Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kehilangan Anak Pertama Gara-gara Ayam

Fuad Alyzen • Sabtu, 1 November 2025 | 19:25 WIB
Ilustrasi ayam jago aduan
Ilustrasi ayam jago aduan

ANDI (bukan nama sebenarnya) punya trauma yang mendalam memelihara ayam jago. Anak perempuan yang merupakan anak pertamanya meninggal usai diserang ayam kesayangannya sendiri. Sampai sekarang dia enggan lagi memelihara ayam.

Sejak kecil Andi warga Probolinggo berusia 37 tahun ini memang menyukai ayam jago. Ayam jenis aduan itu bukan hanya dipelihara. Dia sering mengetes ayam jagonya di arena, untuk mengukur seberapa jauh kemampuan ayamnya bertarung.

Tak sedikit yang dia pelihara. Di rumahnya dipenuhi ayam jago yang dibelinya dari berbagai daerah. Berbagai macam jenis ayam aduan dia miliki. Seperti pada umumnya hanya beberapa ayam yang dia rawat dengan baik.

Ayam itu sering membuatnya bangga karena sering memenangkan pertarungan di arena. Ayam itu lantas dijaga layaknya anak sendiri.

Sampai dia menikah, hobi memelihara ayam petarung, terus dia geluti. “Dari SD kelas empat saya menyukai ayam,” ujarnya.

Setahun setelah menikah, kemudian dia dikaruniai anak perempuan. Anak pertama yang sudah lahir itu pun membuatnya dia bahagia. Dia sangat menyayangi anaknya.

Namun memelihara ayam jago tetap dia tekuni. Karena dari memelihara ayam dia juga mendapat penghasilan.

Suatu ketika, anak yang sangat dia sayangi sudah berusia 1,7 bulan. Waktu itu anaknya selalu mengikuti ayahnya kemanapun pergi.

Sampai suatu ketika, apes menimpanya. Di suatu pagi, Andi melakoni aktivitas yang rutin dilakukannya, yakni mengetes fisik ayam atau latihan dan memberi vitamin ayamnya.

Setelah fisik fisik, ayam jago miliknya diumbar atau dilepas di halaman rumahnya. Tujuannya agar ayam bisa bergerak bebas dan melenturkan ototnya usai dilatih fisik. Biasanya Andi membiarkan selama beberapa menit saja sembari diperhatikan.

Namun pada saat itu, hendak membuang air kecil ke kamar mandi. Nah, saat Andi ke kamar mandi, anak perempuan yang berjalan di sisi ayam kesayangan yang sedang dilepas Andi, tiba-tiba menyerang anaknya.

Ayam peliharaannya itu memberi pukulan telak berulang kali pada anak kesayangannya. Jalu ayam di kakinya yang sudah dipertajam, menancap ke tubuh anaknya. Anak perempuan itu sontak berteriak tangis karena kesakitan.

Mendengar itu, Andi dan istrinya buru-buru menuju ke halaman. Rupanya sang  anak sudah dalam posisi terbaring. Andi langsung menolong sang anak seraya tak lupa mengamankan ayam jago peliharannya.

Istrinya tentu saja menangis. Sambil menggendong anak yang sudah dipenuhi luka lebam di sekujur tubuhnya bahkan berdarah. Kehebohan itu spontan mengundang kehadiran warga sekitar. Andi yang melihatnya marah pada ayam tersebut.

Saat itu juga ayam jago yang dipelihara disembeleh. “Padahal saat ayam akan disiapkan untuk diadu di arena. Tapi tak jadi. Ayam ini menyerang anak saya,” katanya di teras rumahnya, Selasa (28/10) malam sembari mengenang.

Hari itu juga, lanjut Andi, anaknya langsung dibawa ke rumah sakit agar luka-luka pada tubuhnya mendapat perawatan. Semenjak itu dia sangat menyesal sudah melepas ayamnya sembarangan.

“Dipukul ayam sakit lho sekelas tubuh orang dewasa. Apalagi anak kecil dan terkena jalu. Saya saja sering, rasanya sakit,” katanya.

Setelah sembuh, anak perempuannya memang dipulangkan ke rumahnya. Tapi akibat kejdian itu, anaknya mulai sakit-sakitan. Andi harus membawanya ke rumah sakit berulang kali.

Setelah beberapa bulan, akhirnya anak perempuan yang dia sayang dan cintai itu meninggal dunia. Kemungkinan anaknya mengalami luka dalamsetelah diserang ayam.

“Dulu saat sembuh sempat minta daging ayam yang menyerang anak saya. Anakku minta hati ayam itu. Saya kasihkan,” ujarnya.

Setelah insiden itu, Andi memutuskan untuk berhenti memelihara ayam. Ayam yang jumlahnya puluhan di rumahnya, satu-persatu dijadikan ayam panggang oleh Andi. Ada yang dijualnya juga.

Kini Andi memiliki seorang anak laki-laki. Dia pun beralih menyukai burung. Dia di rumahnya banyak memelihara burung. “Saya tidak akan memelihara ayam lagi,” katanya sembari memeluk anak laki-lakinya. (zen/fun)

Editor : Fandi Armanto
#anak pertama #ayam jago