Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Diusir Suami karena Sering Berutang

Fuad Alyzen • Sabtu, 22 Maret 2025 | 19:00 WIB
ILUSTRASI Love Story
ILUSTRASI Love Story

RUMAH tangga Bety (bukan nama sebenarnya), 39,  sedang tidak baik-baik saja. Itu terjadi setelah Bety ketahuan memiliki hutang puluhan juta tanpa sepengetahuan suami. Ironisnya, uang itu digunakan untuk gaya hidup.

Wajar saja Murat (juga bukan nama sebenarnya), 44, kecewa. Suami Bety itu hanya bekerja sebagai kuli bangunan. Dia bekerja bila mendapat panggilan saja. Jika tidak ya menganggur.

Bety dan Murat merupakan pasangan suami istri. Keduanya sama-sama lahir di Kabupaten Probolinggo. Keduanya menikah sampai dikarunia dua anak.

Sama seperti keluarga lainnya, pasutri ini tampak harmonis jika dipandang dari luar.

Namun faktanya berbanding balik, kini rumah tangganya sedang tidak baik-baik saja.

Ini karena Bety kerap berutang. Dia sering meminjam uang di sana-sini hanya untuk memenuhi kebutuhan nafsunya.

Jika tetangga atau orang lain memiliki harta, dia harus memilikinya dengan cara yang tidak disukai sang suami.

Tahun 2007 silam merupakan tahun kebahagiaan pasutri ini. Di tahun inilah keduanya menikah. Kedua orang tua pasutri ini memang berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Namun di dalam pikiran mereka, itu bukan masalah. Bety dan Murat awalnya komitmen akan menjalani rumah tangga dengan tulus dan saling menerima apa adanya. Yang ada dalam pikirannya hanyalah kebahagiaan.

“Tidak terlintas istri akan suka ngutang tanpa sepengetahuan suami,” kata Murat saat menceritakan.

Setelah pernikahan itu, keduanya menikmati bulan madu. Mereka menggunakan uang buwuhan dari para tamu undangannya. Saat itu keduanya berlibur ke Malang dan Jogjakarta.

Setelah menghabiskan uang, Murat kembali bekerja untuk menafkahi sang istri. Dia bekerja sebagai kuli bangunan. Walaupun sebagai kuli bangunan, sang istri tetap menerima sang suami.

Akhirnya pasutri ini dikaruniai seorang anak. Sampai anak kedua lahir, kebutuhan semakin banyak. Sedangkan andalan pendapatan mereka dari pekerjaan Murat.

Semenjak itu sifat buruk Bety muncul. Rupanya, dia selalu panas ketika tetangga memiliki sesuatu. Misalkan anak tetangga memiliki sepeda listrik, dua sampai empat hari, Bety sudah bisa membelinya.

“Orang pikir itu dari hasil kerja kuli bangunan. Gak tahunya,” sebut Murat sembari menahan sedih.

Kata Murat, dirinya tidak mengetahui uang itu didapatkan dari mana. Yang dia tahu istrinya sering menyatakan, hasil uang yang diberikan sang suami disisihkan untuk ditabung.

Jika ada kebutuhan mendesak, suatu saat nanti akan digunakan. Setiap ada orang bank ke rumahnya, dia menganggap mereka menerima uang tabungan dari istrinya.

Karena itu Murat selalu semangat bekerja walaupun sebenarnya uang yang digunakan istrinya hasil pinjaman ke bank.

Sampai bertahun-tahun Bety selalu melakukan itu tanpa sepengetahuan Murat. Hingga akhirnya saudara Murat yang kesal akhirnya menceritakan, bahwa sebenarnya ada orang dari bank yang datang ke rumahnya untuk menagih hutang.

“Sudah lama dinasihati oleh saudara-saudara saya. Jangan sering-sering pinjam bank. Jawabnya (istrinya) kan bukan kamu yang bayar,” katanya sembari menirukan cerita suadaranya.

Semenjak itu Murat lantas kesal mendengarnya. Setelah pulang kerja langsung bertengkar hebat. Awalnya tidak mengakui Bety memiliki hutang ke bank.

Akhirnya setelah lama didesak Murat, istrinya akhirnya mengakuinya. Diketahui hutang yang harus dibayar suaminya senilai 50 jutaan.

“Saya langsung usir untuk pulang ke rumah orangruanya. Tidak tahu bagaimana kelanjutnannya, aku pasrah. Padahal saya selalu menuruti permintaannya, tapi kok jahat dia tu,” katanya saat meluapkan emosinya. (zen/fun)

Editor : Abdul Wahid
#utang #diusir