Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Temukan Sosok Istri Idaman Ada di Istri Kedua

Fahrizal Firmani • Sabtu, 29 Juli 2023 | 16:54 WIB

 

Ilustrasi
Ilustrasi
 

Sosok istri idaman yang diidamkan Dimas (bukan nama sebenarnya) tidak didapatkan dari istri pertamanya. Sebabnya, sang istri dinilai tidak bisa menjalankan kewajibannya. Dia akhirnya memilih untuk menikah lagi.

 

DIMAS terlahir dari keluarga kaya. Kakeknya adalah petani sukses. Ia memiliki sawah 30 hektar di wilayah Kabupaten Probolinggo. Karena kakeknya tidak dikaruniai anak laki-laki dan dia adalah cucu satu satunya, Dimas sangat dimanja.

Setiap keinginannya selalu dituruti. Hingga suatu hari, ia bertemu dengan seorang perempuan bernama Anita (bukan nama sebenarnya). Dimas jatuh hati pada pandangan pertama. Mereka berkenalan dan berpacaran.

Setelah mengenal Anita selama setahun, Dimas memberanikan diri untuk mempersuntingnya. Kakek dan orang tua Dimas merestui karena Anita ini dari kalangan berada. Orang tuanya memiliki toko besar.

Usai menikah, gambaran pernikahan yang diidamkan oleh Dimas, ternyata tidak sesuai harapan. Keinginan mendapatkan istri yang perhatian tidak terjadi. Anita jauh dari kata ideal. Dia menjadi sosok malas dan tidak peduli pada penampilan.

“Sehari hari, Anita hanya mengenakan daster. Ia tidak pernah meladeni suami, walau membuatkan kopi,” kata saudara Anita, Cahyo (bukan nama sebenarnya).

Awalnya, Dimas tidak mempermasalahkan kelakuan Anita. Ia berpikir mungkin karena Anita dari keluarga berada, dan sering dimanja sehingga tidak terbiasa untuk memberi perhatian pada orang lain.

Namun, ternyata, semakin usia pernikahan bertambah, Anita tetap tidak berubah. Pernah suatu waktu, Dimas pulang dari luar kota untuk urusan pekerjaan. Dia lalu menghubungi Anita jika akan pulang.

Dimas berpikir jika dengan mengabari kepulangannya, Anita akan menyambut dengan baik. Tapi nyatanya tidak. Saat ia pulang, Anita dalam kondisi tidak mandi dan masih mengenakan daster. Tidak ada makanan yang tersaji.

“Parahnya, di tudung saji tidak ada apa apa. Bahkan nasi hangat pun tidak tersedia. Ia juga tidak bersolek,” tutur Cahyo.

Karena hal ini, ia tidak pernah lagi menuntut istrinya untuk masak. Pada suatu waktu saat pulang ke rumah, Dimas malah datang dengan membawa makanan dan nasi hangat yang dibelikannya untuk Anita.

Saat berada di rumah, Anita tidak pernah bertindak layaknya seorang istri. Semua dilakukan oleh Dimas seorang diri. Mulai dari mencuci hingga menyetrika pakaian. Bahkan termasuk pakaian Anita.

“Memang tidak ada kewajiban bagi istri itu harus masak. Cuma Dimas sering mengeluh ke saya jika ingin sekali kali dibuatkan makanan kesukaannya,” jelas Cahyo.

Meski mengeluh dengan kelakuan Anita, Dimas tidak pernah menyampaikan secara langsung pada Anita. Justru Cahyo lah yang menyampaikan keluhan Dimas. Namun Anita tidak pernah menggubris.

Pernah, Cahyo meminta pada kakak perempuannya itu agar lebih memperhatikan penampilan. Jika Dimas pulang, semestinya ia memakai pakaian bagus dan wewangian. Anita malah tertawa.

“Terkadang saat Dimas pulang, Anita tidak menyambut. Tetap berbaring di depan televisi. Parahnya, sering memakai daster yang sudah sobek,” katanya.

Tidak kuat dengan sikap istrinya, Dimas sering tidak pulang hingga berminggu-minggu. Namun Anita tetap tidak peduli. Hingga, Dimas menceritakan pada Cahyo jika ia menikah lagi. Ia dapat seorang janda anak satu, Ani (bukan nama sebenarnya).

Pengakuan Dimas pada Cahyo, janda ini sangat perhatian padanya. Berbanding terbalik dengan istrinya. Saat Dimas datang, Ani sering menyiapkan makanan kesukaan Dimas. Saat Dimas ulang tahun, ia sering memberi kejutan.

“Akibat perhatian dari istri keduanya ini, Dimas jadi jarang pulang. Namun sesekali ia sempat datang menjenguk Anita,” terang Cahyo.

Walau memiliki saingan. rupanya tidak membuat Anita berubah. Dia tetap tidak perhatian. Sebaliknya Dimas tetap tidak berubah. Saat pulang ke rumahnya bersama Anita, ia selalu membawa oleh-oleh.

Setelah bertahun tahun berlalu usai Dimas berpoligami, Anita pernah bilang pada Cahyo jika ia menyesal karena tidak mendengar permintaannya. Jika ia lebih peduli, mungkin ia akan tetap jadi istri satu-satunya.

“Anita pernah bilang menyesal. Sebab, Dimas jadi jarang pulang. Andaipun pulang pasti langsung pergi lagi,” kata Cahyo. (riz/fun)

 

Editor : Ronald Fernando
#istri kedua