Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Suami yang Lebih Mementingkan Ayam Aduan Daripada Keluarga

Fuad Alyzen • Sabtu, 16 November 2024 | 17:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

HOBI sudah membutakan hati dan pikiran Coy (bukan nama sebenarnya), 46. Saking senangnya dengan ayam aduan, Coy malah meninggalkan pekerjaan sebagai karyawan pabrik. Setiap siang sampai malam selalu mengadu ayam tanpa menghiraukan keluarga di rumah.

Coy merupakan warga Kabupaten Probolinggo yang menikahi Ana (juga bukan nama sebenarnya), 40. Dia hanya beda desa dan kecamatan dengan Coy. Pernikahan mereka sudah lama, hampir 20 tahun.

Selama ini Coy tinggal di rumah istrinya. Dari pernikahannya dengan Ana, Coy dikaruniai dua anak yang sudah beranjak remaja.

Namun keluarga ini seolah kehilangan sosok pemimpin keluarga. Sebab Coy setiap harinya mengurus ayam jagonya dan membiarkan istri banting tulang bekerja.

“Kan seharusnya suami bekerja menafkahi. Ini malah sibuk mengurus ayam. Padahal bolak balik dinasihati, namun tak ada hasil,” sampai Ana.

Ana bercerita, dirinya sudah lama menikah dengan Coy. Sampai dikaruniai dua anak.

Pada awal pernikahan memang Coy menyukai ayam aduan. Namun Coy saat itu tidak separah seperti sekarang.

Betapa tidak, Coy waktu itu mencari pekerjaan dan meninggalkan sejenak dunia ayam aduan untuk mencari nafkah di luar sana. Coy hanya mengurus ayam aduan jika ada waktu luang.

Hingga beberapa bulan kemudian, berita baik menghampirinya. Usaha Coy menjari pekerjaan ternyata membuahkan hasil. Coy diterima bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan di Kota Probolinggo.

“Bekerjalah waktu itu. Setiap gajian uangnya disisihkan untuk keperluan keluarga,” ujarnya.

Ana Bahagia walaupun hidupnya penuh kesederhanaan. Yang paling senang, Ana mengetahui perubahan sikap Coy. Karena setelah bekerja lalu, suaminya baru mengurus ayamnya. Meski sampai malam Coy selalu merawat ayam-ayam kesayangannya.

Lima tahun berjalan tepat setelah dikaruniai anak kedua, entah mengapa Coy berubah lagi.

Dia malah lebih banyak meluangkan waktu untuk mengurus ayam. Bahkan sampai waktu pekerjaannya tersisihkan. Hingga akhirnya Coy diusir oleh perusahaan waktu itu.

Otomatis biaya kebutuhan setiap harinya semakin merosot. Sebab tidak ada pemasukan sama sekali.

Tetapi Coy bukannya mencari pekerjaan untuk menambah pemasukan. Dia justru malah sibuk mengurus ayam-ayamnya.

“Benar, memang cari uang di luar sana. Tapi untuk kebutuhan ayamnya, bukan untuk keluarga,” ujarnya.

Coy bukannya sadar setelah diingatkan Ana. Dia justru semakin menjadi-jadi. Seisi rumah malah penuh dengan kandang ayam. Setiap malam tidur dengan ayam.

Alhasil, Ana terpaksa mencari pekerjaan, demi kebutuhan makan dan sekolah anaknya. Setelah beberapa pekan mencari, akhirnya Ana menemukan pekerjaan, yakni sales minuman kesehatan.

Pekerjaan itu ditekuninya sampai anak pertamanya saat ini sudah SMP. Bahkan dari tabungannya Ana bisa memperbaiki rumah, biayai kebutuhan keluarga. Sedangkan Coy masih asik bermain dengan ayam.

Ana menjelaskan, pagi sekitar pukul 05.00 Coy terlihat sedang melatih ayamnya. Setelah semuanya dilatih, Coy memandikan dan menjemurnya pukul 07.00.

Setelah selesai dijemur semua ayam dipindah ke kandang umbaran sembari duduk memandangi ayam-ayamnya. Kadang Coy memberikan jamu pada ayamnya. Terkadang, dia bisa sampai sore melatih fisiknya. Tak jarang Ana melihat Coy sampai rela mengelap-ngelap ayamnya satu persatu.

“Ayamnya ada belasan, hampir 20 paling. Lha wong di lantai dua juga ada kandang,” katanya.

Yang bikin miris, Coy seakan lupa bahwa dia punya anak dan istri. Bahkan di malam hari, Ana kerap menjumpai Coy lagi-lagi mengelap ayam di bagian tubuhnya dengan air hangat.

Kandang ayamnya pun dipasang korden. Padahal jendela rumah mereka saja tidak dilengkapi korden. Ana sampai geleng-geleng kepala jika mengingatkan sang suami.

Sebenarnya nasihat sering kali dilontarkannya. Termasuk keluarga Ana. Tetapi semuanya capek mengurusnya.

Kini Ana lebih memilih tidur bersama ibu dan anak-anaknya. Dan membiarkan suaminya asik dengan ayamya.

“Jemput anak saya, urus sekolah saya, makannya saya, bangun rumah saya dan lainnya juga saya. Fokus suami hanya ayamnya. Biarkan sajalah. Diusir pun sudah pernah, tapi tetap asik bermain ayam,” katanya. (zen/fun)

Editor : Abdul Wahid
#keluarga #Ayam Aduan