Gaya hidup Ike terkesan sederhana. Dia sering mengenakan baju sarung batik (samper). Suaminya sudah lama meninggal dunia. Dahulu dia ramah terhadap tetangganya. Ike dikaruniai 2 anak. Pertama perempuan dan yang kedua laki-laki.
Tetapi entah mengapa Ike mulai berubah. Ini terjadi sekitar tahun 90-an. Ike tak lagi ceria. Tubuhnya perlahan mengering.
Saat itu, tetangga curiga. Hingga suatu saat, ada tetangganya yang sakit. Celakanya, tetangga menuduh Ike yang “mengirim” sakit tersebut. Setelah itu, kabar tersebut tersiar dan kian banyak yang menuduhnya.
Entah mengapa sang tetangga begitu percaya. Apalagi hanya berdasar dari mimpi. Bermimpi melihat Ike mengubur tikus terbungkus kain kafan lengkap dengan bunga melati.
Salah satu korban sebut saja namanya Parno (nama samaran) yang mengalami sakit tersebut. Berbulan-bulan Parno mengalami sakit tidak wajar. Tak wajar karena meski sudah berobat ke dokter, tidak ada penyakit medis yang jadi dasar. Kondisi Parno makin parah. Dia sering merasa sakit di bagian perut.
“Tidak tahu betul sih. Namun sesama paham ilmu spritual itu sakit lantaran diguna-guna. Yang saya tahu seperti itu. Juga sering dituduh tetangganya,” ujar tetangga Ike, Basir.
Semenjak itu, tudingan terhadap Ike sering tak berdasar. Yang pasti, Ike makin sering dilabrak.
Pernah suatu ketika Ike kedatangan tamu di rumahnya. Sang tamu mencaci maki dan mengancam mau membunuh Ike. Mereka adalah keluarga Parno yang mengira telah diguna-guna oleh Ike.
Parno menuduh Ike pelakunya. Pertengkaran itu membuat keluarga dan kerabat tidak saling sapa sampai sekarang.
Bagaimana tidak menuduh. Kehidupan Ike memang sangatlah aneh pada waktu itu. Di sisa umurnya saja, tubuh Ike kurus kering. Rambutnya putih berantakan. Terlihat menyeramkan.
Kabar Ike punya ilmu hitam kian menjadi tatkala ada orang yang mengaku, pernah melihat Wanita tersebut mengelilingi api di sekitar rumahnya. Cerita itu dibumbui dengan kondisi Ike tanpa mengenakan baju. Nah dari situ, curiga semakin kuat Ike telah mempunyai ilmu hitam yang disimpannya selama ini.
Namun Ike masih bersikeras untuk menepis tuduhannya. “Warga tidak berani menuduhnya secara langsung karena belum ada bukti yang kuat,” katanya.
Sialnya lagi, di tahun 2000-an, cucu Ike dari anak pertamanya mendadak meninggal. Kematian itu diterjemahkan warga lantaran mati sebagai tumbal. Kian klop lagi ceritanya karena meninggalnya Cucu Ike tak wajar. Sebab sang cucu semula sehat dan masih berusia 11 tahun.
Singkat cerita, Ike akhirnya meninggal. Kabarnya Ike sakit. Tapi karena kabar negatif sudah menyelimutinya, Ike disebut meninggal karena ilmu hitam yang dipelajarinya.
Sepeninggal Ike, taka da lagi kabar miring tentang Ike. Anak-anaknya berbaur dengan tetangga. Dan tetangga sudah melupakan Ike yang dicurigai pernah memiliki ilmu hitam. (zen/fun) Editor : Jawanto Arifin