KEMATIAN memang menjadi rahasia Allah. Itulah yang dialami Maryati (nama samaran), 49. Dia tak pernah menyangka, Ahmad (juga nama samaran) pada 20 tahun lalu akan pergi untuk selamanya. Maryati yang menikah dengan Ahmad, berharap bisa hidup bersama hingga tua. Namun, takdir Allah, suaminya meninggal di usia 39 tahun, saat kedua anaknya masih balita.
Maryati mengaku, dirinya menikah dengan Ahmad saat masih usia 20 tahun. Keluarganya makin diselimuti Bahagia saat diberikan karunia anak cewek pertama dan kedua cewek. Suaminya yang bekerja swasta, tetap semangat dan hidup sederhana. Namun, karena saling menerima, tetap Bahagia. ”Suami saya sehat-sehat waktu itu mas,” katanya berkisah.
Maryati mengaku, saat anak pertamanya duduk di bangku TK, anak kedua lahir. Nah, keluarganya diuji saat anak keduanya berusia 1 tahun.
Saat itu, mendadak suaminya, meninggal karena serangan darah tinggi. Padahal, tidak pernah ada riwayat sakit darah tinggi sebelumnya.
”Kondisinya tidak sakit, tidak mengeluh apa sebelumnya. Tiba-tiba meninggal,” ucapnya sambil berkaca matanya menahan sedih.
Sejak ditinggal suaminya, Maryati mengaku harus bertahan menghidupi keluarganya dengan dua anak. Tanpa ada bekal keterampilan dan pendidikan mumpuni. Sebab dia yang hanya lulusan SMP, sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Entah itu di pabrik ataupun perkantoran.
Walhasil, dia memutuskan untuk bekerja apa adanya. Termasuk menjadi asisten rumah tangga (ART). Kebetulan ada yang menawarkan pekerjaan terhadapnya. Maryati langsung menerima karena lokasinya tidak jauh dari rumahnya. Sehingga, dia bisa sewaktu-waktu pulang untuk melihat anak-anaknya.
”Saya harus bangun petang sebelum subuh. Beres-beres rumah dan menyiapkan sarapan anak-anak dulu. Setelah itu, baru kemudian ke rumah tetangga untuk kerja,” ujarnya.
Alasan demi anak, diakui Maryati, membuatnya terus bertahan dan berjuang. Tidak pernah ada pikiran untuk menikah lagi. Apalagi, sang anak pertama tidak setuju saat dirinya menikah lagi. Sehingga, dia selalu menutup dari orang-orang yang berusaha mendekati dengan tujuan menikahinya atau punya hubungan.
”Ada beberapa orang laki dating ke rumah, niat untuk mau melamar saya. Tapi saya tidak mau,” ujarnya.
Bahkan diakui Maryati, ada juga yang sempat memaksa untuk menikahinya. Namun, dia tetap menolak dengan halus dan sopan.
Tapi ternyata, ada orang yang tidak terima karena ditolak. Bahkan menyerang dirinya dengan ilmu hitam. ”Saya tiba-tiba merasa sakit, tapi diperiksa ke dokter tidak ditemukan sakit apa. Kemudian, saya coba minta tolong orang pintar, ternyata saya diserang ilmu hitam. Alhamdulillah, saya bisa sembuh waktu itu,” ungkapnya.
Maryati mengaku, dirinya dengan keterbatasan ekonomi terus berusaha anak-anaknya bisa sekolah hingga lulus SMA. Bahkan dia berkeinginan kedua anaknya bisa kuliah dan lulus sarjana.
Namun, ternyata anak pertamanya belum dapat melanjutkan pendidikan hingga ke kuliah. Karena harus membantu untuk adiknya. Sehingga, adiknya yang bisa melanjutkan sekolah hingga lulus sarjana.
”Alhamdulillah, anak saya sudah tuntas sekolahnya. Tidak menyangka, berjuang sendirian, anak ada yang bisa sampai lulus kuliah,” ujarnya. (mas/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni