Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kaget PSK yang Dikencani Ternyata Istri Orang, Makelarnya Suaminya

Jawanto Arifin • Sabtu, 24 Desember 2022 | 18:08 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
CARA seseorang tobat dari kebiasaan buruk memang berbeda-beda. Ada yang tragis maupun unik. Aryo (nama samaran) adalah salah satu yang unik. Dia tobat tak lagi berkencan dengan kupu-kupu malam, karena takut menjadi “mayat hidup.”

Usia Aryo saat ini sudah kepala empat. Pria asli Pasuruan ini sudah menikah dan punya tiga anak. Dia juga rajin ke masjid, sudah dua kali umrah, bahkan hanya tinggal menunggu tahun pemberangkatan untuk ibadah haji bersama istri tercinta.

Keluarga Aryo begitu bahagia. Anaknya yang pertama mondok di pesantren dan sedang berproses menjadi hafiz. Istrinya begitu soleha, mendampinginya dan bisa menjadi sosok perempuan yang ada di belakang Aryo secara total.

“Aku benar-benar dapat hidayah yang mungkin memang unik. Benar-benar beruntung Allah masih menyayangiku,” beber Aryo.

Tapi jangan dikira hidup Aryo tak berliku. Sebelum menikah, atau kira-kira 15 tahun yang lalu, Aryo adalah pemuda yang bejat. Suka foya-foya dan gemar main perempuan.

Pria asli Kota Pasuruan ini, sebenarnya smart. Sejak masih sekolah, dia langganan jadi juara kelas. Di bangku kuliah, dia sudah bisa berpenghasilan karena pandai membuat program. Bahkan pekerjaannya yang sering berada di ibu kota sekarang, bukan dia yang melamar. Tetapi justru perusahaan yang memintanya bekerja. Bayarannya dolar Amerika.

“Sejak dulu waktu masih kuliah, aku sudah merasakan bagaimana dibayar dolar. Bukan riya, tetapi waktu itu profesi seperti yang aku lakukan masih jarang,” katanya mengenang.



Karena masih sedikit saingan, maka Aryo leluasa. Pundi-pundi rezekinya berlebih. Apalagi Aryo masih bujang. Di sinilah dia tak bisa mengatur keuangannya. Hingga kemudian terjerumus dengan gaya hidup yang “menyimpang.”

Aryo mulai menyukai narkoba dan miras. Dia juga gemar sobo ke lokalisasi. “Mungkin karena tidak pernah pegang uang banyak, lalu kaget. Dulu, hampir setiap hari memakai sabu-sabu. Karena pekerjaan yang kugeluti itu sering kali begadang kalau mengerjakan. Susah untuk tidak memakai serbuk putih ini saat bekerja,” bebernya.

Belum lagi, lingkungan kawan-kawannya yang juga begundal. Era-era tahun 2000-an, kawasan Tretes di Prigen begitu terkenal dengan dunia malamnya. Nah, Aryo nyemplung di sana. Seperti pria kebanyakan, mulanya dia hanya diajak oleh kawan-kawannya. Tetapi karena ke sana dalam kondisi teler, Aryo akhirnya harus merelakan keperjakaannya.

Yen di-iling-iling nyesel (kalau dingat menyesal). Tapi setan punya banyak cara untuk bujuk rayu,” katanya.

Rupanya Aryo makin keranjingan untuk mendapat cinta satu malam. Sebab usianya waktu itu sebenarnya sudah pantas untuk masuk ke pernikahan. Bukannya Aryo tak punya pacar. Justru dia sering menjalin hubungan dengan wanita-wanita yang baik.

“Tetapi aku tidak pernah berbuat yang aneh-aneh ke pacar. Sebab aku punya dua adik perempuan. Takut dibalas. Ibarate, mending tuku satene timbang tuku weduse,” katanya.

Aryo benar-benar menjadi petualang cinta. Hampir tiap lokalisasi terkenal di Indonesia, dia pernah cicipi. Itu belum termasuk jika berlibur ke Thailand ataupun Belanda.



Tapi dia tidak penah melupakan Tretes. Karena jaraknya paling dekat dari rumahnya. Dia bahkan hafal betul nama-nama penghuni wisma. Aryo seakan jadi member spesial. Jika ada yang baru, mami-mami memberinya kabar. “Sampai spesifikasi dari cewek-cewek ini, dikasih tahu lho. Biar saya tertarik,” katanya.

Jika Aryo datang, mami-mami di wisma juga merasa senang. Sebab Aryo kerap memberikan tip lebih. Sang mami kerap berpesan agar Aryo diservis lebih. “Mereka juga senang karena aku selalu main aman. Gak pernah mau kalau gak pakai kondom,” katanya.

Sampai suatu ketika, Aryo pernah berpesta mengajak kawan-kawannya setelah mendapat proyek bernilai ratusan juta. Dia mengajak gengnya untuk kembali ke puncak Tretes. Nraktir dan bebas memilih teman kencan.

Mereka berangkat dengan naik mobil. Seperti biasa, mereka sudah punya koneksi untuk dicarikan mbak-mbak di Tretes.

Tapi malam itu, Aryo berinisiatif hunting sendiri. Dia kangen mblusuk-mblusuk ke gang-gang di Tretes, untuk mencari terbaik dari yang terbaik.

Hingga dia tiba di suatu gang, ada seorang lelaki yang menemuinya. Pria yang masih muda itu lalu menawarkan, ada “barang baru”. Singkatnya, Aryo mensurvei ke tempat yang ditawarkan lelaki itu. Dia cocok. Seketika itu Aryo meminta agar cewek pilihannya diantar ke vila tempat mereka bermalam.

Tanpa menunggu lama, Aryo langsung tancap gas. Dua ronde sekaligus. Selesai, Aryo langsung senang-senang bersama kawannya.



Saat itu sang perempuan juga pamit pulang. Aryo secepatnya memberi uang untuk naik ojek. “Ternyata dia gak mau. Alasannya, dijemput bojone dewe. Kaget aku,” kata Aryo.

Karena tak percaya, Aryo mengikuti cewek itu. Ternyata, penjemputnya adalah pria yang menawarkan Aryo di ujung gang.

Aryo masih tak percaya jika lelaki itu adalah suaminya. Karena sudah punya banyak “intel”, Aryo mencari tahu. Dan ternyata benar. Perempuan yang dikencaninya, memang sudah bersuami. Nah, suaminya adalah pria yang menawarkan Aryo di ujung gang. “Sudah suami istri meski hanya kawin siri. Saya makin kaget,” kata Aryo.

Saat itulah Aryo merasa berdosa. Bahkan dia yakin dosa paling berat. “Mengencani istri orang itu kan tak termaafkan. Kalau di negeri Arab sana, hukumannya bisa sampai mati. Aku benar-benar merasa, berarti semestinya aku ini sudah dihukum mati. Astaghfirullah,” katanya.

Insiden itu membuatnya langsung tobat. Dia tidak ingin, dosanya kian besar. “Menyetubuhi istri orang itu tak termaafkan. Kalau dihukum mati, berarti aku ini kan jadi mayat hidup. Jadi zombie. Ya Allah, maafkan hamba ini,” kata Aryo menyesal.

Semenjak itu Aryo tak pernah lagi mengencani PSK. Beruntung dia bertemu wanita pujaannya dan menikah. (*) Editor : Jawanto Arifin
#psk tretes #tobat #kencan dengan psk #PSK