan kunci tersebut ke lubang kontak. Sekali putar, mesin motor langsung menyala dengan sempurna. Tak ada kontak yang rusak. Tak ada komponen yang bermasalah. Bahkan petugas Damkar sejak tadi sebenarnya sedang berusaha menyalakan motor menggunakan kunci motor Ayu yang satunya.
Ayu hanya bisa tersenyum malu sambil berkali-kali meminta maaf kepada para petugas yang sudah bersedia datang membantu. Sementara Queen tak lagi mampu menahan tawanya. "Ternyata bukan kontak motornya yang bermasalah. Memang dari awal salah kunci saja,” katanya.
Malam itu, Ayu pulang dengan motor yang sehat-sehat saja. Yang sedikit "bermasalah" hanyalah konsentrasinya. (gus/fun)
Editor : Fandi Armanto