TOTOAN gelap (togel) sejatinya ilegal dan haram. Tapi penggemarnya tak pernah surut. Mereka bahkan rela melakukan berbagai cara untuk mendapatkan petunjuk. Harapannya diberi nomor dan tembus.
Sueb (nama samaran), 36, warga Kecamatan Mayangan, adalah salah satu penggemarnya. Ia sampai rela melakukan ritual grandong togel di sebuah area yang dipercaya dahulunya merupakan tempat pembantaian PKI, di Kota Probolinggo.
“Sekitar belasan tahun lalu, daerah tersebut masih gelap. Jadi masih angker. Sekarang sudah terang, tidak bisa digunakan grandong lagi,” kata Sueb.
Sueb mulai menyiapkan bahan yang diperlukan. Ia berharap akan mendapatkan nomor togel yang jitu.
“Kebetulan tetangga ada yang selamatan meninggal dunia dan di dalam berkatannya ada kue apem. Saya pakai itu, kemudian ditambah hio sebatang. Lalu kertas putih kosong dan minyak misik,” tuturnya.
Sueb lantas meletakkan kue apem tersebut di lokasi, tepatnya di bawah sebuah pohon ceri. Di atasnya, ia tancapkan hio. Tak lupa ia kemudian menyalakan hio tersebut.
“Kertas itu lalu saya olesi minyak, kemudian dilipat. Setelah itu dimasukkan ke dalam kotak korek api,” katanya.
Tak lama setelah sajen diletakkan di posisi, datanglah teman Sueb bernama Halim (juga nama samaran).
Halim duduk di seberang jalan. Hanya terpaut sekitar 20 meter dari lokasi grandong tersebut. Sehingga sesajen yang terpasang masih tampak jelas.
Baca Juga: Pria yang Sibuk Bekerja sampai Akhirnya Diceraikan Istri
Sesajen tersebut mulai tampak bergerak sendiri. Dupa atau hio yang tertancap di atas apem bergoyang ke atas dan ke bawah tak karuan seperti diguncang sesuatu.
“Ya saya lihatnya hanya dupa tersebut bergoyang. Namun Halim mengatakan hal yang berbeda. Katanya dupa yang saya tancapkan itu mengenai kepala seekor harimau,” katanya.
Karena takut, Halim meminta Sueb untuk mencabut hio. Namun dia tidak menghiraukannya. “Sebab menurut saya ritualnya belum selesai. Tujuan saya belum terwujud,” tutur Sueb.
Sueb dan Halim tetap memantau dari seberang jalan. Halim yang ketakutan hingga tak berani pulang ke rumahnya karena jalanannya gelap.
Saking ketakutannya, dia enggan pulang. Dia malah menginap ke rumah Sueb dan baru pulang esok subuh.
Setelah sekitar 10 menit dupa tersebut mulai terdiam dan berangsur habis. Sueb meyakini bahwa ritualnya sudah selesai. Ia pun mengambil kertas yang telah diolesi minyak wangi.
“Sungguh aneh, minyak wangi yang dioleskan ke kertas tersebut berkumpul di tengah kertas kosong. Minyak itu membentuk siluet keris. Artinya nomor yang harus ditembak adalah nomor keris,” jelasnya.
Sueb pun bahagia karena hal yang diminta terkabulkan. Ia mendapat prediksi nomor togel yang akan keluar esok hari. Meskipun hanya dua angka. “Setelah dapat, ya kami langsung pulang,” katanya.
Meski demikian, di malam hari tersebut Sueb memimpikan hal yang aneh. Di dalam mimpinya tersebut, ia didatangi oleh sosok wanita cantik bergaun merah.
Ia kemudian duduk di dekat Sueb. Perempuan itu memberinya keris. Dalam tafsir mimpi, senjata asli Jawa ini juga memiliki tafsir nomer.
“Dia meminta saya membelinya. Namun dia juga mengatakan bahwa setelah itu saya mau ikut dengannya. Lalu dia pergi,” jelas Sueb.
Pagi harinya, Sueb menceritakan mimpinya semalam pada Halim. Halim mewanti-wanti untuk jangan membeli nomor tersebut. Ia khawatir terjadi sesuatu.
“Saya juga ketakutan, akhirnya memilih tidak membeli nomor tersebut. Sebab saya pikir maksud dari kata-kata wanita tersebut ikut dengannya adalah kematian. Kan seram,” katanya.
Malam harinya, Sueb terkejut karena nomor togel yang keluar di hari itu adalah nomor keris. Antara menyesal namun tak percaya.
“Andaikan dibeli seribu rupiah saja, sudah dapat Rp 60 ribu. Kalau beli Rp 5 ribu bonus seribu jadi Rp 6 ribu, tinggal kalikan hasilnya. Tapi mau bagaimana lagi. Saya takut dengan pesan perempuan dalam mimpi. Sehingga saya memilih untuk selamat saja,” katanya.
Saat itu Sueb masih sering membeli nomor togel. Namun tidak lagi meminta bantuan dari ritual grandong. Ia memilih untuk memprediksi dengan caranya sendiri.
Meski peluang menangnya jadi lebih kecil. Hingga pada 2018 ia ditahan aparat kepolisian akibat kasus perjudian. Inilah yang menjadi titik balik Sueb. Ia lantas meninggalkan dunia judi ini karena sadar bahwa tidak ada jalan pintas menuju kekayaan maupun kesuksesaan.
“Saat ini saya memilih fokus dengan pekerjaan saya dan menghidupi keluarga dengan uang yang halal serta barokah. Ini lebih aman, selamat dunia akhirat,” katanya. (gus/fun)
Editor : Ronald Fernando