Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pegawai Honorer yang Nyambi Sampingan Kerja Jadi Badut

Ronald Fernando • Sabtu, 1 April 2023 | 16:12 WIB
YANG PENTING HALAL: Bang Yeye saat menjadi petugas kebersihan di DLH Kota Probolinggo. Inset, Bang Yeye tampil menjadi badut saat mengisi sebuah acara. (Foto: dok pribadi)
YANG PENTING HALAL: Bang Yeye saat menjadi petugas kebersihan di DLH Kota Probolinggo. Inset, Bang Yeye tampil menjadi badut saat mengisi sebuah acara. (Foto: dok pribadi)
Selagi itu halal, pekerjaan apapun akan dilakukan Rudi Suryanto. Yang penting dia bisa memberikan nafkah kepada keluarga, jerih payahnya akan diridhoi sang pencipta.

------------------------------------------------------------------------------------------------------

SEHARI-hari Rudi Suryanto adalah tenaga non-ASN di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo. Di tengah tugas pekerjaannya, Bang Yeye-sapaan akrabnya mencari penghasilan tambahan dengan menjadi MC badut dan sulap.

Bang Yeye kerap diundang dalam sebuah acara. Mulai acara ulang tahun, sunatan ataupun syukuran bayi turun tanah. Diapun semangat melakoninya. Bahkan menjiwai.

Awal menjadi pegawai honorer itu tahun 2012 lalu, saat itu menjadi pegawai tidak tetap BLUD RSUD dr. Mohammad Saleh Kota Probolinggo. Hingga akhirnya, tahun 2022, dirinya dipindah tugaskan menjadi tenaga non ASN di lingkup DLH Kota Probolinggo. 

Dengan status sebagai honorer atau tenaga non ASN, dirinya berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Selama itu pekerjaan halal, bukan kriminal dan tidak menyimpang dari ajaran agama (Islam), dirinya tidak pernah malu untuk mengerjakannya. 

Hingga akhirnya sekitar tahun 2017 lalu, ada temannya yang sering mengisi acara dengan hiburan badut, butuh talent yang pas untuk kostum badut karakter atau boneka. Nah, temannya merasa dirinya cocok dengan postur tubuh yang mungil. 

Saat sang teman menawarkannya. Bang Yeye langsung menyanggupi dan langsung diajak mengisi suatu acara. Hingga kemudia dia jadi langganan untuk diajak  mengisi acara yang membutuhkan hiburan badut tersebut.

Photo
Photo
SEJAK 2017: Bang Yeye saat menjadi menjadi badut saat mengisi sebuah acara. (Foto: dok pribadi)

”Alhamdulillah, saya dipercaya teman saya yang punya Mega Badut asal Paiton untuk bergabung. Istri, dan keluarga tidak pernah malu dengan apa yang saya kerjakan. Selama itu pekerjaan halal, bukan kriminal, keluarga mendukung. Bagi saya, menjadi badut itu pekerjaan yang membuat orang bahagia, tertawa,” kata pria yang tinggal di jalan Sunan Muria Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo itu. 

Dari tahun 2017, diakui Bang Yeye, dirinya sering mengisi acara menjadi badut karakter atau boneka. Memang saat bekerja, panas dan keringatan sudah sering dia rasakan. Tapi demi rupiah halal, itu tak jadi masalah.

Sampai di tahun 2020 saat awal Covid-19, temannya terasa melihat dirinya miliki kemampuan untuk menjadi MC Badut. MC Badut ini, tidak lagi menggunakan konstum badut karakter atau boneka. Tetapi dia hanya di-make-up sedemikian rupa, untuk menjadi MC sekaligus menghibur anak-anak. 

Sejak itu, dirinya tidak lagi tampil sebagai badut boneka. Tetapi, tampil sebagai MC badut dan sulap di tiap acara. Syukurnya, apa yang diperoleh saat tampil sebagai MC badut, sangat dapat membantu perekonomian keluarga. Dalam tiap bulan, ada selalu yang mengundang dirinya untuk mengisi sebuah acara. 

Terkadang satu bulan hanya sekali. Pernah juga dalam sebulan lebih 5 kali. ”Saya suka dan tekuni kegiatan sampingan ini, karena saya suka menghibur anak-anak. Saya senang bisa buat anak-anak itu ketawa, bermain.  

Apa yang dilakukan sebagai MC Badut-sulap, dikatakan Bang Yeye, ternyata membuat teman-teman kerjanya mendukung. Bahkan tak jarang ikut mempromosikannya agar orang-orang memakai jasanya. 

Pernah suatu ketika, teman-teman kerjanya tahu, saat ada lomba video pendek di Kota Probolinggo. Bang Yeye tertarik ikut. Dia pun membuat video pendek, tentang dirinya sebagai MC badut. Ternyata, videonya mendapatkan juara I. Bahkan, dirinya juga diminta tampil dalam acara HadiPro (Hari Jadi Kota Probolinggo). 

”Alhamdulillah, saya juga sudah bergabung dalam komunitas atau organisasi Aku Badut Indonesia (ABI). Dalam acara pemerintahan, saya juga diminta untuk tampil menjadi MC Badut,” terangnya. 

Sampai kini Bang Yeye masih terus enjoy melakoni profesi sampingannya itu. Asalkan tak terbentur dengan waktu kerjanya sebagai pegawai honorer, dia pasti siap selalu untuk tampil. (mas/fun) Editor : Ronald Fernando
#pegawai honorer #badut