Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Diajak Makan, Malah Menjadi Sandera Ibu Kantin

Ronald Fernando • Sabtu, 1 Juli 2023 | 15:20 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Semua orang pasti senang, ketika diajak makan gratisan. Begitu juga yang dirasakan Tejo (nama samaran, red), 38, warga Lekok, Kabupaten Pasuruan. Setiap kali diajak makan-makan, Tejo senantiasa meluangkan waktunya. Tidak mau untuk menolaknya.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

TEJO sendiri merupakan seorang karyawan swasta di wilayah Kabupaten Pasuruan. Suatu hari, ia diajak temannya, untuk mengikuti kegiatan di sebuah instansi. Tejo yang memiliki banyak waktu luang, menyanggupi.

Mengendarai motor Vario, ia berangkat dari rumahnya. Tak butuh waktu lama. Hanya beberapa menit kemudian. Ia sampai di tempat tujuan.

Di lokasi, sudah ada beberapa temannya yang lain ikut hadir untuk mengikuti kegiatan. Tejo pun berbaur dengan rekan-rekannya tersebut. Hingga lama menunggu, kegiatan yang direncanakan berlangsung pukul 12.00 itu, tak kunjung dimulai.

Rasa haus dan lapar pun menghampirinya. Hingga kondisi itu, diketahui salah satu dari rekannya. Ia pun diajak untuk ke kantin, makan dan minum di sana. Sembari menunggu panggilan untuk acara dimulai.

“Saya diajak. Jadi saya pikir, dia yang membayari,” akunya.

Tejo dan salah satu rekannya itu, tidak sendirian. Beberapa rekannya yang lain, membuntutinya. Mereka pergi ke kantin.

Banyak teman banyak rezeki. Begitulah pemikiran Tejo waktu itu. Tanpa ragu, ia pun memesan makanan dan minuman di kantin. Apa yang dilakukannya itupun, diikuti teman-temannya yang lain.

Hingga acara dimulai, bergegas mereka semua ke tempat acara. Tanpa membayar tagihan yang harus mereka bayarkan sebelumnya. Beberapa jam berselang, rekan-rekan Tejo pun memilih untuk balik kanan.

Hanya Tejo dan seorang rekannya yang memilih untuk tinggal. Mereka berdua kemudian balik ke kantin tempat sebelumnya. Namun, Tejo dibuat kaget, setelah disodori tagihan yang lumayan.

Tejo yang kala itu tak membawa banyak uang, mendadak keringetan. Ia bingung harus membayar pakai uang yang mana. “Begitu saya ke kantin lagi, saya disodori tagihan. Saya bingung karena tagihannya begitu besar. Bu kantin bilang, ini teman-teman saya semua. Saya harus tanggung jawab,” ungkapnya.

Ia mencoba menjelaskan. Namun, pemilik kantin enggan untuk mendengarkan. Ia mendesak agar Tejo segera mengeluarkan uang sesuai tagihan.

Tejo kemudian mengontak beberapa rekannya yang ikut nongkrong di kantin itu sebelumnya. Mereka pun menjawab, kalau makanan tersebut ditanggung oleh rekannya yang lain. Namun, begitu dihubungi rekan yang dimaksud, justru rekannya tersebut mengalihkan kalau yang nanggung pihak lain.

Tejo semakin dibuat pusing. Mau pulang ia tak bisa. Padahal hari sudah beranjak sore. Ia menjadi “sandera” bersama seorang rekannya yang juga tak punya uang oleh ibu kantin. Kabar kalau Tejo disandera bu kantin, bukannya membuat iba. Malah, beberapa rekannya, tertawa setelah mendapatkan telepon darinya.

Hingga ia mencoba untuk mengontak rekannya yang lain. Dari situlah, akhirnya ada pencerahan. Ada yang mau menanggung tagihan bu kantin yang lumayan. Sementara ia, sebenarnya hanya minum satu gelas dan makan satu piring.

Ia pun dibuat lega. Ketika akhirnya, tagihan tersebut benar-benar ada yang menanggungnya. Dengan hati penuh gembira, ia dan seorang rekannya itupun, bisa pulang ke rumahnya. “Saya malu juga. Karena akhirnya, menyebar juga,” akunya. (one/fun)

Editor : Ronald Fernando
#tak bayar di kantin #sandera ibu kantin