Setiap manusia pasti tidak akan luput dari penilaian orang lain. Namun penilaian itu akan muncul acapkali ketika orang mengalami nasib buruk. Menjadi bahan ghibah yang tak akan pernah tuntas dibicarakan.
Sandra yang merupakan warga Kabupaten Probolinggo sering menjadi bahan pembicaraan tetangga. Lantaran nasibnya sama seperti yang dialami ibundanya yang juga hamil di luar nikah.
Sandra ditengarai hamil karena kecelakaan. Orang tuanya malu lantaran anaknya hamil di luar nikah. Padahal Sandra masih SMA. Kepercayaan orang tuanya seketika hilang setelah diketahui kehamilannya.
“Baru ketahuan setelah usia kehamilannya 7 bulan. Maklum ibu bapaknya menikah juga karena begitu,” ujar Basir (nama samaran), tetangga Sandra.
Katanya, berita ini sudah menyebar luas hingga ke luar desa. Kabar cepat berhembus karena ini terjadi dua kali. Dulu waktu dirinya muda, orang tua Sandra mengalami hal yang sama. Sekarang justru anaknya.
Memang Sandra setiap harinya keluar dengan teman laki-lakinya. Setiap bertemu mesti mengenakan pakaian sekolahnya. Walaupun masih cinta monyet, Sandra terbilang nekat. Dia berani memeluk erat kekasihnya di depan umum.
Orang tua Sandra bukan terbilang mampu. Mereka harus setiap hari ke sawah dan beternak. Pagi hingga petang mereka selalu di sawah. Sehingga mereka kurang mengontrol Sandra.
Hingga Sandra kebablasan. Lama-lama mulai ada keanehan terhadap Sandra.
“Setiap jalan kaki di depannya rasanya berbeda. Layaknya bagaimana gitu. Juga terdengar muntah-muntah,” ujarnya.
Orang tua makin curiga terhadap Sandra, ketika perutnya mulai buncit. Namun Sandra cerdik menutupinya. Walau begitu, Sandra tiap pergi ke sekolah masih selalu dijemput pacarnya. Tetapi dia mulai mengubah pakaiannya, dengan ukuran yang sedikit besar.
Nah, anehnya kedua orang tuanya tidak curiga bahwa ada keanehan terhadap Sandra. Hingga 7 bulan lamanya, perut Sandra makin membesar. Saat itu Sandra sudah sering jadi rasan-rasan tetangga.
Hingga akhirnya orang tuanya mengetahuinya saat Sandra tidur pulas. Konon saat itu, ibunya sebut saja Melati, 53, hendak membangunkan Sandra. Mungkin Sandra lupa mengunci pintu. Lalu Melati masuk dan melihat perut anaknya sudah membesar.
Alangkah terpukulnya Melati. Dia langsung menjerit, menangis melihat anaknya tengah hamil. Apalagi sang anak masih SMA. “Saya mendengarnya. Saya tetangganya. Masalah apapun pasti terdengar,” ungkapnya.
Setelah mengetahuinya, orang tua Sandra sempat meminta pertanggungjawaban ke laki-laki yang telah menghamilinya. Namun sang kekasih kabur sebelum dimintai pertanggung jawaban.
Di sisi lain, sekolah sudah memberhentikan Sandra dan pacar Sandra. Sebab keduanya sudah membuat malu nama sekolah. Dari sinilah tetangga tahu jika kekasih Sandra masih satu sekolah.
Sampai saat ini Sandra belum melahirkan. Usia kehamilannya mungkin sudah meranjak 8 bulan. Sedangkan kekasih yang menghamilinya kabur. Enggan tanggung jawab. (zen/fun) Editor : Jawanto Arifin