Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Live di Sosmed Berujung Perceraian Rumah Tangga

Fuad Alyzen • Sabtu, 4 Juli 2026 | 07:58 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

 

ITULAH yang dialami Inyong 45 (bukan nama sebenarnya). Pria asal Kabupaten Probolinggo itu tidak pernah membayangkan rumah tangga yang dibangunnya selama lebih dari dua puluh tahun harus berakhir karena media sosial, khususnya TikTok.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Inyong bercerita dengan suara tenang. Sesekali ia menarik nafas panjang ketika mengingat perjalanan rumah tangganya. Tak terlihat lagi amarah. Yang tersisa hanya rasa kecewa dan sebuah penerimaan bahwa tak semua kisah cinta berakhir bahagia.

Inyong menikahi Intan 40 (juga nama samaran), pada awal tahun 2000-an. Saat itu belum ada media sosial seperti sekarang. Telepon genggam pun masih menjadi barang mewah bagi sebagian masyarakat desa.

Kehidupan mereka sangat sederhana. Inyong bekerja mengangkut sampah menuju tempat pembuangan akhir (TPA) milik pemerintah. Penghasilannya tidak besar, tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sementara itu, Intan memilih menjadi ibu rumah tangga. Setiap hari ia memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan mengurus suami. Semua dijalani dengan penuh kesederhanaan.

"Saya kerja dari pagi sampai sore. Pulang capek, tapi senang karena di rumah ada istri dan anak yang menunggu," kenangnya.

Dua tahun setelah menikah, pasangan itu dikaruniai seorang anak laki-laki. Beberapa tahun kemudian lahirlah anak kedua. Kehadiran dua buah hati membuat semangat Inyong semakin besar untuk bekerja.

Mereka bukan keluarga berada. Rumah sederhana di sebuah desa di Kabupaten Probolinggo menjadi saksi perjuangan mereka membangun kehidupan dari nol.

Selama bertahun-tahun, kehidupan rumah tangga mereka berjalan tanpa persoalan berarti. Setiap pagi Inyong berangkat bekerja. Intan mengurus rumah dan anak-anak. Sore hari mereka berkumpul kembali. Malam menjadi waktu makan bersama dan bercengkerama.

Sesekali mereka menghadapi persoalan ekonomi. Namun, semua bisa dilewati karena keduanya saling mendukung. "Saya pikir rumah tangga saya baik-baik saja," katanya.

Perubahan mulai dirasakan sekitar tahun 2015. Ini terjadi saat internet mulai mudah diakses hingga pelosok desa. Intan mulai mengenal dunia maya.

Awalnya hanya membeli paket data untuk berkomunikasi melalui aplikasi pesan.

Lama-kelamaan ia mulai aktif menggunakan Facebook, WhatsApp, Instagram, hingga akhirnya mengenal TikTok.

Menurut Inyong, saat itu ia tidak pernah melarang istrinya bermain media sosial. Baginya, semua orang berhak mengikuti perkembangan zaman. "Saya tidak pernah curiga. Saya pikir cuma hiburan," ujarnya.

Namun tanpa disadari, kebiasaan itu mulai mengubah perilaku sang istri. Perubahan pertama yang dirasakan Inyong adalah penampilan Intan.

Jika sebelumnya sang istri tampil sederhana seperti perempuan desa pada umumnya, kini ia lebih sering berdandan. Wajahnya selalu dipoles riasan. Pakaiannya juga berubah menjadi lebih modis dan terbuka.

Awalnya Inyong menganggap perubahan itu sebagai hal yang wajar. "Mungkin ingin tampil cantik. Saya tidak mempermasalahkan," katanya.

Namun lama-kelamaan perubahan itu terasa semakin mencolok. Bahkan ketika keluar rumah, Intan tetap mengenakan pakaian yang menurut Inyong jauh berbeda dibanding kebiasaannya selama bertahun-tahun.

Puncaknya terjadi pada tahun 2023. Intan mulai rutin melakukan siaran langsung atau live di TikTok. Saat melakukan live, banyak pria yang masuk ke ruang siarannya. Mereka saling menyapa, bercanda, hingga memberikan hadiah virtual.

Saat itu Inyong sama sekali tidak mengetahui aktivitas tersebut. Ia tetap bekerja seperti biasa sejak pagi hingga sore. Di rumah, Intan menghabiskan lebih banyak waktu bersama telepon genggamnya.

Tak lama kemudian, Inyong mulai merasakan perubahan dalam hubungan mereka sebagai suami istri. Intan semakin sering menolak ketika diajak berhubungan badan.

Alasannya bermacam-macam. Mulai dari kelelahan, mengantuk, hingga tidak enak badan. "Saya mulai merasa ada yang berubah. Tapi saya belum tahu apa penyebabnya," tuturnya.

Beberapa kali ia mencoba mencari tahu isi telepon genggam istrinya. Namun Intan dinilai sangat pandai menyembunyikan semua aktivitasnya.

Pepatah mengatakan, sepandai-pandainya menyimpan bangkai, baunya akan tercium juga. Sedikit demi sedikit ia mengetahui bahwa istrinya semakin dekat dengan seorang pria yang dikenalnya melalui TikTok.

Hubungan mereka ternyata tidak lagi sekadar teman sesama pengguna media sosial. Keduanya diduga sudah menjalin hubungan asmara. Temuan itu membuat pertengkaran besar terjadi di dalam rumah.

Namun saat itu Inyong masih memilih memaafkan. "Saya masih ingin mempertahankan rumah tangga," katanya.

Beberapa waktu setelah persoalan itu mereda, seorang teman dekat datang menemuinya. Temannya mengaku pernah melihat Intan berjalan berdua dengan seorang laki-laki ketika Inyong sedang bekerja. Informasi itu sempat membuatnya terpukul. Namun ia tidak langsung mempercayainya.

"Saya tidak mau menuduh tanpa bukti. Saya tidak ingin rumah tangga hancur hanya karena omongan orang," ucapnya.

Meski berusaha menepis semua cerita yang didengarnya, rasa penasaran terus menghantui. Suatu hari ia kembali memeriksa galeri foto di telepon genggam istrinya. Di sanalah ia menemukan foto-foto yang menurutnya menjadi bukti kuat. Intan terlihat berfoto bersama pria lain.

Saat melihat foto tersebut, Inyong mengaku seperti kehilangan seluruh tenaga. Seluruh kecurigaan yang selama ini dipendam akhirnya terjawab.

Anehnya, setelah mengetahui semuanya, Inyong tidak lagi marah. Ia justru merasa lelah.

Baginya, mempertahankan hubungan yang sudah kehilangan kepercayaan hanya akan membuat semua pihak semakin terluka. "Saya bilang, kalau memang sudah memilih dia, lebih baik menikah saja. Jangan terus hidup dalam dosa," katanya.

Keputusan itu menjadi akhir perjalanan rumah tangga yang telah dibangun selama lebih dari dua puluh lima tahun. Mereka resmi berpisah. Kini Inyong menjalani hidupnya dengan lebih tenang. Ia tetap bekerja seperti biasa.

Perhatian utamanya kini tertuju kepada anak-anak dan masa depannya sendiri. Ia tidak menyalahkan media sosial sepenuhnya. Menurutnya, teknologi hanyalah alat. Semua kembali kepada bagaimana seseorang menggunakannya.

"Saya tidak bilang TikTok itu jelek. Yang salah kalau orang tidak bisa menjaga dirinya sendiri," ujarnya.

Di akhir perbincangan, Inyong berharap kisahnya bisa menjadi pelajaran bagi pasangan suami istri lainnya. Menurutnya, komunikasi, keterbukaan, dan saling menjaga kepercayaan jauh lebih penting daripada sibuk mencari perhatian dari orang lain di dunia maya.

"Rumah tangga itu dibangun bertahun-tahun. Jangan sampai hancur hanya karena kenal seseorang lewat layar ponsel," tutupnya. (zen/fun)

Editor : Fandi Armanto
#cerai #live TikTok #sosial media