Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Fobia Cicak dan Percaya Jika Kejatuhan di Kepala Bakal Sial

Fandi Armanto • Minggu, 19 November 2023 | 17:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Hampir semua orang pasti geli dengan cicak. Sebagian lagi ada yang percaya dengan segala mitos terhadap hewan ini. Begitu juga dengan Yudi (nama samaran). Saking takutnya sama cicak, mendengar bunyinya saja dia sudah keringat dingin.

 

“SAYA sudah pernah konsul dengan psikiater. Juga pernah mencari alternatif dengan hipnotis. Tapi belum berhasil,” kata pria yang kini berusia 40 tahun itu.

Bahkan, saking takutnya dengan cicak, dia sampai dijuluki herpetophobia oleh rekan-rekan sebayanya. Sebuah istilah fobia akan reptil dengan berlebih.

Parahnya, Yudi bukan hanya takut dengan hewan yang sering ditemui di rumah itu. Dia juga percaya akan tahayul atas hewan ini. Misalnya saja jika kejatuhan hewan ini, pasti akan mengalami kesialan.

Bukan tanpa sebab mengapa Yudi takut dengan hewan ini. Awal mulanya saat dia masih kecil, dia pernah “diserang” hewan ini. “Ceritanya saat itu ada paman yang memelihara arwana dan selalu diberi makan cicak,” beber Yudi.

Cicak itu disimpan dalam sebuah wadah kardus di dekat akuarium. Nah, Yudi kecil yang penasaran dengan benda apapun, membuka kotak cicak itu.

Akibatnya, ada puluhan cicak yang keluar dan langsung merambat ke wajah, tubuh, bahkan ada yang sampai masuk ke mulutnya. Dari insiden itulah dia menjadi trauma dan sejak itu pula Yudi fobia akan cicak.

Parahnya lagi, dia sudah menganggap hewan ini adalah sesuatu yang harus dihindari. “Apalagi juga ada cerita bahwa cicaklah yang menjadi penyebab Nabi Muhammad ketahuan musuhnya saat bersembunyi. Begitu kan cerita yang sering beredar?” katanya.

Suatu ketika,  Yudi juga pernah kejatuhan cicak di kepalanya. Secara reflek, Yudi hanya menjerit. Tapi, insiden kejatuhan cicak di kepala. Entah karena apes, saat itu Yudi mengalami kecelakaan. Dia mengalami patah tulang.

Nah, kecelakaan itulah yang dikait-kaitkan Yudi dengan mitos tentang, siapapun yang kejatuhan cicak di kepala, pasti akan sial. Semenjak itu, mitos tersebut terus terngiang di kepalanya. Levelnya bahkan parah.

Betapa tidak. Saat Yudi remaja, dia pernah kembali mengalami kejadian, ada cicak yang jatuh di kepalanya. Karena sudah kadung mempercayai mitos, insiden itu membuatnya tak keluar rumah sampai sebulan lamanya.

“Entah kenapa saya begitu percaya. Mungkin karena trauma saat kejadian patah tulang saat SD lalu, yang awal mulanya karena ada cicak jatuh di kepala,” kata Yudi.

Fobia ini berlanjut sampai dia menikah hingga punya anak. Bahkan, akibat fobia ini, Yudi kerap digoda oleh anak-anaknya. Misalnya, sang anak membeli mainan cicak-cicakan.

“Tapi saya tetap takut. Sampai anak pernah saya marahin, hanya gara-gara mainan cicak. Padahal maksudnya supaya saya berani. Entah kenapa saya tidak pernah bisa berani,” kata Yudi.

Di rumahnya, Yudi kini juga memiliki alat semacam pengusir nyamuk yang fungsinya bisa juga untuk cicak. Ada juga alat seperti ketapel khusus, yang kini membuat istrinya pandai menggunakan.

“Saking fasihnya, bisa kena target walau sasaran cicak jauh di tembok. Kalau sudah kena dan mati, istri pula yang membuangnya karena saya tidak berani,” beber Yudi.

Yudi menyadari, fobia akan cicak ini memang mengganggunya. Bahkan, saat mendengar suara cicak, Yudi pasti akan tolah-toleh dan mendongak ke atas. Seraya menjauhi suara. (fun)

Editor : Ronald Fernando
#pobia