Kisah Surti terjadi di tahun 2016 lalu. Saat masih SMA. Dia kerap bergaul dengan teman-temannya yang biasa clubing. Baik cowok dan juga cewek. Bahkan tak sedikti teman Surti yang menjadi pemandu lagu di sejumlah tempat karaoke yang ada di kota mangga.
Celakanya, usai lulus SMA, Surti saat itu tidak menemukan pekerjaan yang cocok. Sehingga banyak temannya yang mulai mengajaknya untuk bekerja seperti mereka. Menjadi pemandu lagu. Mereka yakin Surti yang punya tubuh aduhai, akan jadi idola pria.
Ketika pertama kali terjun, Surti masih takut. Maka dia pun minta ditemani Linda, sobatnya. Linda yang usianya masuk 30 tahun dan lebih dulu terjun, tentu lebih berpengalaman. Sehingga Surti merasa lebih nyaman ketika bareng sama Linda.
Suatu ketika, Linda dan Surti diminta untuk menemani salah satu bos pemilik kapal yang tengah bersandar di Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo. Meski suara Surti kurang bagus, namun sang bos tertarik melihat kemolekan tubuh serta goyangan Surti. Alhasil, Surti panen duit saweran. Bahkan secara terang-terangan Bos kapal itu mengajak Surti untuk menemaninya malam itu.
“Aku sudah biasa lihat teman (Linda), goyang sambil nyanyi. Termasuk, ketika diraba-raba pada saat disawer. Jadi saya tidak kaget. Apalagi bos kapal yang Indo-Cina itu memberikan saweran uang yang banyak. Ada yang dimasukin ke bra, ada juga yang dimasukkan ke celana dalam. Namanya ada uang, ya suka saja,” kata Surti polos.
Bahkan saat bos kapal terang-terangan mengajak Surti untuk bermalam dengan janji uang yang lumayan, ia pun langsung menerimanya. “Aku tak mau nyebut nominalnya. Tapi yang jelas, aku mau karena kan memang di sana untuk cari uang dan juga bosnya tidak terlalu tua. Putih dan ganteng pula. Kalau urusan ML, saat pacaran dulu saya juga sering. Jadi udah biasa dan tidak takut,” ucapnya.
Semenjak saat itu, Surti juga resmi menjadi kupu-kupu malam. Karaokean plus-plus. Dia juga pernah sampai muntah akibat mabuk hingga tak sadarkan diri. “Terkadang saya sengaja dimabukkan. Waktu itu usai karaokean diajak nemenin tidur. Selain melakukan ML juga minum dan mabuk di tempat pria itu. Nah pas pulang, ada langganan ngajak lagi. Mau nolak gak enak. Akhirnya datang ke tempat karaoke. Mungkin terlalu banyak minum, aku jackpot sampai lupa segalanya. Bangun-bangun badan sakit semua. Entah malam itu dikeroyok berapa, saya gak sadar,” akunya.
Hingga tahun 2019, Pemkot Probolinggo menutup semua tempat hiburan malam. Praktis, pemandu lagu seperti Surti banyak yang nganggur. Ada yang pindah ke luar kota. Ada yang bertahan dan praktik sembunyi-sembunyi di karaoke terselubung ataupun warung remang-remang.
Nasib Surti juga tak jelas. Hingga dia ditawari temannya untuk ke Kalimantan. Apalagi pulau borneo juga banyak tempat hiburan. Bahkan saweran yang diberikan pun lebih banyak. Sehingga ia memutuskan untuk berangkat ke Kalimantan.
“Di sana, jika untuk cari uang Rp 1 juta setengah hari saja, bisa dapat. Penting kuat minum. Sebab di sana banyak bos-bos besar. Jadi yang harus diperhatikan adalah service-nya. Jika tidak bagus, maka pelanggan tidak akan kembali. Apalagi, di Kalimantan banyak pemandu lagu yang berpengalaman dan cantik cantik. Karena tidak boleh kalah saing, sebagian uang yang dihasilkan untuk biaya perawatan tubuh," paparnya.
Menjadi pemandu lagu, tak boleh bermain dengan perasaan. Itulah yang selama ini dipegang Surti. Hal itu ia pegang teguh agar tak dipermainkan. Bahkan jika bisa, dia yang harus mempermainkan si pria agar loyal kepada dirinya.
Namun itu tidak mudah. Ini terjadi saat Surti bertemu dengan Bastian (juga nama samaran). Pemuda 26 tahun ini juga pelanggan setia Surti. Bastian pula yang akhirnya mendapat tempat di hati Surti.
“Dia itu cakep. Gagah dan bertanggung jawab. Bahkan lebih pintar dari saya. Yang terpenting dia itu mau berusaha keras untuk bisa menafkahi. Itulah yang saya pegang,” katanya.
Surti ketagihan jika diajak kencan Bastian. “Entah mengapa aku seperti jatuh cinta,” ucapnya sembari malu-malu.
Rupanya, perasaan cinta Surti tak bertepuk sebelah tangan. Diam-diam Bastian juga menyimpan perasaan yang sama. Sehingga, mereka memutuskan untuk berpacaran. “Kami berpacaran. Namun saat itu aku masih tetap bekerja. Kami sama-sama maklum. Tak lama setelah pacaran, Bastian memutuskan untuk serius dan ingin menikah. Aku sepakat. Sehingga kami memutuskan untuk keluar dari dunia gelap ini,” kata Surti.
Di usianya yang makin matang, sudah banyak pengalaman baik buruknya kehidupan. Sehingga, dia bersama dengan Bastian memutuskan untuk serius di kehidupan selanjutnya. “Kurang nakal bagaimana aku. Bahkan ngepil pun pernah. Berhubungan badan dengan banyak pria juga pernah. Bahkan dikeroyok (lebih dari satu pria) juga pernah. Apalagi yang mau dicari. Itu masa laluku. Saat ini, saya mau fokus degan pasangan saya,” tambahnya.
Agar rencana itu bisa berjalan dengan baik, setelah menikah, Surti memutuskan untuk tinggal di kota kelahirannya. Ia membeli sebuah rumah yang kini ditempati mereka berdua. “Sejauh ini komitmen bersama dengan Bastian untuk membangun keluarga yang baik. Tinggalkan masa lalu masing-masing. Ini bentuk tobat. Semoga segalanya dipermudah,” harapnya. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin